Edisi 12-09-2019
Kokok Les Bleus


PARIS – Semakin memanasnya persaingan di Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020, tidak mem buat Pelatih Prancis Didier Deschamps khawatir.

Pasalnya, Les Bleusbisa memamerkan tajinya dengan mengalahkan Andorra 3-0 di Stade de France, Rabu (11/9). Deschamps menganggap pasukannya sudah menemukan kembali ritme permainan terbaik seperti ketika menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Pelatih berusia 50 tahun itu pantas tersenyum di pertandingan ke-100 bersama Si Ayam Jantan.

Prancis menunjukkan performa meyakinkan sepanjang pertandingan dan bisa menjaringkan tiga gol tanpa balas. Kingsley Coman melanjutkan kiprah apiknya dengan meng - awali pesta pada menit ke-18. Kontribusinya dilengkapi Clement Lenglet (52) dan Wissam Ben Yedder (90+1).

Harusnya tuan rumah bisa menang 4-0 setelah mendapat hadiah penalti pada menit ke- 28. Sayangnya, Antoine Griezmann yang ditunjuk sebagai ek sekutor urung mengonversinya menjadi gol. Ini kedua kalinya se cara beruntun bomber anyar Bar celona itu gagal sebagai algojo.

Hal serupa terjadi ketika Prancis menundukkan Albania 4-1. “Skornya bisa lebih besar lagi. Kami bisa mendapat efisiensi yang lebih baik. Tapi, kami mencetak tiga gol dan tidak memberi apa pun bagi Andorra yang sebenarnya lebih kompak dari Albania. Saya pikir, kami telah menemukan solusi.

Makin banyak efisiensi yang kami mili ki, tentu semakin baik. Kami bisa mencetak tujuh gol dari dua laga. Ini tidak terjadi sebelum nya,” kata Deschamps dilansir reuters. Mantan nakhoda Juventus itu juga puas karena keseimbangan timnya tetap terjaga meski tidak diperkuat beberapa pemain utama, yakni Paul Pogba, N’Golo Kante, dan Kylian Mbappe yang cedera.

Dia mengatakan kedalaman skuad Prancis saat ini sangat baik. “Saya berharap itu akan menjadi evaluasi di laga-laga berikutnya. Keinginan ada di sana, kesenangan bermain bersama juga. Dari pinggir lapangan, saya menikmati melihat para pemain berkembang.

Mereka memiliki visi yang sama. Ini adalah sesuatu yang menarik,” ucap Deschamps. Deschamps juga sulit menyembunyikan kebahagiaannya terhadap Coman yang mencetak tiga gol di dua pertandingan terakhir.

Total dari 19 penam pilannya, penyerang Bayern Muenchen itu telah menyumbang empat gol. “Saya tidak ingin mengeluh karena kami memiliki solusi ekstra dalam diri Coman. Rasa laparnya semakin besar setelah sembuh dari cedera. Itu diperlihat kannya bersama Bayern dan Prancis selama dua pertandingan terbarunya,” kata Deschamps.

Ini sebabnya, Deschamps tidak khawatir meski persaingan di Grup H kian sengit. Walau menempati posisi dua, Prancis mengoleksi 15 poin dan hanya kalah selisih gol dari Turki yang sukses melibas Mol do va 4-0. Sedangkan Islan dia ada di posisi ketiga dengan 12 poin akibat kalah 2-4 dari Albania.

Dengan hanya berselisih gol dengan Turki, Prancis punya pe luang besar merebut kekuasa an. Artinya Lucas Digne dkk akan menjalani pertandingan me nen tukan pada Oktober. Soalnya mereka akan berduel dengan Islandia (12/10) dan Turki (15/10).

Ambisi Prancis terus meraih hasil positif disampaikan kiper sekaligus kapten Hugo Lloris. Dia menilai Prancis semakin kompak dan terus menunjukkan peningkatan performa. Wakil Tottenham Hotspur itu bertekad membawa timnya menyabet dua kemenangan lagi demi mengamankan tiket Piala Eropa 2020.

“Meski kami dipusingkan banyaknya pemain absen, tetap penting untuk merasa kuat sebagai tim. Sangat penting untuk mengambil enam poin dari Albania dan Andorra. Itu membuat posisi kami diuntungkan jelang melakoni dua pertandingan menentukan pada bulan Oktober,” kata Lloris.

alimansyah