Edisi 11-09-2019
Perpustakaan Kami Sulap Jadi Instagramable


Minat baca warga Depok beberapa tahun belakangan ini mulai tumbuh. Seiring perkembangan teknologi, membaca tidak hanya dilakukan secara manual dengan buku, tetapi juga dengan e-paper .

Di sini disediakan berbagai fasilitas untuk anak usia dini. Mulai area bermain hingga aneka jenis buku anak yang menarik. Bagaimana perkembangan Perpustakaan Kota Depok era digitalisasi ini? Berikut wawancara KORAN SINDO dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok Siti Chaerijah.

Bagaimana perkembangan Perpustakaan Umum Kota Depok di era digitalisasi ini?

Saat ini perkembangan perpustakaan di Depok sedang menggeliat. Kami mempunyai terobosan baru misalnya terjun ke sekolah-sekolah. Kemudian bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk komunitas untuk menggairahkan minat baca masyarakat. Setiap tahun kami juga selalu menambah jenis buku dengan beragam literasi.

Tahun 2015-2016 saja, kami punya 9.928 judul buku dengan jumlah 18.371 eksemplar. Artinya ada kenaikan 53,31%. Kemudian tahun 2016-2017, kami punya 12.475 judul buku dengan jumlah eksemplar mencapai 25.541 buah atau ada kenaikan 39,03%.

Selanjutnya tahun 2017-2018, kami punya 13.050 judul buku dengan jumlah 26.632 eksemplar atau naik 4,27%. Dan di tahun 2018- 2019 kami punya 17.551 judul buku dengan 36.275 eksemplar atau naik 36,21%.

Apa saja program atau inovasi terbaru ?

Kami sadari perkembangan teknologi mengubah pola hidup manusia sehingga dalam mengelola perpustakaan harus bertransformasi. Sejak tahun 2017, kami sudah memiliki e -book sehingga bisa mengakses lewat internet. Kemudian kami punya Depok Corner.

Lalu ada BI Corner dan banyak lagi yang kami lakukan untuk mengenalkan generasi muda pada perpustakaan. Kami juga membuka jam layanan dari Senin-Sabtu yang sudah dimulai sejak 2018 sampai pukul 19.30. Yang tidak kalah menarik kami membuat suasana di ruang perpustakaan ini menjadi instagramable .

Karena anak muda sekarang memang sangat hobi mengabadikan momen dan kami menyadari hal itu sehingga inovasi pun kami lakukan terhadap desain ruangan. Instagramable adalah sebuah atau sesuatu yang bisa, layak, dan pantas untuk dibagikan ke sosial media seperti Instagram, Facebook, dan lainnya dalam bentuk foto dan video. Instagramable erat sekali hubungan dengan keadaan dan tempat yang unik, hits , terbaru, mewah, kekinian untuk diabadikan dan dibagikan ke sosial media seperti Instagram.

Apa saja terobosan efektif untuk meningkatkan minat baca ?

Kami bekerja sama dengan sekolahsekolah yang ada di Depok untuk melakukan kunjungan edukasi. Tujuannya memperkenalkan pelajar pada perpustakaan sehingga tumbuh minat baca. Kemudian juga digelar aneka lomba menarik sehingga generasi muda tidak selalu berpikir bahwa perpustakaan identik dengan koleksi buku saja, tetapi bisa dimanfaatkan untuk aneka kegiatan positif.

Saat ini Perpus Depok juga masih mengandalkan peran pusling (perpustakaan keliling) dalam membantu penyebaran informasi ke sekolah-sekolah atau ke layanan masyarakat lainnya.

Apa saja layanan terbaru yang diberikan sehingga minat baca masyarakat meningkat ?

Dalam perpustakaan kami menyediakan layanan online berupa sosial media seperti WhatsApp dan telepon untuk memudahkan masyarakat dalam hal peminjaman buku, perpanjangan dan layanan perpustakaan lainnya. Pustakawan memang memegang peranan penting dalam mengelola perpustakaan.

Pustakawan harus memiliki banyak pengetahuan sehingga bisa memberikan banyak informasi pada masyarakat. Kami menggelar bedah buku untuk mengetahui lebih dalam isi dari sebuah buku. Perpustakaan keliling juga berperan penting mengenalkan buku pada anak sehingga mereka cinta terhadap buku.

Output dari tingginya minat baca ?

Semakin tingginya minat baca maka semakin terbentuknya pola pikir masyarakat atau individu secara kritis, sehingga kemampuan mereka dalam mencerna dan mengolah informasi juga meningkat. Selain itu, tingginya minat baca juga mempengaruhi khazanah pengetahuan baik secara individual maupun secara kelompok dalam bermasyarakat.

Bagaimana kontribusi perpustakaan umum dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM)?

Tadi kan sudah saya jelaskan di atas. Artinya sudah banyak yang kami lakukan misalnya mengadakan bimbingan teknis perpustakaan bagi pustakawan sekolah dan juga melakukan pembinaan secara intensif.

Di samping itu, pemerintah atau lembaga penaung akan membuat perpustakaan (dengan citra baru hasil kerja sama) berkembang sehingga mampu menyediakan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat sebagai SDM.

Hasilnya adalah lahirnya manusia yang berkualitas dan produksi yang akan mendukung tercapainya visi dan misi pemerintah dengan indeks prestasi masyarakat bias tercapai.

r ratna purnama