Edisi 16-09-2019
550 Siswa Ikuti Olimpiade Sains Madrasah


JAKARTA - Sebanyak 550 siswa dari seluruh provinsi di Indonesia akan beradu pintar di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan berskala nasional tersebut akan dibuka hari ini dan ber lang sung hingga Sabtu (21/9) men da - tang. Ajang bergengsi ini rutin digelar Kementerian Aga ma (Kemenag) setiap tahun. Di ajang KSM, madrasahmadrasah, baik negeri maupun swasta, ditambah dari sekolah umum dalam berbagai ting - katan saling unjuk ke mam - puan dalam bidang sains dan teknologi. KSM adalah kom pe - tisi sains tertinggi dan paling diminati siswa madrasah di Indonesia. KSM digelar ber jen - jang, dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. KSM Nasional 2019 berlangsung di IAIN Manado.

”Kami memiliki program Madrasah Hebat Ber - martabat. Salah satu aksinya adalah kompetisi madrasah dalam bidang sains,” kata Di - rektur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan ter tu - lisnya kemarin. Dengan pengelolaan yang profesional, ditambah du kung - an pemerintah yang me ma dai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stig ma sekolah kelas dua. Olim piade sains (KSM) ini, me nu rutnya, bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kom - pe tisi sains. Sebab di ajang Olim piade Sains Na sional (OSN) siswa madrasah juga sudah banyak merebut peng har - gaan bergengsi me s ki pun ber - ha dapan langsung de ngan se - kolah-sekolah umum ternama.

Kontingen yang hadir di Manado terdiri atas tiga ting - katan, yaitu madrasah ibtidaiyah (MI/SD), madrasah tsa - nawiyah (MTs/SLTP), dan ma - drasah aliyah (MA/SLTA). Ber - bagai cabang yang di per tandingkan adalah Matematika Teritegrasi, Sains IPA Ter in te - grasi, IPS Terintegrasi, serta Bio logi, Fisika, Kimia, Eko no - mi, dan Geografi Terintegrasi. Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, ajang ini diarahkan untuk me - ngembangkan potensi ma drasah dalam bidang saintek. ”Kom petisi yang fair dan objektif dapat menyemai bibit unggul dan menumbuhkan sua sana persaingan yang dinamis,” katanya.

Menurut mantan Kepala Kantor Kemenag Grobogan dan Salatiga itu, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus direspons oleh madrasah agar terinte - grasi sains dan Islam secara harmonis. ”Acara semacam ini pada akhirnya akan meng hasilkan output siswa pintar berahlakulkarimah yang ber - guna untuk bangsa ke depan,” terangnya. Selain kompetisi sains, akan digelar pula Madrasah Young Researcher Camp (MY RES) 2019 yang mem pre se n tasikan dan menggelar pa me ran hasil riset dalam bidang sains, sosial, dan ilmu keagamaan anak ma - drasah se-Indonesia.

Sebanyak 1.018 proposal telah diterima, 54 judul penelitian terpilih akan mengikuti expo madrasah riset. Penemuan mereka yang beragam dan berbagai bidang me - rupakan embrio sebuah karya besar yang diharapkan dapat mengubah peradaban dunia.

Sunu hastoro