Edisi 12-09-2019
Kecelakaan Lagi, PT Transportasi Jakarta Harus Audit Internal


JAKARTA –Kecelakaan tunggal bus Transjakarta B 7088 TGC terjadi di Jalan Letjen S Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kemacetan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Mohammad Nasir mengatakan, du gaan sementara pengemudi kurang berhati-hati dan tidak konsentrasi. Saat itu bus hilang kendali ke kiri dan menabrak pembatas ja lan.

Separator meng alami kerusakan termasuk bus Trans jakartanya. Sopir berinisial SR, 45, mengalami luka ringan dan syok. “SIM dan STNK sudah kami aman kan,” ucapnya, kemarin. Kecelakaan bus Transja kar ta tidak hanya sekali ini saja.

Pa da 8 Mei 2019, bus Transjakarta menabrak p embatas jalan di Jalan S Par man, tepatnya depan kam pus Ukrida, Grogol, Jakarta Barat. Diduga kecelakaan tersebut akibat sopir mengantuk. Bus yang dikemudikan AH me laju dari arah selatan ke utara di Jalan S Parman tiba-tiba oleng kekanan menabrak separator ke mu di an masuk taman de ngan posisi miring ke kanan.

Ber untung ti dak ada korban da lam kejadian itu. Pada 23 Juli lalu, pengendara motor tewas tertabrak bus Transjakarta di Jalan Raya Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Ba - rat. Korban bernama I Gede Oka Mantara, 55, saat itu ingin putar balik kemudian bodi kanan tertabrak bus yang dikemudikan RZ yang berjalan dari utara ke selatan di jalur Transjakarta.

Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka robek di kepala dan beberapa luka lain di badannya. Korban dilarikan ke RS Siloam Kebon Jeruk dan meninggal saat penanganan medis. Pengamat transportasi dari Universitas Trisakti, Nirwono Jo ga mengatakan, PT Transpor tasi Jakarta harus melakukan audit kinerja anggotanya lantaran kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di wilayah Jakarta.

“Perlu audit demi menge ta - hui kualitas dan kapabilitas staf maupun sopir,” ujarnya. Dia menilai kasus kecela ka an yang terjadi tak lepas dari le mah - nya pengawasan. Peng awas an me nyeluruh tentang kon disi ken daraan hingga ke mampuan so pir kerap ter abai kan.

Kondisi ini diperburuk ja lur Trans jakarta yang tak kun jung steril. Dia menyarankan dalam au - dit Pemprov DKI wajib me la ku - kan pengawasan menyeluruh terhadap PT Transportasi Ja - kar ta yang notabene BUMD di - awasi ketat. Dengan melibat - kan polisi, Transjakarta tidak akan sulit melakukan pela tih - an.

Di sisi lain, ini akan menjadikan polisi sebagai bagian dari audit eksternal yang dilakukan PT Transportasi Jakarta. Kepala Divisi Sekretaris Per - usahaan dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Dipo sanjoyo menjelaskan, kecela - ka an tunggal di Jalan S Parman, Jakarta Barat, karena sopir bus Transjakarta menghindari ran - ting pohon di kawasan itu.

“Jadi sopir itu menghindari ranting dan menabrak MCB,” ucapnya. Kejadian bermula saat bus nomor TJ 279 keluar dari pul Ca - wang UKI melintas dari Gro gol. Di tengah jalan ranting po hon ja - tuh. Karena menghindari kece - la kaan, pengemudi kemu di an membantingkan kendara an ke - mu dian menabrak MCB.

“Bodi samping kiri depan han cur, pintu darurat rusak, bodi depan rusak, ban pecah, kaca spion pecah/ rusak, serta kaca samping ba gian atas pecah,” ujar Nadia. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penumpang bus langsung dipindahkan kekendaraan lain. Sementara bus te lah dievakuasi ke pul Trans ja karta.

yan yusuf