Edisi 16-09-2019
Kebakaran Hutan Diprediksi Hingga Oktober


JAKARTA–Badan Nasional Penanggulangan Ben cana (BNPB) memprediksi kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air akan berlangsung hingga akhir Oktober 2019.

Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo mengatakan, BMKG telah menyatakan ba h - wa musim kemarau di wilayah Riau masih akan terjadi sampai per tengahan Oktober 2019, se - dangkan di wilayah lain bisa sampai akhir Oktober atau awal November 2019. “Ini berarti kemungkinan kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi sam pai akhir Oktober 2019,” tan das Agus dalam keterangan tertulis kemarin. Agus mengungkapkan, kema rin terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Riau. Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai 1 km pada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB masih berasap dengan jarak pandang 2.2 km.

Sedangkan beberapa titik api yang dipadamkan pada hari kemarin antara lain di Ke ru - mut an, Kabupaten Pelalawan dan akan dilanjutkan pema - dam an pada hari ini. Kualitas udara berdasar peng ukuran PM10 pada pukul 07.00 sampai 10.00 WIB berada pada kisaran 182-201 ugram/ m3 atau tidak sehat. “Untuk an - ti sipasi karhutla agar tidak tambah banyak dan tambah luas, maka pemerintah menyia gakan tiga pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan,” ung kapnya. Pesawat Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton sudah beroperasi di Riau sejak 26 Februari 2019. Untuk memperkuat armada TMC, pemerintah menam bah satu pesawat CN 295 dengan kapasitas 2,4 ton yang sudah berada di Pekanbaru dan 1 Hercules dengan kapasitas 5 ton yang direncanakan datang di Pekanbaru pada hari ini.

Menurut Agus, operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diperkirakan oleh BMKG. Seluruh pesawat dalam kondisi siaga dan jika terdapat potensi awan, maka segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan. BMKG juga memperkirakan bahwa pertumbuhan awan berasal dari arah utama sehingga saat ini sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara seperti Aceh dan Sumatera Utara sudah mulai hujan. Kemarin pun ter dapat potensi awan sedang di wilayah Riau dan tim masih me nunggu sampai pertumbuhan awan poten sial cukup banyak dan ke mu - dian dilakukan ope rasi TMC.

Agus menerangkan, pe sa wat CN 295 merupakan pe sa wat terbang transpor militer taktis dengan 2 mesin turbopropdan di - awaki oleh dua personel. Pesawat ini bisa digunakan un tuk meng - angkut pasukan, eva kuasi medis, atau angkutan ba rang. “Untuk keperluan TMC CN 295 dikonfigurasi agar dapat mengangkut bahan semai dengan kapasitas 2,4 ton. Bagian perut pesawat dimodifikasi dengan dipasang rel untuk mengangkut 8 x 300 kg bahan semai yang dengan pipa untuk me nabur bahan semai secara se mioto matis,” paparnya. Sementara itu, Ke men te rian Perhubungan melalui Di rek - torat Jenderal Perhubungan Uda ra mengimbau kepada se luruh maskapai dan pihak terkait mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Direktur Jenderal Perhu bung an Udara Polana B Pramesti me ngatakan, direktorat yang dipimpinnya akan terus mela kukan pemantauan dan ber koordinasi melalui Kantor Oto ritas Bandar Udara (OBU) wi la yah Kali mantan dan Sumatera. Koordinasi juga dilakukan ber sa ma operator bandara, AirNav In donesia, Badan Meteorologi Kli matologi dan Geofisika (BMKG), serta pihak-pihak se hingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap meng gang gu ope ra - sional penerbangan. “Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay aki - bat karhutla untuk sigap membantu mengomunikasikannya kepada para penumpang dan memberikan pelayanan sesuai aturan yang berlaku. Menutup layanan penerbangan demi ke - se lamatan pengguna jasa transportasi udara,” ungkap Polana di Jakarta kemarin.

Polana meminta pengguna jasa transportasi udara agar da - pat memahami kondisi saat ini. “Kami meminta kepada peng - guna jasa transportasi udara un tuk bersabar karena kese la - matan merupakan prioritas,” tandasnya. Sementara itu, pekatnya kabut asap akibat karhutla me - lum puhkan operasional pe ner - bangan di Bandar Udara Ka limarau, Berau, Kalimantan Ti - mur. Kepala Bandar Udara Ka li - marau Bambang Hartato menga takan, setelah men da pat - kan Note To Air Man (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia Nomor C8334/19 dengan isi perubahan jarak pandang ban dar udara, layanan pener bangan ditutup. “Sampai hari ini, visibility (jarak pandang) 500 me ter, sementara standar instrument approach procedure(ins - trumen pendaratan) itu mi ni - mal, jarak pandangnya 3.500 me ter,” kata Bambang.

Awalnya sejumlah maskapai menunggu kondisi cuaca me m - baik. Beberapa penerbangan se - perti Garuda Indonesia, Sri wi - jaya Air, dan Express Air me ng ala - mi delay. “Kami sampaikan per - mohonan maaf kepada peng - guna jasa transportasi udara. Kami harap masyarakat bisa me - maklumi kondisi ini,” ha rap nya. Kondisi saat ini, beberapa bandara operasional yang di tu - tup antara lain bandara Ka li ma - rau Berau, Bandara Juwata Ta - rakan, Bandara APT Pranoto Sa - marinda, dan Bandara Syamsu din Noor Banjarmasin. Dampak kabut asap mengakibatkan jarak pandang penerbangan yang terbatas.

Maskapai Nasional Garuda Indonesia kemarin mem ba tal - kan sedikitnya 12 penerbangan di sejumlah sektor pener ba ng - an domestik. Pembatalan pe - ner bangan tersebut sejalan de - ngan komitmen maskapai un - tuk senantiasa menge de pan - kan aspek keselamatan dan ke - amanan penerbangan. Vice President Corporate Se - cretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengungkapkan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan aspek ke - selamatan dan keamanan pe - ner bangan khususnya dengan jarak pandang penerbangan yang terbatas yang berisiko ter - hadap keberlangsungan ope rasio nal penerbangan.

Selain membatalkan 12 penerbangan, Garuda Indonesia juga melakukan pengalihan pe - nerbangan untuk penerbangan GA 550 rute Jakarta - Pa lang ka - raya menjadi Jakarta - Ba lik pa - pan yang kemudian me lan jut - kan penerbangan ke Jakarta. Maskapai Lion Air Group juga melakukan upaya yang sama. Corporate Com mu ni cation Strategic Lion Air Group Da nang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya me nyatakan dampak asap meng akibatkan keterlambatan keberangkatan dan ke da tang an (delay), kembali ke ban dar udara ke be rang kat an (return to base/RTB),pengalihan pen da ratan (divert), serta melakukan pembatalan pener ba ngan (cancel) di beberapa jaringan do mestik yang dilayani. Akibat dam pak asap, Lion Air Group membatalkan se ba nyak 81 pe nerbangan di wilayah Kalimantan.

Ichsan amin/ okezone