Edisi 11-09-2019
Di Tengah Polemik, 26 Peserta Lolos


PURWOKERTO– Tim pencarian bakat PB Djarum berhasil mendapatkan 26 atlet potensial hasil Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, kemarin.

Seluruh peserta memastikan tiket untuk tampil pada final yang akan berlangsung di GOR Djarum Kudus, 20–22 Oktober mendatang. Ketua Tim Pencarian Bakat PB Djarum Christian Hadinata menilai ada peningkatan pada kualitas peserta dari Audisi Umum di Purwokerto.

Hal itu memang sudah diprediksi karena anak-anak dari Pulau Jawa selalu menunjukkan permainan terbaik. Namun, dia juga meminta kepada anak-anak yang lolos pada kategori U-11 dan U-13 ini tetap kembali berlatih sebelum berlaga di final nanti.

“Di Purwokerto itu bagusbagus, meski masih banyak yang harus dibenahi dari anakanak. Apalagi, nanti final di kudus akan berkumpul semua pemain terbaik hasil audisi dan pasti jauh lebih berat,” kata Christian.

Mantan pebulu tangkis Indonesia itu memberikan alasan kenapa para peserta yang tampil di Purwokerto sangat baik. Bahkan, tim pencarian bakat PB Djarum sempat mengalami kesulitan sehingga memberikan 14 super tiket tambahan atau lebih banyak dari super tiket dari hasil babak turnamen (12 super tiket).

Salah satunya adalah semangat juang yang ditunjukkan anak-anak yang ingin menjadi atlet bulu tangkis. “Semangatnya luar biasa. Saya lihat banyak sekali yang sampai jatuh bangun, bola-bola susah berusaha mengambil, berusaha mengembalikan itu susah. Itu gambaran positif dari sisi mental itu mereka sudah ada.

Semangat juangnya ada, bagus, tidak gampang menyerah,” ucap Christian. Meski begitu, Koh Chris— begitu sapaannya—menilai semangat anak-anak ini bukan karena audisi umum ini menjadi yang terakhir.

Menurutnya, para peserta hanya ingin menunjukkan permainan terbaik pada kesempatan tersebut. “Saya harap ini bukan yang terakhir. Tapi, anak-anak tidak berpikir sejauh itu. Mereka berpikir untuk bisa ke final di Kudus,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto mengaku terharu dan sedih dengan hasil audisi umum di Purwokerto. Ketika senang mendapatkan bibit-bibit baru pebulu tangkis untuk Indonesia, namun audisi umum harus terhenti pada tahun ini.

Hal itu terkait dugaan ada unsur eksploitasi anak pada audisi umum ini oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “PB Djarum menyatakan menghentikan audisi umum pada tahun depan. Satu hal lagi, kami juga senang, bahagia, dan bangga.

Kami mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia dan dengan berita ini kami menjadi trending topic. - Hampir 100% memberikan dukungan kepada PB Djarum untuk tetap melanjutkan audisinya. Mudah-mudahan ini akan menggerakkan manajemen PB Djarum mempertimbangkan dan melanjutkan audisi umum ini.

Kalau nanti betul dihentikan, ada satu faktor kehilangan, yaitu perma salahan bulu tangkis nasional terganggu,” ucap Budiharto. Salah satu peserta kategori U-11 putri Bunga Kirana Larasati mengaku senang bisa mendapatkan tiket pada audisi umum kali ini.

Apalagi, itu merupakan pertama kalinya mengikuti ajang pencarian bakat PB Djarum tersebut. “Senang bisa dapat tiket. Setelah ini, saya kembali latihan agar bisa meraih hasil terbaik di final,” ujar gadis cilik berusia 9 tahun itu.

raikhul amar