Edisi 16-09-2019
Laga Pembuka Jalan


JAKARTA – Peringatan itu disampaikan Filipina kepada Indonesia saat menghadapi Kepulauan Mariana Utara di Stadion Madya, Sabtu (14/9), di Kualifikasi Piala AFC U-16 Grup G Zona Asia Tenggara.

Filipina secara meyakinkan menang tujuh gol tanpa balas. Kemenangan ini mungkin terasa biasa jika melihat lawannya hanya Mariana Utara, federasi yang menempati peringkat 237 dunia di level senior dan baru mendapatkan hasil imbang pertama pada 2010 serta meraih kemenangan pada 2014. Mariana Utara sejatinya baru bergabung ke AFC pada 2009. Ditambah lagi, Indonesia bisa mendapatkan kemenangan 18 gol pada 2017 saat Kualifikasi Piala AFC U-16 . Kala itu skuad Garuda Mudaditangani Fakhri Husaini dengan materi yang sekarang membela timnas U-19. Mungkin alasan itu pula membuat Pelatih Filipina tidak sepenuhnya tenang jelang laga melawan Indonesia di Stadion Madya, nanti malam.

Kemenangan tujuh gol tanpa balas atas Mariana Utara belum bisa menjadi garansi skuad akan melenggang melawan pasukan Bima Sakti. “Indonesia di AFF lalu terlalu kuat bagi kami,” kata Pelatih Filipina Roxy Dorlas dalam sesi jumpa pers. Dorlas ingat betul bagaimana Filipina memiliki rekor tidak bagus saat berhadapan dengan Indonesia. Seperti pada pertemuan terakhir di Piala AFF U-15, skuad Garuda Mudabisa melesakkan empat gol tanpa balas. Gol Indonesia dilesakkan oleh Marselino pada menit ke-25, Wahyu (30), Marcell (38_pen), dan Alexandro (65). Alasan lain, Indonesia akan bermain di depan pendukung sendiri yang membuat atmosfer pertandingan pasti berbeda.

“Kami sudah bekerja keras demi memastikan persiapan, untuk melawan Indonesia yang punya kedisiplinan saat bertahan dan kuat dalam menyerang,” kata Roxy. Bima juga tak mau memandang remeh Filipina meski diunggulkan head to head. Menurut dia, setiap pertandingan akan berbeda, apalagi pertemuan terakhir terjadi di ajang Piala AFF. Legendaris timnas Indonesia itu memastikan semua pertandingan adalah penting, tapi dia ingin fokus ke pertandingan demi pertandingan.

“Semua tim bagus sehingga saya katakan kepada pemain jangan pernah menganggap remeh lawan. Saya sudah sampaikan kepada pemain setiap pertandingan penting. Kami melawan Filipina harus maksimal, harus fokus, dan harus memberikan yang terbaik. Tapi, saya tegaskan, kami akan fokus ke pertandingan demi pertandingan,” tutur Bima.

Sejarah perjalanan Indonesia di Piala Asia U-16 tidak selalu berlangsung mulus. Tahun lalu, saat menjadi tuan rumah menjadi salah satu pencapaian terbaik skuad Garuda Muda. Tim yang saat itu ditukangi Fakhri Husaini berhasil menembus babak perempat final. Saat itu Indonesia berhasil menjadi juara Grup C dengan hasil satu kemenangan dan dua kali imbang. Hasil tersebut membuat Indonesia bertemu Australia di perempat final. Hasilnya, Indonesia harus menyerah dengan skor 2-3. Penampilan di edisi 2018 itu menjadi comebacksetelah absen selama dalam tiga edisi terakhir.

Bicara persiapan, apa yang dilakukan timnas U-16 terbilang komplet. Setidaknya, sepanjang 2019 dari 13 pertandingan yang telah dijalani, Marcel Januar dkk hanya menelan dua kekalahan. Masing-masing melawan Qatar dengan skor 1-2 dan Thailand 0-2. Selebihnya, Indonesia mendapatkan enam kemenangan dan laga lainnya berakhir imbang. Selain Filipina, Indonesia akan berhadapan dengan Brunei Darussalam, China, dan Mariana Utara.

“Yang pasti, kita sudah pernah ketemu Filipina, Brunei juga lihat kemarin pertandingannya di Piala AFF, kemudian Mariana Utara sudah pernah meski pelatihnya berbeda,” kata Bima.

Ma’ruf