Edisi 12-09-2019
Riset Pangan Harus Meningkat


JAKARTA –Semangat meneliti pada generasi muda perlu terus ditingkatkan.

Penelitian di bidang pangan lokal pun bisa menjadi isu yang layak diteliti oleh mahasiswa demi mendukung ketahanan pangan bangsa. Ketua Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) Purwiyatno Hariyadi mengatakan, melalui program IRN, Indofood mendorong para mahasiswa dari berbagai universitas untuk jeli mengidentifikasi dan mengeksplorasi pangan, terutama sumber-sumber bahan pangan lokal yang berpotensi meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan prestasi bangsa.

“Kami berharap hasil-hasil penelitian melalui IRN dapat menginspirasi dan berkontribusi pada pengembangan sistem pangan dan diversifikasi pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komoditi lokal yang khas dan berkelanjutan untuk prestasi bangsa,” katanya pada penandatanganan nota kesepakatan Bantuan Dana Riset antara Indofood dan 63 mahasiswa dalam pro-gram IRN di Jakarta.

Purwiyatno mengatakan, untuk meningkatkan kualitas program pihaknya memberikan penghargaan bagi tiga peneliti terbaik dengan kriteria penilaian meliputi beberapa aspek, yakni pelaksanaan penelitian, mutu penelitian, teknik presentasi, serta penguasaan materi dan sikap peneliti.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk selaku Ketua Program IRN Suaimi Suriady mengatakan, tim pakar IRN telah memilih 63 dari 318 proposal yang layak menerima bantuan dana riset. Ke-63 mahasiswa yang terpilih ini berasal dari 33 perguruan tinggi negeri dan 12 perguruan tinggi swasta.

Tidak hanya bantuan dana, para mahasiswa ini juga akan memperoleh pelatihan, coaching clinic, dan melakukan penelitian mereka akan dibimbing dan didampingi oleh pakar yang sudah dikenal di Indonesia dan tingkat global.

“Besar harapan kami agar program ini dapat bermanfaat dan memotivasi para mahasiswa untuk menciptakan inovasi melalui riset yang dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan dan nutrisi di Indonesia. Semoga bantuan ini dapat terus menginspirasi mahasiswa lain untuk bergabung dan melahirkan penelitipeneliti unggul di bidangnya,” jelasnya.

Menristek-Dikti M Nasir mengungkapkan ada empat kebijakan pemerintah untuk memastikan penelitian di Indonesia menjadi lebih produktif. Dia menjelaskan, pemerintah baru saja menerbitkan kebijakan fundamental untuk meningkatkan ekosistem nasional terkait research and development, mencakup peraturan presiden tentang lelang barang dan jasa yang mendukung penelitian dan pengembangan.

Lalu, juga ada Rencana Induk Riset Nasional atau RIRN 2017-2045, supertax deduction (pengurangan pajak) bagi sektor swasta hingga 300% apabila mereka mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan, serta Undang- Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nomor 11 Tahun 2019.

Nasir menjelaskan, potongan pajak hingga 300% bagi perusahaan yang menginvestasikan anggaran bagi penelitian dan pengembangan atau research and development dapat menjadi stimulan bagi dunia industri untuk meningkatkan riset dan inovasinya.

Dunia industri dapat menggandeng peneliti dan perekayasa dari perguruan tinggi dan instansi riset lainnya untuk bekerja sama penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan. Kerja sama riset antara peneliti dalam negeri dan peneliti luar negeri juga sangat penting sebagai bagian dari transfer ilmu pengetahuan.

Kemenristek- Dikti telah melakukan reformasi kebijakan untuk penyederhanaan dan percepatan izin bagi peneliti asing dengan tetap memperhatikan aspek kepentingan dan keamanan nasional.

neneng zubaidah