Edisi 16-09-2019
Komunitas Nelayan Butuh Lapangan Kerja


JAKARTA –Ketua Komunitas Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, berharap pembangunan di kawasan itu bisa dilanjutkan. Pasalnya, menggantungkan hidup dari laut dianggap akan semakin sulit.

Selain lokasi tangkapan ikan yang semakin jauh, hasil melaut semakin tidak pasti. Apalagi jika musim gelombang tinggi tiba, praktis tidak ada aktivitas melaut selama berbulan-bulan. “Kami ingin hidup lebih baik. Melaut saat ini semakin sulit, sementara anak-anak kami banyak yang butuh kerja. Kami harap ada upaya agar banyak lapangan kerja untuk keluarga nelayan seperti kami,” ujar Ketua Komunitas Nelayan Muara Angke Diding Setiawan di Jakarta, kemarin. Diding bercerita, saat ini makin banyak dari anak ke - luarga nelayan enggan bekerja di laut. Selain pendapatan tidak pasti, anak-anak nelayan juga ikut terpengaruh dengan per - ubahan zaman. Informasi yang mudah diakses dan pergaulan yang semakin terbuka men - jadikan wawasan anak-anak muda Angke juga makin luas.

“Bisa dihitung anak-anak ne - layan yang mau melaut. Banyak yang pilih kerja di mal atau perkantoran yang ada di sekitar Angke ini,” ujarnya. Tentang proyek pem ba - ngun an Pulau Bersama yang saat ini terhenti, H Su gianto, se - orang tokoh masyarakat Muara Angke menilai, jika mandeknya proyek pulau itu justru me ru - gikan masyarakat nelayan. Ka - re na proyek Pulau Bersama yang sudah direklamasi itu jus tru mempersulit aktivitas ne la yan jika tidak segera di lan jut kan. “Jika tidak dibangun lagi, uru kan pasir reklamasinya yang sudah sangat luas tidak bisa di - hilangkan. Kami warga Angke le bih berharap proyek ini di lan - jutkan seperti rencana Gu ber - nur agar bisa me nye dia kan la - pangan kerja,” kata Su gianto.

Sebelumnya, Real Estate In - do nesia (REI) mengapresiasi langkah Gu bernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melan - jutkan pembangunan di pulau hasil re kla masi. Pasalnya, ba nyak dam pak positif yang akan mun - cul da ri pembangunan di pulau re kla masi. Pertama, pe me rin tah akan mendapatkan pe ma sukan dari pajak. Kedua, pe nyerapan tenaga kerja. Ke ti ga, munculnya perekonomian baru. “Dengan beroperasinya pro - perti-properti di pulau rek la - ma si, akan men-generate in - come, baik langsung maupun tidak langsung sehingga meng - gerakkan perekonomian,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI Bambang Eka Jaya.

Selain itu, akan banyak penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat, termasuk masyarakat pesisir di utara Jakarta., seperti anak-anak nelayan yang tidak hanya bisa sekolah di pulau reklamasi, tapi kelak juga bisa mendapatkan pekerjaan di tempat tersebut. “Kita anggap satu ruko punya 10 staf, itu artinya jika ada seribu ruko, akan menyerap 10.000 lapangan kerja. Itu belum termasuk ge - dung-gedung dan rumah-rumah baru,” ujar Bambang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan negara akan diuntungkan dari sisi pajak atas pembangunan pulau reklamasi. “Jadi, ketika kawasan ini (pulau reklamasi) berkembang, kegiatan pereko no mian tum - buh, maka pendapatan negara meningkat,” kata Anies.

Rakhmat baihaqi