Edisi 11-09-2019
Melewati Ombak


TALLIN–Kemenangan empat gol tanpa balas Belanda atas Estonia di A Le Coq Arena adalah kemenangan Ryan Babel atas perjuangannya di lapangan hijau.

Perjalanan karier pemain yang pernah disebut sebagai next Thierry Henry di Belanda itu layaknya roller coaster di level klub maupun tim nasional. Adalah Marco van Basten yang memberikan predikat next Henry pada sosok Babel setelah memberikan caps pertama pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Rumania.

Basten mengeluarkan pujian itu hanya satu tahun setelah Babel memperkuat Ajax Amsterdam di usia sekitar 18 tahun. Babel menjawab pujian itu dengan debut mengesankan saat menggantikan Arjen Robben pada menit ke-23 melawan Rumania.

Dia mencetak gol satu dari dua gol kemenangan Belanda atas tuan rumah. Gol yang diciptakan pada usia 19 tahun tersebut membuat namanya masuk daftar pencetak gol termuda timnas Belanda sepanjang 68 tahun.

Setelah itu, dia mendapatkan waktu bermain 40 menit bersama bintang-bintang Belanda seperti Edwin van der Sar, Phillip Cocu, Mark van Bommel, dan Ruud van Nistelrooy dalam kemenangan 2-0 atas Armenia.

Sayang, masalah mulai menghampiri. Dia melewatkan delapan dari 12 pertandingan internasional berikutnya. Namanya memang tetap masuk skuad Piala Dunia 2006, meski hanya bermain sekali pada laga melawan Argentina, sekaligus menjadi satu-satunya penampilan bersama De Oranje sebelum tersingkir di babak 16 besar.

Penampilan bersama timnas dan Ajax membuat klub Inggris meliriknya. Dia bergabung dengan Liverpool. Di timnas, dia bermain dalam setiap pertandingan Kualifikasi Euro 2008 Belanda, mencetak gol melawan Bulgaria dan Slovenia.

Lagi-lagi, petaka datang karena sehari sebelum pertandingan persahabatan terakhir sebelum ke ajang Euro, Babel cedera robek ligamen pergelangan kaki. Dia pun absen dari Euro 2008. Timnas Belanda kemudian ditangani Bert van Marwijk.

Pergantian manajer berimbas pada menit dan caps Babel bersama De Oranje . Kehadiran Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Robin van Persie, dan Robben membuat Babel hanya menjadi pelapis di skuad Marwijk. Dari 21 pertandingan di antara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, Babel hanya bermain lima kali.

Termasuk pada laga final Piala Dunia me lawan Spanyol, dia hanya berada di bangku cadangan. Dia tidak bermain satu menit pun dari tujuh pertandingan, final dan melihat Andres Iniesta mencetak gol kemenangan perpanjangan waktu untuk Spanyol.

Namanya kemudian benarbenar hilang di Euro 2012 saat Belanda ditangani Louis van Gaal. Setelah berusaha mengembalikan dirinya ke performa terbaik dengan mencoba berganti-ganti klub, Babel akhirnya mendapatkan kesempatan membela timnas.

Mencetak 15 gol bersama Besik - tas yang menjadi jumlah tertinggi dalam kariernya membuat dirinya dipanggil kembali ke skuad Belanda. Pada 7 Oktober 2017, Babel dipanggil Dick Advocaat untuk kemenangan Kualifikasi Piala Dunia 3-1 melawan Belarus.

Tiga hari kemudian membantu Robben dalam kemenangan 2-0 atas Swedia, meskipun itu tidak cukup mengamankan kualifikasi untuk Piala Dunia 2018 Kedatangan Ronald Koeman menjadi berkah.

Dia selalu masuk daftar pemain yang dipanggil Koeman untuk ikut membawa De Oranje keluar dari era kegelapan tanpa ‘generasi emas’. Kepercayaan itu dijawab Babel salah satunya melalui dua gol ke gawang Estonia.

Babel seperti seorang yang pertama datang sebagai hero , kemudian terpuruk (zero ), dan sekarang lahir kembali sebagai pahlawan (hero ). “Perahu ini berlayar dengan baik di atas ombak,” kata Babel, setelah pertandingan terkait performanya, dikutip telegraaf.nl .

Targetnya sekarang adalah bermain di putaran final Euro 2020. Dia merasa Belanda memiliki potensi itu karena tim sekarang lebih baik dan menjadi tim dalam arti sebenarnya. Di masa lalu, lanjutnya, Belanda memiliki big four : Sneijder, Robben, Rafael van der Vaart, dan Robin van Persie.

Mereka semuanya ingin menjadi nomor satu. Sekarang, semua saling memberikan aksi atau umpan. “Itu bisa sama dengan 5% yang membuat Anda menjadi juara Piala Dunia pada 2010,” ujarnya. Kemenangan atas Estonia mendekatkan Belanda ke putaran final karena sekarang berada di puncak klasemen sementara.

Belanda unggul lebih dulu pada menit ke-17 dan 47 lewat gol Babel. Dua gol lainnya diciptakan Memphis Depay (76) dan Georginio Wijnaldum (87). Namun, Koeman menilai kemenangan ini karena Estonia tak menurunkan skuad terbaik. “Hasil ini merupakan langkah yang penting. Kami bisa menang 4-0 merupakan hal yang normal di sini,” kataKoeman.

ma’ruf