Edisi 16-09-2019
Pep: Jangan Harap Kami Terus Menang


NORWICH - Ambisi Manchester City (Man City) memenangi Liga Primer untuk ketiga kalinya secara beruntun tampaknya bakal sulit terwujud. Soalnya kekalahan di kandang Norwich City membuat The Citizens kini tertinggal cukup jauh dari Liverpool.

Dengan keunggulan head to head yang terhitung sejak 2 Novem ber 2013, di mana pernah mencatat tiga menang dan dua imbang, Man City harusnya bisa berpesta di Carrow Road, Sabtu (14/9). Tapi, faktanya tim asuhan Pep Guardiola itu malah takluk 2-3. Tunduknya Man City tidak le pas dari dua gol Norwich di babak pertama yang dicetak Kenny McLean (18) dan Todd Cantwell (28). Tim tamu sempat mem balas lewat Sergio Aguero se be lum jeda. Namun, tertinggal lagi 1-3 setelah Teemu Pukki me nak lukkan kiper Ederson Moraes pada menit ke-50.

Harapan sem pat mun cul setelah Rodri Her nandez memangkas defisit gol se be - lum laga usai. Namun, tuan ru - mah tetap menang karena ti dak ada lagi gol yang tercipta. Al ha sil, Man City harus menelan ke ka - lah an pertamanya musim ini. Hasil negatif itu membuat Man City terpaut lima poin dari Liverpool yang sukses menjaga rekor sempurna. The Reds terus memenangi lima laga pertama - nya dengan melakukan come - back saat menjamu Newcastle United di Anfield. Tertinggal 0-1, Sadio Mane dkk akhirnya berhasil unggul 3-1.

“Orang-orang tidak bisa ber harap kami terus menang atau mendulang 100 poin setiap mu sim. Kami akan bangkit dan kembali lagi ke jalur kemenangan. Terkadang pertandingan se perti ini terjadi. Kami mendapat cukup peluang, namun tidak menjadi gol,” ujar Guardiola dilansir reuters . Kondisi ini dipercaya bakal menghambat langkah Man City untuk kembali merajai Inggris. Pasalnya, pada musim 2017/ 2018, mereka menjuarai Liga Primer dengan meraup 100 poin hasil 32 kemenangan dan hanya kalah dua kali. Sedangkan mu - sim lalu, Man City kembali jadi juara setelah mengum pul kan 98 poin dan hanya menelan empat kekalahan serta dua kali imbang.

Patut dicatat pula, selama dua musim itu Man City baru terpeleset pada Desember atau minimal setelah 15 laga. Artinya dengan terjungkal pada partai kelima, menjadi indikasi kalau keberuntungan Man City mulai memudar. Nyatanya, sejumlah rival mulai mengejar. Man ches - ter United (MU) kini cuma ter - pisah dua poin lantaran masuk jajaran empat besar seusai me - nundukkan Leicester City 1-0. Tottenham Hotspur juga naik ke posisi tiga dengan delapan poin setelah melibas Crystal Palace empat gol tanpa balas. “Inilah sepak bola. Kami pu nya banyak kesempatan pada pertandingan ini. Sedangkan la wan hanya pu - nya tiga atau em pat dan men - cetak empat gol,” ujar Guardiola.

Apa pun itu, Man City tidak punya waktu untuk meratap. Se - bab laga lebih berat sudah menan ti, yakni melakoni laga per tama penyisihan Grup C Liga Champ ions kontra Shakhtar Do netsk di Oblasny Sport Komplex Metalist, Kamis (19/9). Hal paling utama yang harus di be - nahi Guardiola tentu saja lini belakang. Maklum, aki bat ab - sen nya Aymeric Laporte selama enam bulan karena ce dera lutut, Man City hanya bisa meng andal - kan John Stones dan Otamendi di jantung pertahanan.

M mirza




Berita Lainnya...