Edisi 16-09-2019
Maliq & D’Essentials 17 Tahun Berkarya


GRUPband Maliq & D’Essentials merayakan 17 tahun berkarier di industri musik Tanah Air dengan melakukan rekaman di studio Abbey Road, London, Inggris. Selain itu , mereka merilis “ Maliq & D’ Essentials: Essential Hits DVD Recorded Live in London “ .

Maliq & DíEssentials me - nandai perjalanan kariernya di dunia musik Tanah Air selama 17 tahun dengan cara isti me - wa. Grup musik yang terdiri dari Angga Puradiredja (vokal), Indah (vokal), Arya Aditya Ra - madhya atau Lale (gitar), Widi Puradiredja (drum), Jawa (bass), dan Ilman Ibrahim (key - board ) itu melakukan rekaman di Abbey Road Studios, Lon - don, Inggris. Kesempatan istimewa itu juga dimanfaa tkan dengan merilis album baru ber tajuk “Maliq & D’ Essen - tials: Essential Hits Recorded Live in London”. Proses rekaman di studio yang telah menjadi tempat sakral dan bersejarah bagi musisi besar dunia, termasuk The Beatles itu, pada bulan Februari 2019.

“Jujur ini merupakan salah satu mimpi besar kami sebagai musisi. Biasanya hanya mixing dan mastering untuk album melalui aplikasi. Kali ini bisa dapat kesempatan untuk re - kam an langsung di Abbey Road,” ujar Widi Puradiredja, seusai peluncuran “Maliq & D’ Essentials: Essential Hits DVD Recorded Live in London” di Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Adik kandung musisi Eki dan Angga Puradiredja ini mengatakan proses rekaman itu sudah mulai dirancang sejak akhir 2018. Saat itu mereka berencana membuat kumpulan lagu terbaik Malliq & DíEssentials dalam bentuk DVD.

Nah, agar makin istimewa, proses rekamannya dilakukan di Abbey Road. Beruntung keinginan itu dapat mudah terwujud. Bahkan, dalam proses peng ga - rapan nya, mereka dibantu oleh Andrew Dudman sebagai recording engineer dan Geoff Pesche sebagai mastering engi - neer . Keduanya sudah lama berkecimpung di dunia musik. Nama Pesche dikenal di in dus - tri musik Inggris dan terlibat dalam pembuatan sejumlah album untuk Coldplay, Base - ment Jazz, dan Gorillaz. Sementara Dudman adalah seorang senior recording engi - neer yang selama 21 tahun menjadi engineer di Abbey Road. DVD Maliq & D’Essentials berdurasi 73 menit dan berisi 12 lagu dengan live performance mereka.

Angga Puradiredja mengata kan, tantangan dalam mem - buat album DVD itu adalah mengemas puluhan lagu hits mereka yang tersebar di berbagai album. Total ada 12 lagu yang terpilih yang diharapkan mampu mewakili perjalanan 17 tahun mereka dalam ber karya. Beberapa lagu seperti Terdiam , Dia , Pilihanku , dan Setapak Sriwedari turut disertakan di album tersebut. Di samping itu, Maliq & D’Es sentials juga memasukkan satu lagu baru berjudul Senja Teduh Jelita . Namun, proses rekaman berjalan ketat. Pasalnya, me - reka hanya diberikan waktu 10 jam untuk merekam 12 lagu itu. “Semua take live main semua, tiap lagu diulang dua kali. Jadi, total 24 take dan kami juga membuat video ngobrol santai kisah di balik lagu di tengah keramaian Primrose Hill, sebuah taman yang punya latar peman dan g - an alam Kota London yang in - dah,” ucap vokalis, pemilik nama lengkap Ksatria Graha Puradiredja itu.

Perjalanan Maliq & D’Es - sen tials di kancah musik In - donesia memang patut di - apresiasi tinggi. Selama 17 tahun band ini telah meng - alami beberapa kali pergantian personel. Namun, hal itu tak membuat mereka kehilangan semangat dan sentuhan meng - hasilkan karya terbaik. Ma - suknya Ilman Ibrahim justru memberikan sentuhan musik easy listening dan disukai banyak orang. Begitu juga dengan keha - dir an vokalis band Maliq & D’Essentials, Rivani Indriya Suwendi atau Indah. Dia mengaku nyaman bersama grup bandnya selama belasan tahun ini. Meski jadi satusatunya personel perempuan dalam band ini, Indah merasa amat dihargai. Dia pun tak pernah minta diperlakukan spesial oleh rekan-rekan pria - nya.

”Kenapa di Maliq ini awet sampai 17 tahun, karena setiap personel punya perannya masing-masing dan kita masing-masing personel su - dah tahu kelebihan ke ku rang - an masing-masing, dan kita bisa menerima kekurangan,” ucap Indah. Rencananya, Maliq & D’Es - sentials juga akan merayakan 17 tahun bermusik bersama penggemar. Namun, rencana itu masih dalam rancangan. “Kami pengin merayakan 17 tahun bersama fans tapi pengin lihat responsnya dulu seperti apa, nuansanya seperti apa, tapi fans sudah kita libatkan ya dari mulai sebelum berangkat ke London, di London, sampai sepulang dari sana.

Justru mereka bertanya kapan keluarnya album ini karena kita selesai rekaman itu bulan Februari. DVD yang menjadi bing - kisan manis untuk penggemar ini dijual di lebih dari 700 gerai KFC di seluruh Indonesia sejak awal September. Sementara itu, untuk pendistribusiannya, album “Maliq & D’Essentials: Essential Hits Recorded Live In London” bekerja sama dengan Jagonya Musik Indonesia & Sport Indonesia sehingga bisa didapatkan di seluruh gerai KFC di Indonesia. “Ini adalah DVD musik pertama yang dirilis KFC Indonesia. Saya harap ini akan jadi permulaan yang bagus untuk ke depannya,” ujar Steve Lillywhite, CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia.

Band Maliq & DíEssentials pertama merilis album di industri musik pada 2004 dan album terakhir medio 2017. Sejak 2005 hingga 2018, Maliq & D’Essentials selalu hadir dan tak pernah absen mengisi panggung even t festival musik Java Jazz Festival, Soundre - naline, Syncronize dan festival musik di Tanah Air.

Thomasmanggalla