Edisi 11-09-2019
Sampah di Kalibaru Bisa Timbulkan Banjir


BOGOR – Sungai Kalibaru di Bogor menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan ini, bahkan terkesan dibiarkan menum puk.

Warga sekitar kha - wa tir dampak yang ditim bul - kan, yakni banjir dan berbagai penyakit. Suherman, 64, warga Kam - pung Kambing Diva, Sukaraja, Kabupaten Bogor, menga ta - kan, menggunungnya sampah hingga menutup aliran sungai itu terjadi sejak enam bulan, apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini.

”Sampah di Kalibaru akibat tertutup bongkahan turap bekas orang buka warung kemudian turap - nya longsor sampai ba ngu - nannya ikut terbawa ke su - ngai,” ungkapnya kemarin. Sampah-sampah rumah tangga yang menumpuk di bi - bir sungai juga ulah warga dari luar kampung yang sengaja membuang sampah sambil me lintas menggunakan se pe - da motor.

”Saya yakin kalau war ga sini enggak ada yang berani karena kami ada petugas kebersihan. Kita bayar iuran sampah Rp25.000 setiap bu - lannya,” katanya. Aktivis Komunitas Pen cin ta Ciliwung (KPC) Bogor Su parno Jumar yang sempat me nelusuri dan mengangkut se jumlah sam pah di Sungai Ka libaru me - ngatakan, tumpukan sampah diperkirakan tersebar di 100 titik.

”Saat kita patroli rutin ter - hadap sungai-sungai di Bogor, khususnya di Kali baru dari titik awal sampai akhir perjalanan, ada sekitar 100 titik tumpukan sampah di kiri kanan bantaran sungai,” ucapnya. Keberadaan tumpukan sam - pah yang menutup aliran sungai jelas merusak peman dangan baik di Kalibaru mau pun Ci - pakancilan.

Yang paling mem - prihatinkan adalah Kampung Jambu Diva, Desa Cilebut Barat, Sukaraja, Kabupaten Bogor di mana sampah meng gunung me nutupi Sungai Kalibaru. ”Tum pukan sampah di tengah sungai itu sangat pa dat. Bukti - nya, kami injakan kaki tidak terperosok.

Tadi sem pat diukur juga pakai ba tang bambu, tinggi tumpukan sampah sekitar 2 meter,” ucap Suparno. Menurut dia, sampah itu tertutup bongkahan turap yang longsor di tepi Jalan Cilebut-Bojonggede. Semakin lama sampah itu menggunung dan mengeras.

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku terkendala SDM dan peralatan untuk mengatasi per masalahan sampah di Ka - bu paten Bogor. ”Makanya kita ingin Pemprov DKI ikut peduli juga atas permasalahan sam - pah di Kalibaru sebab Sungai Kalibaru ini airnya mengalir juga ke Jakarta,” ucapnya.

haryudi