Edisi 16-09-2019
Indonesia Kalah Kelas dari Selandia Baru


JAKARTA– Tim Indonesia mendapatkan pelajaran berharga ketika tampil di Piala Davis Grup II zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 14–15 September.

Pasukan Merah Putih harus mengakui keunggulan Selandia Baru 1-3 di pertarungan tersebut. Kekalahan tim Indonesia di pastikan setelah ganda putra Anthony Susanto/David Agung Susanto menyerah dari pasangan Marcus Daniell/Michael Venus dengan skor 0-6, 2-6. Sebelumnya, Indonesia sudah tertinggal dua poin se - telah dua tunggalnya, Muham - mad Rifqi Fitriadi dan David Agung Susanto menyerah dari lawan-lawannya pada hari pertama, Sabtu (14/9). Kapten Tim Indonesia, Febi Widhianto, mengatakan para pemain Indonesia sudah menunjukkan permainan ter baik - nya selama pertandingan ini.

Namun, dia juga tidak menam - pik bahwa timnya memang ma sih kalah kelas dengan Selandia Baru yang diperkuat Venus, ju ara ganda putra grand slam Pran cis Terbuka 2017. Tapi, dia berharap hasil ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk per si ap an SEA Games 2019 di Fili pi na. “Kita tidak bisa lihat dari faktor negatif, secara keselu - ruh an anak-anak sudah mem - berikan permainan terbaik. Mereka sudah meningkat sedikit lebih baik. Ke depan ada SEA Games dan ada Davis Cup (playoffbertahan Grup II zona Asia/Oseania) lagi Maret tahun depan. Ke depannya kita harus bisa lebih fokus lagi untuk mereka,” katanya.

Sedangkan satu poin diha - sil kan Indonesia diciptakan oleh Ari Fahresi yang sukses mengalahkan Ajeet Rai dengan skor 6-3, 2-6, 10-7 di nomor tunggal, kemarin. Keme nang - an ini tentu menjadi kejutan bagi semua pihak, khususnya dirinya yang sempat hanya menganggap laga itu untuk tambahan pengalamannya bertanding di ajang Piala Davis. Namun, petenis berusia 17 tahun itu mampu menunjukkan permainan terbaiknya dan mendapatkan satu-satunya poin untuk Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap kemenangan ini bisa memberikannya motivasi untuk bisa lebih berprestasi di masa depan. “Saya mungkin sempat dianggap remeh akan kalah. Tapi, saya buktikan permainan saya yang terbaik di pertandingan ini. Saya senang bisa menang di laga debut saya di Piala Davis,” ucap Aris.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti) Rildo Ananda Anwar akan melakukan evaluasi setelah Piala Davis 2019. Dia mengakui bahwa para petenis Indonesia memang kalah kelas dari Selandia Baru mulai dari rangking hingga skillpermainan. Oleh karena itu, Rildo akan berusaha memberikan jam terbang lebih banyak kepada atletnya untuk bertanding di tur namen internasional.

“Kita akan evaluasi. Kita me lihat permainan terakhir mereka (ganda), kita tidak menyangka mereka akan sehebat itu. Kita memang jauh di bawah kelas dari Selandia Baru. Jadi, kita akan memberikan jam terbang lebih banyak lagi kepada para atlet. Dan juga akan eva - luasi pemain yang akan turun di tunggal dan ganda yang sekaligus sebagai persiapan jelang Sea Games 2019,” ucap Rildo.

Raikhul amar

Berita Lainnya...