Edisi 11-09-2019
Kala Susi dan Luhut Berpamitan


JAKARTA – Suasana rapat pembahasan ang garan yang digelar Komisi IV DPR de ngan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Senin (9/9) berubah men j adi haru.

Kondisi ini ter jadi karena sang menteri tiba-tiba me minta pamit kepada DPR. Ternyata bukan hanya Susi yang telah pamitan. Kemarin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga melakukan hal sama.

Mereka pamitan ka rena masa tugas akan berakhir pada Oktober depan seiring pergantian pemerintahan. Namun, pamitan yang mereka lakukan bukan berarti keduanya tak akan du duk dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma’ruf Amin.

Walaupun Jokowi meng aku telah memastikan susunan anggota kabinet baru telah di tentukan dan siap diumumkan, hingga ke marin belum dike tahui siapa saja nama yang bakal masuk kabinet atau apakah tiga menteri yang pamitan tersebut sudah benar-benar terdepak.

Berdasarkan jadwal yang pernah dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Jokowi- KH Ma’ruf Amin akan dilantik Oktober depan. Namun, tanggal berapa dilakukan, hingga kemarin belum ada kepastian. Pelantikan menteri lazimnya dilakukan setelah pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Officially yang saya tahu tanggal 20 nanti bulan depan saya selesai,” ujar Susi. Bos Susi Air ini pun menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan dan anggota Komisi IV yang selama ini men jadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tak luput dia juga meng ucapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Lingk - ungan Hidup dan Ke hutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Kepala Bulog Budi Waseso yang selama ini ba nyak mendukung pelaksanaan tugasnya.

“So, saya mohon maaf kalau banyak kesalahan yang saya buat, terutama kekeraskepalaan saya yang kadang-kadang, tapi untuk kebaikan Indonesia, untuk obsesi saya bahwa kita bisa membetulkan sesuatu Indonesia adalah negara besar,“ ujarnya.

Dia menuturkan, dengan ber bagai kontroversi yang muncul, pihaknya bisa mem buktikan Indonesia adalah negara maritim besar, terutama di bidang perikanan. Susi juga mengungkap kan neraca per dagangan perikanan Indonesia kini nomor satu di ASEAN. Se banyak 16% konsumsi tuna dunia bahkan berasal dari negeri ini.

“Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, tapi ya saya akan menjalankan amanah, bukan untuk pribadi. Jadi de - ngan segala kerendahan hati saya mohon maaf, saya tidak pernah berpengalaman jadi men terisebelumnya, jadimohon maaf,” katanya.

Susi sekali lagi mengakui banyak yang tidak pantas dan yang tidak sepatutnya dia laku - kan sebagai menteri. “Tapi, saya mencoba dengan segala intuisi saya untuk menjaga sebagai pejabat tinggi negara semampu saya, tapi banyak hal yang saya juga tidak bisa, saya hanya orang biasa,” ucap Susi.

Dia pun berharap Indonesia akan lebih baik berkat kerja sama parlemen dan eksekutif. Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, para anggota Komisi IV dan peserta rapat langsung memberikan aplaus untuk Susi. Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono tak bisa menutupi rasa harunya begitu Susi me - nyampaikan pamitan.

“Tadinya saya tidak mau ngomong, tapi terharu. Saya tidak ketemu Ibu Susi lagi,” katanya. Roem atas nama pimpinan dananggota Komisi IV DPR menyampaikan selamat kepada Susi Pudjiastuti, AmranSulai man, dan Siti Nurbaya karena sudah lepas melaksanakan tugas-tugas berat selama ini.

“Saya bisa membayang kan kalau Presiden itu tidurnya hanya empat jam, berarti menterinya hanya tidur tiga jam, stand by selama tidak tidur dan kerja sangat berat,” tuturnya. Merespons pernyata an itu, Susi spontan meng angkat dua tangan nya sambil mengepal.

Dalam pandangan Roem, tiga kementerian yang menjadi mitranya tersebut terbilang luar biasa. “Karena faktanya Presiden kita incumbent menang. Peranan dari pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan sangat luar biasa dan peranannya dari Komisi IV,” tandasnya.

Pada hari yang sama, di sela rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR dengan agenda membahas RKA Kemenko Kemaritiman dalam APBN 2020, Luhut Binsar Pandjaitan juga menyatakan pamitan.“Ini pertemuan terakhir kita. Bapak-Ibu menjadi mitra kerja kami, saya minta maaf kalau ada...

Bapak-Ibu, saya kira ada yang masih terus, tapi ada yang tidak. Di kami juga gitu. Sila turahmi harap dipelihara,” kata Luhut membuka pema paran di depan para anggota DPR. Luhut tidak secara gam blang menjelaskan apa maksud dari ucapannya.

Namun, secara konteks jelang pergantian kabinet pada bulan depan dan pergantian DPR, ucapannya memang bisa ditafsirkan se bagai pamitan karena tugasnya sebagai menteri bakal segera berakhir. Dia lantas menuturkan, seperti para anggota DPR yang beberapa di antaranya masih kembali terpilih untuk periode lima tahun mendatang, di jajaran menteri Kabinet Kerja pun demikian.

Ada yang kembali dipercaya sebagai pembantu Presiden untuk lima tahun kedepan, namun ada juga yang harus mengakhiri masa tugasnya. “Bapak-Ibu, saya kira ada yang masih terus, tapi ada yang tidak. Di kami (kabinet) juga gitu,” ucap Luhut.

Kendati akan ada sejumlah perubahan, katanya, silaturahmi di antara pemerintah dengan DPR harus tetap berjalan dengan baik. Jauh sebelumnya, saat melantik sekretaris jenderal dan pejabat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat (15/08), Tjahjo Kumolo memberikan ucapan perpisah an seiring akan berakhirnya masa jabatan dia sebagai mendagri.

“Ini pamitan saya resmi. Mungkin tak bisa bertemu, bersamaan dengan berakhirnya masa tugas kabinet kerja pertama,” kata Tjahjo di atas mimbar kepada peserta pelantikan. Pelantikan itu dihadiri sejum lah pejabat dari berbagai lembaga seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), DKPP, dan Kemendagri.

Tjahjo juga menyebut Komisi Pemilihan Umum meski tak tampak ada perwakilan yang hadir. Dia pun meminta maaf bila ada kekurangan atas kinerjanya selama lima tahun belakangan ini. Apakah dengan demikian Tjahjo serta-merta terlempar dari kabinet mendatang? Dia tidak mau berspekulasi.

Dia hanya menukaskan, sebagaipo litikusPartai DemokrasiIndo nesiaPer juangan (PDIP), dia hanya men jalankan perintah.“Sayaberpe gangprinsip pada TNI. Itu sing kat an taat, nurut, instruksi. Di pensiunkan siap, diberi tugas siap, tidak di beri tugas juga saya siap mendukung pemerintahan yang saya dukung ini,” kata Tjahjo.

abdul rochim/ dita angga