Edisi 12-09-2019
MPR: Konstitusi Terkait Erat dengan Antikorupsi


YOGYAKARTA – Konstitusi terkait erat dengan antikorupsi. Karena itu, masyarakat khususnya generasi muda perlu memahami nilai-nilai konstitusi, sehingga itu akan menjadi rambu-rambu untuk mencegah perilaku atau tindakan korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono dalam talkshow dengan tema “Ukir Jejak Integritasmu, Wujudkan Budaya Konstitusi dan Antikorupsi” di sela puncak kegiatan Festival Konstitusi dan Antikorupsi Tahun 2019 di Grha Sabha Pramana, Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, kemarin.

Selain Ma’ruf Cahyono, pembicara lainnya adalah Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua MK Prof Dr Aswanto, dan Rektor UGM Prof Panut Mulyono. Ma’ruf menjelaskan, keberadaan konstitusi UUD NRI Tahun 1945 sangat penting.

Konstitusi tidak hanya menjadi landasan yang mengatur pe nye - lenggaraan kehidupan ber - bang sa dan bernegara, tetapi juga mengandung ideologi dan jati diri bangsa. “Dalam kon - stitusi, ada ideologi dasar ne - gara Pancasila yang menjadi jati diri bangsa,” katanya.

Karena itulah, kata Ma’ruf, generasi muda dan para maha - siswa harus memahami kon - stitusi dan Pancasila. “Generasi muda harus paham dan tahu kon stitusi serta mempunyai ke - sadaran berkonstitusi,” ujar nya seraya menambahkan bahwa ge - nerasi muda adalah orang-orang yang memiliki optimisme harus paham kon stitusi dan terdepan dalam memahami konstitusi.

MenurutMa’ruf, MPRde ngan visi sebagai rumah kebang saan dan pengawal ideo logi Pancasila dan kedaulatan rakyat senantiasa terus melakukan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan konsti - tusi me lalui Sosialisasi Empat Pilar MPR. “Bukan hanya internali sasi nilai-nilainya, tapi juga normanya.

Saya kira ada kaitan antara konstitusi dan pemberantasan korupsi, sebab dengan memahami konstitusi dan peraturan perundang-undangan secara baik maka de ngan sendiri - nya perilaku korup tif tidak akan mungkin terjadi,” tegasnya.

MPR, lanjut Ma’ruf, mela ku - k an berbagai cara dan metode sosialisasi Empat Pilar MPR untuk memberi pemahaman ideologi negara dan konstitusi agar generasi muda memiliki orientasi menuju bangsa yang religius, humanis, nasionalis, demokratis, dan adil.

“Kita terus memberi pemahaman konstitusi khususnya kepada generasi milenial agar memiliki pegangan dalam penyelenggaraan kehidupan sehari-hari. Kitamenyasar gene rasi muda dengan berbagai cara,” jelas Ma’ruf. Beberapa cara itu antara lain menggelar lomba debat konstitusi, academic constitutional drafting, dan lomba karya ilmiah sistem ketatanegaraan.

“Dengan cara internalisasi, nilai-nilai dan pemahaman konstitusi me - rupa kan upaya ke depan untuk mencegah perbuatan korupsi. Ini bisa menjadi satu instrumen untuk meminimalisasi, bahkan menghilangkan sama sekali pikiran-pikiran di kalangan ge - nerasi muda untuk mela kukan perilaku koruptif,” imbuhnya.

Dalam talkshow itu, Ma’ruf sempat membacakan sebuah puisi yang mengingatkan pada nilai-nilai luhur bangsa. “Ke taat - an menjadi sebuah kesa dar an. Kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan. Itulah Indo nesia yang sesungguhnya.” Begitulah penggalan puisi yang dibacakan Ma’ruf terkait antikorupsi.

Kepada para mahasiswa, Ma’ruf juga berpesan untuk ikut bertanggung jawab merawat jati diri bangsa dan terus meningkatkan kompetensi agar bisa memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembang an dan tuntutan global.

agung nugroho/ abdul rochim