Edisi 11-09-2019
Hingga Agustus, Pembiayaan PNM Tumbuh 95,21%


JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil mencatatkan kinerja pertumbuhan signifikan dalam menyalurkan pembiayaan modal kerja untuk masyarakat kecil dengan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan PNM UlaMM (Unit Layanan Modal Mikro).

Hingga Agustus 2019, pembiayaan PNM tercatat tumbuh 95,21% menjadi Rp13,6 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun 2018 baru mengucurkan Rp6,97 triliun. Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan kontribusi program Mekaar sangat mendominasi dan tumbuh cepat.

Hingga Agustus 2019, penyaluran dana untuk program Mekaar naik 140,31% menjadi Rp11,14 triliun daripada periode sama tahun lalu hanya Rp4,6 triliun. Sedangkan untuk program UlaMM hanya mengalami kenaikan 5,63% menjadi Rp2,46 triliun pada Agustus 2019 dari Rp2,33 triliun pada tahun lalu.

“Memang PNM Mekaar ditingkatkan targetnya. Khususnya jumlah akun nasabahnya atau NoA. Pada tahun 2019, kami telah menambah luas cakupan PNM Mekaar dengan membangun 300 kantor cabang yang baru,” ujar Arief di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan berkat penambahan kantor cabang baru. Pada Mekaar tercatat hingga Agustus 2019 jumlah kantor yang naik 23,27% menjadi 2.161 kantor. Sementara untuk UlaMM menurun dari jumlah 631 kantor pada tahun lalu menjadi 627 kantor pada Agustus 2019 sehingga total kantor pada Agustus 2019 menjadi 2.788 kantor.

Kenaikan jumlah pembiayaan juga didukung peningkatan nasabah PNM. Hingga Agustus 2019, jumlah nasabah naik 46,37% year on year (yoy) dari 3,52 juta nasabah menjadi 5,16 juta nasabah. Nasabah Mekaar tercatat naik 47,06% menjadi 5,09 juta nasabah dari tahun sebelumnya 3,46 juta nasabah.

Sementara nasabah UlaMM hanya naik 10,15% menjadi 72.045 nasabah dari 65.409 nasabah. “Sementara total outstanding pembiayaan PNM per Agustus 2019 senilai Rp15,26 triliun. Nilai ini tumbuh 63,43% yoy dari pencapaian outstandingAgustus 2018 sebesar Rp 9,33 triliun,” katanya.

Kendati jumlah penyaluran pembiayaan dan outstanding terus naik, PNM mampu menjaga kualitas pembiayaan. Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan yang bermasalah atau non performingloan (NPL) terus membaik. Pada Agustus 2018, NPL berada pada posisi 2,01%. Rasio NPL ini terus ditekan hingga menjadi 1,62% per Agustus 2019.

hafid fuad