Edisi 16-09-2019
Musuh Fans


PARIS–Kekecewaan fans Paris Saint Germain (PSG) terhadap Neymar belum sepenuhnya mereda. Mereka tetap menunjukkan sikap antipati meski bintang asal Brasil itu tampil gemilang dan menjadi penyelamat.

Neymar yang diturunkan pertama kalinya musim ini oleh pelatih Thomas Tuchel saat melawan Strasbourg dalam lanjutan Ligue 1 di Parc des Princes, Sabtu (14/9), menjadi aktor penting kemenangan 1-0 PSG lewat gol spektakuler pada menit ke-90+3. Sayangnya, fans malah mencemooh dan mengejek Ney mar sepanjang pertanding - an. Disinyalir ini sebagai luapan kekecewaan mereka lantaran penyerang asal Brasil itu terus merengek ingin kembali ke Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu.

Proses kepindahan Neymar kandas karena PSG menilai Barcelona tidak mampu memenuhi biaya transfer yang ditetapkan. Karena itu, Neymar memahami apa yang dirasakan suporter PSG dan memilih bersikap profesional serta berkonsentrasi memberikan performa terbaik di lapangan. “Semua tahu apa yang terjadi di musim panas. Saya mengerti bahwa itu sangat sulit bagi mereka (fans). Tapi, mulai sekarang, saya adalah pemain PSG. Jika mereka ingin bersiul terhadap saya, tidak ada masalah. Saya hanya ingin berterima kasih kepada rekan satu tim saya karena telah mengizinkan saya untuk mencetak gol ini,” ungkap Neymar dilansir Reuters.

Meski demikian, pemain berusia 27 tahun itu mengajak fans untuk berjiwa besar dan mendukung PSG secara keseluruhan. Dia tidak rela jika rekan-rekan setimnya terpengaruh oleh cemoohan yang sebenarnya ditujukan kepadanya. “Ada lebih dari 25 pemain dalam skuad. Anda tidak bisa fokus pada satu pemain saja. Para pemain lain tidak pantas mendapatkan perlakuan itu. Kami memiliki tim dan kami harus mendukung klub, mendukung PSG. Ketika fans ada di belakang tim, bersamasama kita lebih kuat,” ujar Neymar. Kedewasaan Neymar saat bersikap mendapatkan pujian dari Tuchel.

Dia menilai pemain bernomor 10 tersebut merupakan profesional sejati. Tuchel yakin dalam beberapa pekan berikutnya performa Neymar bakal jauh lebih baik. “Tidak mudah karena Neymar adalah orang yang sensitif. Tapi, dia melakukannya dengan baik. Tidak mudah bagi fans setelah apa yang terjadi di bursa transfer. Neymar bisa bermain lebih baik. Dia membutuhkan beberapa laga untuk menemukan ritme yang tepat. Kemampuan fisiknya bisa membuat permainan kami lebih cepat. Neymar memiliki kualitas mengubah jalannya pertandingan,” ucapnya. Berbeda dengan Neymar, sambutan hangat justru diberikan kepada dua rekrutan anyar Les Parisiens , Keylor Navas dan Mauro Icardi.

Navas yang diboyong dari Real Madrid senilai 13 juta euro diturunkan sebagai starter di bawah mistar gawang. Sedangkan Icardi masuk pada pertengahan babak kedua menggantikan Eric Maxim Choupo-Moting. Penampilan keduanya terbilang baik. Keberadaan Neymar, Navas, dan Icardi mengukuhkan PSG di puncak klasemen sementara Ligue 1 dengan 12 poin. Kemampuan ketiganya sangat dibutuhkan PSG saat menjamu Real Madrid pada pertandingan Grup A, Kamis dini hari (19/9). Apalagi penguasa Prancis itu kabarnya masih belum bisa menurunkan Kylian Mbappe, Edinson Cavani, Julian Draxler, dan Thilo Kehrer karena masih cedera.

Di lain pihak, Strasbourg semakin terpuruk di Ligue 1. Mereka belum mencicipi kemenangan dari lima pertandingan yang dijalani, yakni tiga imbang dan dua kalah. Imbasnya, Le Racing harus turun ke posisi 18 klasemen sementara dengan tiga poin. “Kami telah melakukan apa yang harus dilakukan. Sayangnya, pertandingan berlangsung 94 atau 95 menit dan ada peristiwa yang tidak terduga. Ini cukup kejam. Kami sempat menyerang dan mendapat peluang. Tapi, kami tidak memaksimalkannya. Namun, saya bangga dengan para pemain,” kata Pelatih Strasbourg Thierry Laurey.

Alimansyah