Edisi 12-09-2019
Eks Aspri Menpora Ditahan


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, sebagai tersangka.

KPK langsung menahan Ulum seusai pemeriksaan sekitar pukul 20.31 WIB tadi malam di Gedung Merah Putih Jakarta. Saat menuruni tangga ruang pemeriksaan, Ulum yang me ngenakan kemeja lengan pan jang berwarna gelap sudah ber balut rompi oranye.

Dia meng angguk saat wartawan mengon firmasi penahanannya sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan dan pencairan ban tuan dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Ke men pora) ke Komite Olahraga Na sional Indonesia (KONI) Pusat.

“Ini saya penanganannya sudah naik ke penyidikan,” ujar Ulum sebelum memasuki mo - bil tahanan KPK. Juru Bicara KPK Febri Dian - syah mengatakan, Ulum ditahan karena kasusnya sudah naik ke penyidikan. “Yang bersangkutan (Ulum) ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Me rah Putih.

Tentu sudah pe nyi dikan. Perkara lengkap akan ka mi umumkan melalui kon ferensi pers secara resmi. Ma sih ada kegiatan penyidikan awal yang perlu dilakukan,” ujar Febri.

Berdasarkan putusan atas nama terpidana Ending Fuad Hamidy (divonis 2 tahun 8 bulan penjara) selaku Sekrtaris Jenderal KONI Pusat dan terpidana Jhony E Awuy (divonis 1 tahun 8 bulan) selaku Bendahara Umum KONI Pusat, majelis hakim Pengadilan Tipikor memastikan ada dana sekitar Rp11,5 miliar yang diterima Miftahul Ulum untuk Menpora Imam Nahrawi.

“Telah terungkap faktafakta persidangan di atas berkaitan dengan pemberian uang dari KONI kepada Menpora Imam Nahrawi melalui Mif tahul Ulum,” tegas hakim Rus tiono. Sumber KORAN SINDO di Bidang Penindakan KPK meng ungkapkan, pimpinan KPK sebenarnya juga telah meneken surat perintah di mulainya pe nyidikan (sprindik) atas nama Imam Nahrawi.

“Sprindik dua orang itu sudah ada,” ujar sum ber tersebut. Wakil Ketua KPK Laode Mu hamad Syarif tidak membantah saat dimintai konfirmasi KORAN SINDO tentang status tersangka Menpora Imam Nahrawi dalam kasus dugaan suap persetujuan dan pen cairan bantuan dana hibah Kemenpora ke KONI Pusat atas dua proposal dana hibah pada 2018.

Syarif mengatakan, konferensi pers resmi rencananya akan digelar hari ini. Wakil Ketua KPK Thonye Saut Situmorang juga demikian. Dia membantah pengumuman status tersangka belum dilakukan bukan karena KPK menunggu putusan terhadap tiga pejabat Kemenpora terdakwa penerima suap yang akan digelar Pengadilan Tipi kor Jakarta hari ini. Saut bah kan sempat menanyakan kepada Juru Bicara KPK Febri Dia nsyah kenapa pengumuman status tersangka belum dilaku kan.

sabir laluhu