Edisi 12-09-2019
Guru Tak Perlu Larang Siswa Bawa Gawai ke Sekolah


SEMARANG – Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud mendorong sekolah mengubah gaya pembelajaran dari tradisional ataupun konvensional menjadi digital.

Karena itu guru tidak perlu melarang siswa membawa gawai ke sekolah. Namun harus ditekankan cara penggunaan gawai itu agar tepat. Hal tersebut disampaikan Kepala Pustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto saat berbicara dalam Talkshow Hot Topic MNC Trijaya FM-BPTIK Dikbud Jateng di Aula Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dikbud Jateng, Semarang, Jawa Tengah, kema rin.

Acara tersebut dihadiri ra tusan siswa dan guru SD, SMP, SMA/SMK se-Jawa Tengah. “Untuk saat ini sudah tak zamannya lagi setiap hari guru meminta siswa membuka buku atau memberikan pekerjaan rumah di buku ini dan itu. Selanjutnya pekerjaan rumah dicocokkan,” kata Gogot.

Menurutnya, untuk menerapkan konsep pembelajaran digital, jika ada sekolah yang masih melarang siswa mem bawa gawai, hal itu akan ber tentangan dengan dunia nyata. Dia menyatakan sudah saatnya guru mengikuti perkembangan zaman sehingga pembelajaran di sekolah tidak lagi kaku. “

Ter lebih lagi pem belajaran harus dibuat me - nyenangkan dan se suai dengan zamannya. Materi pem belajar - an bisa berupa video atau game,” ujarnya. Sementara itu Gubenur Jateng Ganjar Pranowo meng - ungkapkan, hampir semua anak saat ini lebih familier de - ngan teknologi informasi.

Hal itu ditunjukkan dengan ham pir semua siswa yang hadir mengangkat jarinya saat ditanya apa - kah memiliki akun Instagram, Facebook, maupun Twitter. Sebab itu Ganjar mene kankan agar guru lebih membuka diri dengan teknologi informasi. Menurutnya, dalam kegiat anbelajarmengajargurutak bisa terus-menerus konven sional. Mereka diminta peka dengan zaman dan men jadi fasilitator dalam pembelajaran.

ahmad antoni