Edisi 11-09-2019
Area Perluasan Ganjil-Genap Dipasangi CCTV


JAKARTA - Kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) akan dipasang di 16 ruas jalan perluasan kawasan ganjil-genap.

Sebelumnya, 12 titik kamera telah mengawasi sembilan area ganjil-genap eksisting. Tahun ini rencananya ada tambahan 69 titik kamera e- TLE pada kawasan ganjil-genap eksisting. Untuk kebutuhan kamera e-TLE di kawasan perluasan, Pemprov DKI Jakarta sedang berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya.

”Nantinya usulan ter se - but akan dianggarkan melalui dana hibah 2020,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Ja - karta Syafrin Liputo kemarin. Menurut dia, sistem ganjilgenap merupakan kebijakan sementara sebelum di ber la - kukan electronic road pricing (ERP) yang semuanya berbasis teknologi.

Namun, bukan ber - arti pengawasan di area ganjilgenap tidak bisa berbasis tek - nologi. Apalagi pihak ke po li - sian memiliki sistem e-TLE da - lam penegakan hukum lalu lintas. Adanya pengawasan e-TLE, dia optimistis pengguna kenda raan pribadi lebih memilih naik angkutan umum ter ma - suk pengendara sepeda motor, sebab e-TLE juga berlaku untuk kendaraan roda dua.

Dishub juga terus me ning - katkan pelayanan angkutan umum melalui sterilisasi jalur bus Transjakarta (busway ) yang nantinya juga meng gu na - kan e-TLE sebagai peng awa - san nya. Hal itu ditandai de - ngan penandatanganan kerja sama PT Transportasi Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya mengenai pemasangan ka me - ra e-TLE di 12 koridor.

Dia menilai salah satu kunci agar masyarakat beralih ke angkutan adalah kepastian waktu kedatangan bus di halte. Nah , e-TLE sangat efektif dan mampu memberikan akurasi pencatatan dengan nyata sehingga bukti pelanggaran tidak terelakkan lagi.

”Titik pemasangan kamera e-TLE tung - gu hasil studi Ditlantas Polda Metro Jaya,” kata Syafrin. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menu tur - kan, pemasangan kamera e- TLE di seluruh ruas jalan ganjilgenap membantu merekam pelat nomor palsu sekaligus membantu polisi dalam me - nindak pelanggar.

”Kami kan punya database. Begitu ter -konfirmasi sistem akan membaca dan mengetahui pelat itu palsu atau tidak,” ujarnya. Keberadaan e-TLE juga meminimalisasi petugas di lapangan. Jadi, petugas hanya memantau di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya.

”Sudah kita usulkan ke depan jalur ganjil-genap ditambah dengan kamera e- TLE supaya bisa membantu da - lam pelaksanaan penertiban,” katanya. Saat ini 12 kamera tersebar di sepanjang Jalan Sudirman-Ja - lan MH Thamrin hingga ka was - an Harmoni.

Untuk titik baru, 69 kamera e-TLE tam bah an bantuan dari Pemprov DKI akan dipasang tahun ini, dan saat ini proses lelang. Diharapkan awal Oktober 2019 kamera itu terpasang.

Ke-69 kamera tersebut akan dip a sang di ruas jalan perluasan ganjil-genap seperti Tomang Raya, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gajah Mada, kawasan Blok M, Jalan Kali Besar, Cempaka Putih, serta Jalan Sisingamanga raja. Pengamat transportasi Universitas Tarumanagara Leksmono Suryo Putranto menuturkan, ganjil-genap merupakan sistem pengendalian lalu lintas satu-satunya yang bisa dilakukan untuk meng atasi kemacetan sebelum ada ERP.

Namun, tentunya harus diawasi secara konsisten dan maksimal. Apabila peng awas an dilakukan secara manual, tidak konsisten, dan lemah, ganjil-genap justru membuat pemilik kendaraan menjadi penipu seperti membuat dua nomor polisi.

bima setiyadi/ yan yusuf/ helmi syarif