Edisi 11-09-2019
PT PP Bangun Dua PLTU Senilai Rp2,1 T


JAKARTA – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan dua Pembang kit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di dua lokasi, yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Su-lawesi Utara (Sulut).

Masing-masing pembangkit berkapasitas 2x50 megawatt (MW) berlokasi di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur, akan mengisi luasan sebesar 30 hektare dan pembangkit lainnya berada di Desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengisi luasan sebesar 32 hektare milik PT PLN (Persero).

Acara penandatanganan kontrak dihadiri oleh Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat beserta seluruh mitra yang bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek di Kantor Pusat PLN Jakarta kemarin.

Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat mengatakan, dalam kontrak ini perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek dengan bekerja sama bersama beberapa mitra.

Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan. “Dengan target tersebut, kami optimistis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada 2022,” kata Lukman di Jakarta kemarin.

Proyek pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini akan menelan investasi dengan potensi nilai total investasi mencapai lebih dari Rp8 triliun, di mana nilai kontrak PT PP mencapai Rp2,1 triliun.

Dengan pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini, diperkirakan akan melistriki beberapa desa dan kecamatan untuk di Nusa Tenggara Timur serta Sulawesi Utara dan sekitarnya.

heru febrianto