Edisi 12-09-2019
Dua Wajah Inggris


SOUTHAMPTON–Inggris menampilkan dua wajah berbeda saat mengalahkan Kosovo 5-3 pada Kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020, Rabu (11/9).

Pertandingan di St Mary’s Stadium itu memperlihatkan sisi negatif dan positif yang menjadi bahan evaluasi The Three Lions. Sisi positifnya, kemenangan memang mengukuhkan Inggris di puncak klasemen sementara Grup A dengan 12 poin. Mereka belum terkalahkan di empat pertandingan terakhir.

Kegarangan Harry Kane dkk semakin nyata dengan catatan apik di kandang. Inggris telah menjaringkan 14 gol dalam tiga laga kandang Kualifikasi Piala Eropa 2020 atau lebih banyak dari tim lainnya sejauh ini. Selain itu, Inggris sudah mencetak lima gol dalam tiga pertandingan berbeda pada 2019.

Hal itu merupakan pertama kali mereka melakukannya dalam satu tahun kalender sejak 1960. Namun, tetap ada sisi negatif yang menjadi catatan kritis pelatih Gareth Southgate. Dia mengatakan, kurangnya konsentrasi membuat timnya melakukan beberapa kesalahan di lini pertahanan yang meng untung kan Kosovo.

Southgate bahkan mewanti-wanti pasukannya apabila menunjukkan kelemahan defensif seperti melawan Kosovo, maka kans berprestasi di Piala Eropa 2020 bakal sulit. Kegusaran South gate sangat beralasan. Kecerobohan Michael Keane memudahkan Valon Berisha menceploskan bola pada menit ke-1.

Di babak kedua, Berisha kembali memperdayai penjaga gawang Jordan Pickford (49). Pelanggaran Hary Maguire berbuah penalti yang dieksekusi Vedat Muriqi (55). “Pertandingan yang sangat aneh. Saya pikir itu adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan selama periode waktu karena memang ada kesalahan yang memprihatinkan.

Apakah itu intensitas permainan, apakah itu tekanan, saya tidak tahu. Kita harus merenungkannya, tetapi itu adalah kesalahan mendasar, sesuatu yang harus kami perbaiki,” ungkap Southgate dilansir bbc . Namun, Southgate bersyukur timnya mendapatkan banyak pelajaran sebagai bahan evaluasi sebelum bertemu Republik Ceko pada 12 Oktober mendatang.

Juru taktik 49 tahun itu juga mengapresiasi hal-hal positif yang ditunjukkan para pemain muda Inggris. Dia menilai permainan menyerang The Three Lions mampu memorakporandakan barisan pertahanan Kosovo dan tidak tertekan meski kebobolan tiga gol.

Lima gol Inggris masingmasing disumbangkan Raheem Sterling (8), Harry Kane (19), Jadon Sancho (44, 45+1), dan gol bunuh diri bek Kosovo Mergim Vojvoda (38). Kane bahkan berpeluang menambah gol, sayang eksekusi penaltinya pada menit ke-65 dimentahkan penjaga gawang Arijanet Muric.

“Jelas ada kesalahan buruk atas gol lawan. Kami melakukan kesalahan mendasar, tetapi saya sangat senang dengan ketenangan yang kami tunjukkan. Kami memainkan dan mendistribusikan bola dengan baik. Kesalahannya, kami harus lebih baik.

Para pemain pun mengetahuinya. Bagian luar biasa dari permainan kami jelas dan kesalahannya juga terlihat,” katanya. Seruan Southgate untuk meningkatkan kinerja timnya membuktikan Kosovo mampu memberikan perlawanan sengit.

Mereka menjadi tim pertama yang mencetak tiga gol pada pertandingan internasional di kandang Inggris sejak Kroasia pada 2007. Karenanya, meski catatan tidak terkalahkan di 15 pertanding an sebelumnya berakhir, Kosovo mendapatkan banyak pujian.

Kepiawaian pelatih Bernard Challandes mengangkat moral pasukannya saat tertinggal 1-5 mem - buat Kosovo tampil spartan di babak kedua. Challandes menegaskan Kosovo telah bertarung layaknya ksatria. Dia pun enggan menyerah terkait peluang mereka ke Piala Eropa 2020.

Saat ini tim berjuluk Dardanet tersebut turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan delapan poin berjarak satu poin dengan Republik Ceko yang menang 3-0 atas Montenegro. “Kami telah melihat permainan level tinggi dan kami kehilangan beberapa bola yang tidak perlu dan langsung dalam bahaya.

Kami telah melihat dalam situasi seperti itu, bagaimana kami bisa melakukan yang lebih baik. Tetapi, jika melihat performa di babak kedua, kami pantas berbangga. Para pemain menunjukkan sepak bola yang baik dan mereka tidak menyerah, mereka bermain sebagai satu kekuatan tim,” ujarnya.

alimansyah