Edisi 16-09-2019
Parkir Liar di Jakarta Kian Marak


JAKARTA – Parkir liar di wilayah Jakarta semakin marak. Pemilik kendaraan seakan tak takut dengan sanksi penderekan atau penggembokan disertai denda maksimal. Adapun jumlah kendaraan yang terparkir liar diderek petugas mengalami peningkatan.

Selama satu semester 2019 se - banyak 20.059 kendaraan di - derek. Sementara tahun lalu hanya 19.261 kendaraan. Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai Dinas Per - hubungan (Dishub) tidak mung kin bisa mengatasi ken - da raan yang terparkir liar di badan jalan meskipun memiliki banyak kendaraan derek. Hal yang harus diperhatikan meng - atasi parkir liar yakni me nyiap - kan terlebih dulu fasilitas parkir off street. “Denda derek Rp500.000 per hari itu cukup mahal. Tidak mungkin orang sengaja parkir dengan alasan dendanya mu - rah. Parkir liar itu tersebar di ka - wasan perniagaan dan per - kantoran yang tidak memiliki lahan parkir. Lihat saja se - panjang Jalan Hayam Wuruk- Gajah Mada,” ujarnya kemarin.

Dia sepakat dengan pen - derekan untuk menertibkan ken daraan terparkir liar yang menjadi biang kemacetan. Na - mun, tanpa ada fasilitas pen du - kung, parkir liar tidak mungkin bisa dihilangkan. "Siapkan ang - kutan umumnya, permudah mobilitas masyarakat, jangan terus diderek," ucapnya. Parkir liar tersebar di tiaptiap wilayah Jakarta. Di Jakarta Selatan misalnya parkir liar ter - pantau di kawasan Setiabudi. Di Jakarta Pusat terdapat di ka - wasan Tanah Abang, Jalan Ke - bon Sirih, Jalan Wahid Hasyim. Di Jakarta Barat parkir liar di sepanjang Jalan Gajah Mada- Hayam Wuruk dan kawasan Kota Tua. Di Jakarta Utara ter - dapat di kawasan Kelapa Ga - ding dan Sunter.

Menurut pengamat trans - portasi Universitas Taruma na - gara Leksmono Suryo Putranto, maraknya pengguna kendara - an pribadi yang terparkir liar akibat karut-marut angkutan umum. “Apakah Pemprov DKI sudah menyediakan fasilitas parkir off street dengan jumlah dan pelayanan memadai? Ke - mu dian apabila masyarakat di - dorong meninggalkan kenda - raannya di rumah atau di lokasi park and ride, apakah sistem ang kutannya memadai dan me - menuhi masyarakat," ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, jumlah mobil yang diderek pada 2018 se - banyak 19.261 kendaraan dengan nilai retribusi yang disetor sebesar Rp9,6 miliar.

Se men - tara jumlah mobil yang diderek petugas periode Januari – Agustus 2019 mencapai 20.059 kendaraan dengan uang re tri - busi yang diperoleh mencapai Rp10 miliar. "Nilai retribusi yang masuk kas daerah akan te - rus bertambah mengingat ma - sih ada empat bulan lagi hingga akhir 2019. Tingkat kesadaran pemilik kendaraan di wilayah setempat masih rendah," ucap Syafrin. Aturan mengenai penin dak - an bagi pengendara yang parkir liar mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pa - da Pasal 62 dijelaskan petugas bakal menindak kendaraan bermotor yang berhenti atau par kir sembarangan.

Adapun tindakannya penguncian ban kendaraan; pemindahan ken - daraan dengan cara penderekan ke fasilitas parkir yang sudah di - tetapkan atau ke tempat pe - nyimpanan kendaraan ber mo - tor yang disediakan peme rin - tah daerah; hingga pen cabutan pentil ban kendaraan. UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Ang kut - an Jalan juga mengatur sank - sinya. Karena itu, upaya pe - nindakan yang dilakukan pe - tugas mengacu pada aturan ber - laku. "Kami mengimbau ma sya - rakat mengubah pola peri la ku - nya dengan parkir mobil di tem - pat yang disediakan atau beralih naik angkutan umum," kata nya.

Kepala Bidang Pe ngen da li - an dan Operasional (Dalops) Din as Perhubungan DKI Jakarta Maruli Sijabat me nga ta - kan, tidak hanya mobil yang di - derek, motor yang parkir sem - ba rangan juga diangkut pe - tugas. Untuk nilai retribusinya berbeda, jenis mobil dikenakan tarif Rp500.000, sedangkan mo tor Rp250.000. "Nilai den - danya akan terus terakumulasi bila pemilik tidak segera meng - ambil kendaraannya di tempat parkir sementara petugas," ung kapnya. Dishub telah memiliki lima tempat penampungan parkir ken daraan. Untuk Jakarta Pusat berada di IRTI Monas kemudian Jakarta Selatan berada di kantor Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Kecamatan Pan coran.

Di wilayah Jakarta Utara lahan penampungan parkir se men - tara berada di Jalan Tanah Mer - deka, Kecamatan Cilincing. Jakarta Barat berada di Rawa Buaya, Kecamatan Ceng ka reng. Untuk Jakarta Timur ber ada di Terminal Barang Pu lo gebang, Kecamatan Cakung. "Bagi ken - daraan yang diderek, me reka wajib menyetor den danya ke kas negara setelah itu diper bo leh - kan mengambil kem bali ken daraannya," kata Maruli.

Bima setiyadi