Edisi 16-09-2019
Tampilkan Kedigdayaan Budaya Indonesia


JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada Oktober nanti. Gelar kebudayaan yang pertama kali diadakan ini akan menampilkan khazanah dan kedigdayaan budaya Indonesia.

Dirjen Kebudayaan Kemen dikbud Hilmar Farid mengatakan, PKN akan digelar 7- 13 Oktober dengan rang kai an lima kegiatan utama, yaitu kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebu dayaan, ekshibisi kebudayaan, per gelaran karya budaya bangs a, dan pawai budaya. Hil mar mengatakan, PKN yang di gelar di Istora Senayan di pe r ki - rakan menyedot 15.000 pengunjung per hari. “PKN merupakan wujud im - plementasi dari agenda stra tegi pemajuan kebudayaan da lam Kongres Kebudayaan In do - nesia (KKI) 2019, yakni me nye - diakan ruang bagi ke ra gaman ekspresi budaya dan men - dorong interaksi budaya untuk memperkuat kebu da yaan yang inklusif,” tandas Hil mar pada konferensi pers PKN di Kantor Kemendikbud kemarin.

Dia mengatakan, PKN ren - ca nanya digelar setiap dua ta - hun sekali. PKN merupakan rang kaian aktivitas kebu da ya - an yang bergerak dari desa sam pai ibu kota dengan me - nye diakan ruang bagi kera - gam an ekspresi budaya, men - do rong interaksi untuk mem - perkuat kebudayaan yang in - klu sif, serta melindungi dan mengembangkan nilai eks - presi dan praktik kebudayaan na sional. Hilmar mengungkapkan, pada agenda pawai budaya nan ti akan disediakan bebe ra - pa tribune di titik-titik jalan yang akan dilalui puluhan ribu peserta pawai. Selain itu, yang me narik lagi adalah ada kom - petisi permainan rakyat yang melibatkan banyak pihak. Mu - lai dari pejabat hingga anakanak sekolah.

Sejumlah per - main an rakyat yang dilom ba - kan antara lain Gobak Sodor, Terompah Panjang, Egrang, dan Lari Balok. Dia menilai ada permainan rakyat yang dilakukan di te - ngah kaum urban seperti di Ja - karta ini justru akan me nim - bulkan interaksi yang meng hi - bur. Selain itu, juga akan di ba - ngun panggung anak yang akan memperdengarkan lagulagu anak dari para anak-anak PAUD hingga SD. “Pemerintah ingin agar anak-anak bisa mengenal, bah kan menyanyikan lagulagu anak karena anak-anak saat ini banyak terkon ta mi - nasi lagu yang tidak sesuai umur nya. Panggung ini ada - lah kesem pat an secara n a sio - nal untuk kem bali meng ang - kat lagu un tuk anak,” tan - dasnya.

Pada penyelenggaraan yang per tama kalinya, Pekan Ke bu dayaan Nasional meng - usung tema “Ruang Bersama In do ne sia Bahagia”. Tema ter - se but mengacu pada stanza ke dua lagu Indonesia Raya, tiga stanza Marilah Kita Mendoa, In donesia Bahagia. Pemilihan tema ter se but pun sesuai de - ngan pidato Pre siden Joko Wi - dodo pada pe nu tupan Kong - res Kebu da yaan Indonesia yang lalu bah wa inti dari kebu - da yaan adalah kegembiraan. Desain dan tata ruang pada penyelenggaraan PKN pun tak lepas dari khazanah budaya In - donesia.

Secara konsep vi sual ruang luar area Istora Se nayan nanti akan didesain dengan mengambil simbol-sim bol bu - daya yang dimiliki In donesia. Koreografer Denny Malik yang akan menangani pawai bu - daya mengatakan, pawai bu daya yang akan diikuti oleh 10.000 peserta ini akan men jadi pa rade kedigdayaan bu da ya In do nesia yang telah diakui seluruh dunia. Pawai yang akan ber lang sung pada 13 Ok tober ini akan me - nampilkan Ritus Nyawiji, Sua ra Anak Bang sa dan Rampak Nu - san tara, 200 Penari Indonesia Per mai, dan Variasi Baris ber ba - ris. “Ini adalah kesempatan kita untuk memperlihatkan bahwa kita ini digdaya dalam kebuda ya - an,” tandasnya.

Neneng zubaidah