Edisi 11-09-2019
Arif-Doni Janjikan Perbaikan Sepak Bola Nasional


JAKARTA– CEO Nine Sport Inc Arif Putra Wicaksono kembali melakukan manuver terkait kesiapannya mencalonkan diri dalam bursa Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Kali ini, Arif mengganti CEO Bandung Premier League Doni Setiabudi bakal calon wakil ketua umum. Keduanya mendeklarasikan diri dengan taglineABDI untuk PSSI 2.0 di Jakarta, Senin (9/9). Keduanya kembali menawarkan program industrialisasi sepak bola berbasis suporter dan klub melalui dua skema pembiayaan.

Tidak hanya itu, Arif dan Budi menjanjikan tim nasional Indonesia juara Piala AFF 2022. Untuk memuluskan target tersebut, pasangan ABDI bahkan menjanjikan pelatih sekaliber Frank de Boer untuk menjadi nakhoda skuad Garudadalam upayanya berprestasi di level internasional.

Dalam pemaparannya, Arif menjelaskan jika ada tiga program yang menjadi prioritasnya, yakni membenahi lisensi klub agar sesuai standar FIFA, manajemen fansdengan menjadikannya unit bisnis klub, dan penerapan Video Assistant Referee (VAR).

Ketiga item tersebut dinilai menjadi fondasi dasar untuk membangun sepak bola nasional yang profesional. Meski butuh dana besar, Arif mengaku tidak ada masalah. Pasalnya, bersama Doni, dirinya sudah menyiapkan dua skema pembiayaan.

Pertama, untuk infrastruktur, pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan se buah per usahaan yang tertarik membiayai pembangunan sta di on di sejumlah daerah di Indonesia.

Tidak hanya membiayai, perusahaan yang diklaim sedang mengerjakan dua proyek stadion di Qatar untuk World Cup 2022, yakni Stade Khalifa dan Stade Al Janoub juga menyiapkan tim dengan pengalaman me menangkan London Olympic 2012 dan formerPresiden Liga Inggris untuk biddingWorld Cup 2030/34.

“Artinya, mereka siap dengan investasi besar. Namun, tentu tujuan utama mereka adalah bisnis properti. Mereka tertarik untuk membiayai sejumlah stadion di Indonesia,” ujarnya. Skema kedua, yakni benarbenar menggunakan sumberdaya dalam negeri.

Menurut dia, pem biayaan bisa mengutama kan skema permodalan dengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tingkat penyerapannya be lum maksimal. Menurut dia, hing ga Juni 2019 masih tersisa Rp64 triliun yang belum terserap.

“Membangun Indonesia melalui sepak bola dengan dana KUR adalah solusi yang tepat. Sebanyak 100.000 fansPersija dan Persib akan mendapatkan Rp2,5 triliun, sebuah dana yang besar,” tandasnya.

Menurut dia, jika skema ini berjalan, dalam dua tahun lisensi klub standar FIFA sudah bisa tercapai dan menyamai Thailand dan Jepang. Bahkan, dalam lima tahun ke depan Indonesia akan mempunyai masa depan yang cerah, termasuk memper siap kan para pemain muda agar bisa kontrak di Eropa saat umur 18 tahun.

Sementara Doni mengaku tertarik mencalonkan diri lantaran merasa terpanggil untuk membenahi sepak bola nasional yang terus bermasalah. Menurutnya, kolaborasi dengan Arif sangat penting lantaran sudah memiliki pengalaman dan jaring an di Eropa.

Sementara dirinya lebih banyak fokus dalam pembenahan internal sepak bola seperti jadwal pertandingan dan pengelolaan keuangan yang lebih transparan. “Beliau lebih berpengalaman dengan sepak bola luar negeri dan saya konsentrasi internal.

Jadi, ini merupakan kolaborasi dan saling mendukung menuju sepak bola Indonesia yang lebih baik,” katanya. Sejauh ini, selain Arif dan Doni, satu sosok lainnya yang sudah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon ketua umum PSSI adalah mantan Kapolda Metro Jaya Mochammad Iriawan atau Iwan Bule.

Selain itu, ada CEO klub Liga Australia Brisbane Roar Rahim Soekasah yang juga menyatakan tertarik. Sesuai jadwal, kongres pemilihan 15 anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, termasuk ketua umum, rencananya digelar pada 2 November mendatang.

abriandi









Berita Lainnya...