Edisi 11-09-2019
Lompatan Strategis Bianca


NEW YORK – Kehidupan Bianca Vanessa andreescu berubah drastis setelah berhasil menjuarai Grand slam amerika serikat terbuka 2019, akhir pekan lalu.

Petenis yang akrab disapa Bibi ini sebelumnya belum pernah membayangkan bisa meraih kesuksesan dengan cepat. Hanya dalam waktu dua tahun, dia mampu melakukan lompatan strategis, masuk 5 besar petenis top dunia versi Wta (womens tennis association).

Kini, Bianca bisa melakukan perjalanan bersama kedua orang tuanya plus membawa anjing kesayangannya, Coco, keliling dunia.Petenis cantik berdarah rumania pemilik paspor Kanada berusia 19 tahun ini mengaku kehidupannya sekarang menjadi lebih bahagia.

“Saya telah memimpikan saat indah seperti ini. saya tidak pernah berpikir akan sesibuk ini. tapi, saya tidak mengeluh. ini benar-benar pencapaian yang luar biasa. tapi, saya pasti bisa terbiasa dengan perasaan ini. Saya belum selesai sampai di sini,” kata Bianca, dilansir wtatennis.

Namun, kesuksesan sebagai petenis juara grand slam dan berada di peringkat 5 dunia tentu akan memiliki tekanan besar. apalagi, usianya baru menginjak 19 tahun sehingga patut diwaspadai. Bukan hanya itu, ritual sebagai juara Grand slam as terbuka membuat jadwalnya menjadi lebih padat.

Bukan untuk kembali bermain di sebuah turnamen, tapi tur ke berbagai tayangan acara di negara tersebut. Mulai dari pemotretan trofi di top of the rock di rockefeller Center, acara talkshowGood Morning america, TODAY show, Live with Kelly & ryan, the View dan tonight show bersama jimmy Fallon untuk menceritakan pengalaman menjadi petenis dunia.

“ini belum benar-benar tenggelam. saya tidak punya waktu untuk melihat apa yang terjadi dalam hidup saya saat ini. ini merupakan tahun yang gila bagi saya dan bisa memegang trofi ini sangat luar biasa,” ujar Bibi.

Sejauh ini, Bibi belum merasakan hal negatif dengan sindrom peraih gelar grand slam. Dia masih menikmati keberhasilannya yang mengesankan tahun ini. sejak mengawali musim dari luar 100 besar dunia, dia kini menjadi petenis berperingkat lima dunia Wta kali ini.

Sebelumnya sudah banyak petenis yang mengalami penurunan performa seusai mendapatkan gelar grand slam dalam kariernya. sebut saja mantan petenis nomor satu dunia yang mengoleksi dua gelar grand slam asal spanyol Garbine Muguruza dan juara Prancis terbuka 2017 jelena Ostapenko.

Nama kedua petenis itu semakin tenggelam dan selalu menjalani pertandingan yang mengecewakan selama bermain di sebuah turnamen. Bukan hanya itu, kondisi tersebut juga tengah dialami naomi Osaka yang menjadi juara as terbuka 2018 dan australia terbuka 2019.

Petenis asal jepang ini mengaku sempat merasakan tekanan yang besar setelah menjadi juara di ajang grand slam. Bahkan, kondisi itu semakin berat setelah dirinya menjadi petenis nomor satu dunia. terbukti, dia belum lagi merasakan gelar juara di sebuah turnamen sejak di Melbourne, januari lalu.

“Saya akui ada banyak tekanan setelah meraih sukses di grand slam. itu karena banyak yang berharap lebih kepada saya. Kondisi ini tentu membuat gugup dan tidak bisa tenang ketika bermain di atas lapangan. Tapi, saya harus akui di pertandingan pasti ada menang dan kalah. Ini jelas menjadi salah satu hal yang paling di waspadai,” ungkap Osaka, beberapa waktu lalu.

raikhul amar