Edisi 11-09-2019
Pemkot Depok Dorong Gerakan Literasi Warga


Minat baca warga di Kota Depok, Jawa Barat berada pada peringkat tinggi, yaitu rata-rata 63,96% pada 2018.

Jumlah tersebut berdasarkan acuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu 60,1–80% yang masuk ke dalam kategori tinggi.Kepala Arsip dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok Siti Chaerijah mengungkapkan ada sejumlah faktor yang memengaruhi peningkatan minat baca tersebut, antara lain adanya sarana dan prasarana yang memadai di Perpustakaan Umum Kota Depok.

Selain itu, adanya pengembangan gerakan literasi melalui penggiat taman baca di 11 kecamatan se-Depok. Kemudian, ada pula dukungan masyarakat yang melakukan kegiatan literasi. Dengan keikutsertaan ter sebut, warga Depok membuktikan sebagai masyarakat pembelajar atau me - miliki mental learning society.

“Banyak kegiatan yang digelar PKK, komunitas, dan elemen masyarakat lain berdampak pada meningkatnya keinginan masyarakat untuk mendukung gerakan literasi,” ujar Chaerijah. Di bagian lain, pihaknya juga mem - berikan pelayanan berbasis daring melalui WhatsApp 08128119700 kepada masyarakat.

Terobosan tersebut dilakukan untuk memudahkan para pemustaka memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. “Lewat nomor tersebut, tim dengan sigap akan merespons dan menjawab semua pertanyaan maupun kebutuhan pemustaka,” tukasnya.

Layanan yang diberikan melalui WhatsApp tersebut beragam, antara lain perpanjang koleksi, saran dan peng aduan, usulan judul buku, kunjung an edukasi, serta permintaan per - pus takaan keliling (pusling). “Dengan layanan online itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan pemus taka dalam mengakses pelayanan di Perpustakaan Umum Kota Depok,” pungkasnya.

Diskarpus Kota Depok belum lama ini juga ikut berpartisipasi dalam Festival Literasi 2019 yang digelar di Bandung. Menurut Chaerijah, Festival Literasi Jawa Barat menjadi ajang Pemkot Depok untuk menampilkan berbagai produk literasi yang telah dilakukan para pegiat literasi.

Selain itu, menjadi wadah sila turahim antar pegiat literasi dari kabup aten/kota di Jawa Barat. “Festival Literasi juga memotivasi kami untuk lebih serius menangani kegiatan literasi, sehingga kegiatannya dapat dirasakan manfaatnya serta mam pu meningkatkan minat mem baca dan terciptanya budaya membaca,” tandasnya.

Dia meyakini Festival Literasi sejalan dengan Visi Misi Kota Depok yakni Unggul, Nyaman, Religius. Guna tercapainya harapan tersebut, Pemkot Depok telah membuat Perda Kota Depok No. 1 Tahun 2008 tentang Pembudayaan Gemar Membaca.

Dalam pasal 1 ayat 6 tercantum bahwa pembudayaan Gemar Membaca adalah gerakan atau usaha nyata untuk mendorong masyarakat dalam mengem bangkan minat baca secara terintegrasi dan berkesinambungan. Menurutnya, pembudayaan gemar membaca dapat dimulai melalui peningkatan kompetensi seperti pengelolaan kompetensi, pelatihan, dan bim - bingan teknis.

“Menambah sarana dan prasarana perpustakaan umum, merawat koleksi buku, serta me nam bah dengan koleksi buku baru,” terang nya. Sementara itu, untuk mela ku kan promosi perpustakaan, pihak nya juga melakukan kegiatan per lom baan, bedah buku, bazar buku, dan perpustakaan keliling.

Fungsi lain dari perpustakaan adalah tempat bersosial. Seperti yang dilakukan murid Taman Kanak-Kanak Kebon Maen dari Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos bersama Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad. Sambil duduk lesehan, Idris bercerita mengenai masa kecilnya yang bahagia di depan para murid.

Dengan berbagai permainan tradisional seperti galasin, hingga bercerita tentang gadogado sebagai makanan favoritnya menambah suasana akrab terbangun di ruang baca perpustakaan lantai 2 itu. “Bapak waktu kecil hobinya maingalasin sama teman-teman.

Kalau makanan selain gado-gado, juga suka sekali dengan pisang raja sereh,” katanya. Dia juga menjelaskan mengenai berbagai pembangunan yang sudah dilakukan Pemkot Depok, seperti pembangunan taman bermain yang ada di 63 kelurahan. “Bapak juga berupaya membangun sekolah, rumah sakit, mau pun puskesmas.

Kalau untuk ta man sudah ada di kelurahan. Kalian bisa main di sana sama ayah dan bunda,” tutupnya. Gerakan literasi juga dilakukan Taman Baca Kedaung di RW 05 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan. Bahkan, mereka akan meluncurkan buku yang mengisahkan perjalanannya untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Buku tersebut dikemas dalam bentuk novel antologi cerpen mengenai taman bacaan. Menurut salah satu pengelola Taman Baca Kedaung, Baldan Fathullah, buku tersebut sedang dalam proses penerbitan. Lewat buku itu, dia bersama rekan-rekannya ingin tidak hanya mengelola taman bacaan, tetapi juga ingin menuangkan dalam bentuk karya kreatif tulisan antologi cerpen.

“Ini salah satu implementasi impian kami. Kumpulan cerita kesan teman-teman dalam mengelola taman ba caan. Termasuk pengalaman-penga laman unik dalam mengelola taman baca,” kata Baldan di Kedaung belum lama ini.

Dia mengatakan, Taman Baca Kedaung merupakan salah satu upaya dirinya dan pemuda di wilayahnya untuk mendukung Depok Kota Layak Anak. Dengan taman baca ini, kata dia bisa dihasilkan delapan cerpen yang berasal dari delapan penulis. “Mudahmudahan karya kami bisa menginspirasi pemuda lain di Depok. Selain juga terus meningkatkan minat baca di Kedaung,” pungkasnya.

r ratna purnama