Edisi 16-09-2019
Sang Penyelamat Baru


WOLVERHAMPTON–Tammy Abraham dari Chelsea, Ansu Fati (Barcelona), dan Donyell Malen (PSV Eindhoven), memaksa Eropa memperbincangkan nama mereka.

Hampir secara bersamaan mereka lahir sebagai sang penyelamat atau “messiah” baru di klub masing-masing. Adalah kemenangan Chelsea atas Wolverhampton Wanderers yang membuat nama Tammy menjadi perbincangan. Dia mencetak tiga dari lima gol yang dilesak kan ke gawang Wolves di Molineux Sta dium, kandang Wolverhampton, Sabtu (14/9). Dua gol lainnya disum - bang kan Fikayo Tomori pada menit ke-31 dan Ma son Mount (90+6). Gol Tammy diciptakan pada menit ke- 34, 41, dan -55. He batnya, dia melakukannya di usia baru 21 tahun 347 hari saat pertandingan dilangsungkan. Catat an itu membuat dia menjadi pemain pertama yang membuat tiga gol untuk Chelsea.

Dia menya mai rekor Cristiano Ronaldo dan Delle Alli yang membuat tiga gol saat berusia di bawah 21 tahun. Sebelumnya, mantan pemain Derby County itu sudah menjadi pemain termuda Chelsea yang membuat dua gol dalam satu pertandingan ketika melawan Norwich City, dua pekan lalu. Saat itu, dia hanya kalah dari Eddie Newton dan Mark Nicholls. Newton membuat dua gol dalam satu laga pada usia 20 tahun 358 hari pada Desember 1992 saat melawan Tottenham Hotspur, sedangkan Nicholls melakukannya saat menghadapi Coventry di usia 20 tahun 225 hari pada Januari 1998. “Saya berharap ini adalah musim saya. Terus bekerja keras di sesi latihan dan pertandingan. Pada setiap pertandingan, saya ingin membuktikan pada pelatih,” kata Tammy yang kini berada di daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer bersama Sergio Aguero.

Kini banyak pendukung Chelsea berharap banyak kepada Tammy. Mereka juga mulai membandingkan pemain yang dilahirkan dari akademi Chelsea itu bisa menjadi new Didier Drogba di Stamford Bridge. Sejak kepergian Drogba, Chelsea tidak pernah benar-benar memiliki penyerang tengah yang rutin mencetak gol dan menjadi penyelamat The Blues dari kebuntuan. Tammy kini juga dianggap sudah bisa menghapus kutukan nomor punggung 9 di Chelsea yang selama ini seperti kubur - an untuk pemain besar. Sebut saja Ma - teja Kezman, Hernan Crespo, Fernando Torres, Radamel Falcao, Alvaro Morata, hingga Gonzalo Higuain.

“Dia harus bisa mempertahankan penampilannya. Aku tahu, dia haus gol. Aku sudah percaya padanya dan akan terus memberikannya kesempatan,” kata Lampard. Kelahiran penyelamat baru juga terjadi di Camp Nou saat Barcelona menjamu Valencia, Minggu (15/9). Bocah berusia 16 tahun itu adalah Anssumane Fati yang mencuri panggung pada laga tersebut. Fati membuat sejarah baru di Primera Liga dengan membuat gol dan assist di tim utama saat usianya belum genap 17 tahun. Catatan ini melengkapi apa yang telah dilakukannya saat mencetak gol ke gawang Osasuna. Gol pada menit ke-51 itu membuat namanya menjadi pemain termuda yang mencetak gol di tim utama melampaui pencapaian Lionel Messi.

“Men jadi pemain Barcelona tidak mudah. Dia fokus dan baik. Tidak normal un tuk mencetak gol dengan sentuhan pertama, memberi assist dengan yang kedua, dan hampir mencetak gol dengan yang ketiga,” kata Pelatih Barca Ernesto Valverde. Awalnya kelahiran Fati sebagai penyelamat disebabkan situasi Barca yang sedang krisis pemain. Saat Messi, Ousmane Dembele, dan Luis Suarez cedera, Valverde memanggil pemain La Masia ter sebut. Hasilnya, Fati yang memang sudah menarik perhatian sejak di La Masia langsung menjawab tantangan itu. Valverde memastikan semua pemain memiliki ruang dan kesempatan membela tim utama. Penegasan ini disampaikan, mengingat saat Fati bermain, Messi, Dembele, dan Suarez tidak berada di start ing line up .

“Sepanjang musim selalu ada ruang bagi pemain untuk tampil. Ketika mereka muncul, me reka harus melakukannya dengan baik, karena ini adalah momen mereka. Fati melakukannya dengan sangat baik ke tika dia berada di Barcelona B tim,” kata Valverde. Penampilan gemilang Fati sampai mem buat Pelatih Timnas Spanyol Robert Moreno tertarik merekrutnya. Memegang paspor Guinea Bissau ini dia sudah tinggal di Spanyol sejak usia 6 tahun. Peluangnya mendapatkan paspor Spanyol didukung fakta bahwa ayahnya, Bori Fati, sudah satu dekade bekerja di Herrera dekat Sevilla. “Federasi Sepak Bola Spanyol saat ini tengah berusaha membuat Fati bergabung, tapi semua menjadi keputusan pemain. Federasi tengah berusaha mendatangkan pemain terbaik,” katanya dikutip Marca .

Keajaiban pemain muda juga terjadi di PSV Eindhoven saat melumat Vitesse lima gol tanpa balas di Philips Stadion. Panggil saja namanya Donyell Malen. Pe - main berusia 20 tahun itu mem bo rong lima gol kemenangan PSV. Ke ber hasilan tersebut membuatnya masuk buku se - jarah Eredivisie karena menjadi pemain ketiga di bawah 21 tahun yang membuat lima gol dalam satu pertandingan. Malen sebenarnya bukan produk aka demi PSV, tapi dari Arsenal. Sempat merasakan akademi di Ajax, pemain tinggi 179 cm itu kemudian bergabung dengan tim junior Arsenal pada 2015- 2017.

Dia sempat mendapat kontrak pada 2016 dan dipanggil membela tim senior Arsenal pada pramusim di China dan Australia. Namun, karena tidak mendapatkan tempat utama, Malen memutuskan meerima pinangan PSV. Sempat membela Jong PSV, dia akhirnya mulai mendapatkan kepercayaan bersama tim utama pada musim ini. Meski dia sempat membantah jika alasan keluarnya dari Arsenal disebabkan karena paksaan. Malen membuat gol pada menit ke-18, 36, 46, 83, dan 89.

Ma’ruf

Berita Lainnya...