Edisi 18-09-2019
Pembakaran Hutan Terorganisasi


JAKARTA –Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini membekap sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan, disinyalir bukan sekadar akibat peristiwa alami.

Diduga kuat ada pihak yang sengaja membakar lahan untuk kepentingan ekonomi dan dilakukan secara terorganisir. Tindakan mereka tentu tidak bisa ditoleransi karena dampaknya bukan hanya merusak ekologi semata, melainkan juga kehidupan masyarakat secara luas. Karena itu, siapa pun pelaku ke - jahatan tersebut—baik korporasi maupun individu—harus ditindak tegas.

Indikasi adanya tindakan sengaja membakar lahan dan hutan juga ditemu kan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan peninjauan di lokasi karhutla di Merbau, Riau. Mantan wali kota Solo itu bahkan menduga pembakaran dilakukan se - cara terorganisasi.

“Kalau kita lihat luasannya besar sekali, ini terorganisasi. Nanti Polri coba tanya - kan ke Kapolri penanga - nan nya secara detail seperti apa,” ujar Jokowi, yang didam - pingi Menko Polhukam Wiranto, Pang - lima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Ke - hutanan Siti Nurbaya.

Jokowi kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bakar lahan, baik hutan maupun gambut. Dia pun kembali mengingatkan adanya upaya hukum yang dilakukan baik korporasi maupun perorangan yang melakukan pembakaran.

Hingga kemarin, Polri telah me laku - kanpenindakanterhadapkorpo rasimau - pun individu yang melakukan pem bakar - an. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo meng - ungkapkan sudah lima korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ke bakar an hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Adapun untuk tersangka perorang - an yang sudah dijerat sebanyak 218 orang. “Tambahan (satu) korporasi dari Polda Sumsel. Jadi, ada lima korporasi (sebagai tersangka),” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Baik korporasi maupun individu di - maksud diusut di se jum lah polda se-Indo - nesia.

Rincian nya, di Polda Riau ter dapat 47 tersangka perseorangan dan satu ter sangka korporasi; Polda Sumatera Selatan ada 18 tersangka individu; Polda Jambiada14tersangkaindividu. Kemudian Polda Kalimantan Selatan mengusut 2 tersangka individu; Polda Kalimantan Tengah terdapat 45 tersangka individu dan 1 tersangka korporasi; dan Polda Kalimantan Barat ada 59 tersangka individu dan 2 tersangka korporasi.

Dari total tersangka tersebut, 11 kasus perorangan masuk tahap penyelidikan serta 95 kasus perorangan dan empat kasus korporasi sudah masuk tahap penyidikan. Selain itu, 40 kasus per - orang an tahap 1, 2 kasus per - orang an dalam tahap P19, 2 ka - sus perorangan sudah lengkap berkasnya atau P21, serta 22 kasus perorangan tahap II.

Dedi menjelaskan, penegakan hukum terhadap para pelaku penyebab kar hutla dilakukan beriringan sebagai efek jera untuk mencegah agar para pelaku tidak mengulangi perbuatan me reka kembali. “Masalah pene - gakan hukum segera diselesai - kan, baik di tingkat polres maupun polda,” tegasnya.

Berdasarkan penyelidikan Polri, banyaknya hutan yang terbakar dipengaruhi musim kemarau El Nino. Namun demikian, kar hutla yang terjadi paling banyak disebabkan oleh ulah manusia. “Pada saat peninjauan Wakapolri dan TNI di Riau me mang disimpulkan 99 persen karhutla itu adalah faktor ma nusia,” kata mantan wakapolda Kalteng ini.

Dia pun menandaskan, Polri akan terus mengejar pihakpihak yang bertanggung jawab dalam kebakaran hutan. “Polri concern pendekatan hukum ter - hadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan, baik secara unsur sengaja maupun unsur kelalaian,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan telah membentuk tim dari unsur Itwasum dan Propam untuk mengecek penegakan hukum jajarannya terkait karhutla. Tito bahkan mengancam akan mencopot kapolda hingga kapolsek yang gagal mengatasi karhutla.

“Kalau seandainya di polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau kapolda, kapolres, kapolsek, out.

Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini,” ujar Tito seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Novotel Pekanbaru, Riau, Senin (16/9). Sebaliknya, Tito juga menjamin jajarannya yang berhasil dalam penegakan hukum ter kait karhutla mendapat penghargaan.”

Kedua, seandainya mereka berhasil melakukan penangkapan, sesuaidengan grade-nyabedabeda tiap polda, kita berikan reward.

Mau se kolah, promosi, termasuk kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), sehingga dengan rewardand punishment ini mereka ter pacu,” katanya. Polri sendiri sudah menerjunkan tim dari Bareskrim un tuk memantau karhutla yang disebabkan oleh korporasi. Tito menambahkan, sejauh ini belum ter lihatadanyaper kebunanyang terbakar.

Yang terbakar adalah kawasan hutan dan semak. Berdasarkan indikasi ini, diduga kuat ada pihak yang sengaja melaku - kan pembakaran. Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin men dorong aparat untuk bertindak tegas terhadap pelaku pem bakaran. Dia pun mengutip data Badan Nasional Penang gulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan bahwa 90% penyebab karhutla akibat ulah manusia.

“Jadi ada kesengaja an. Dibulan5-6, pemerintah sudah diingatkan akan terjadi kemarau panjang sehingga rentan kebakaran,” ujar Andi dalam Diskusi Forum Legislasi bertajuk “Karhutla Kian Luas, Apa Kabar Revisi UU PPLH?” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Dia menekankan, yang perlu diusut adalah keterlibatan korporasi besar di belakang kasus terjadinya pembakaran hutan. Dia menyebut data KPK tentang laporan adanya jutaan hektare hutan dirambah secara ilegal dengan potensi kerugian ribuan triliun. ”Di sana ada potensi penyalahgunaan izin, perambahan hutan, kerusakan hutan,” tutur politikus PKS ini.

Andi lantas meminta pihakpihak terkait berani membuka ke publik di mana saja spot-spot yang menjadi titik awal kebakaran. Hal ini harus diungkap karena akan terlacak perusahaanperusahaan besar yang menjadi biang kerok kebakaran. “Titik kebakaran, di spot mana, berani nggak diungkap ke publik? Perusahaan mana saja.

Selama ini perusahaan yang besar karena punya koneksi dan bukti-bukti yang dibawa ke pengadilan lemah sehingga tidak bisa diusut. Jadi harus ada tindakan tegas,“ pintanya. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau seluruh kepala daerah dan pejabat daerah untuk tidak melindungi korporasi yang berperan dalam perusak an serta kebakaran hutan dan lahan di daerah.

“Pemda jangan meng - halang-halangi, pemda jangan ada yang kongkalikong. Kalau memang (korporasi) salah, ya harus ditindak tegas dan pemda harus mendukung penuh itu,” kata Tjahjo di Tangerang Selatan, Banten, kemarin. Tjahjo mengingatkan bahwa kepala daerah harus meng uta - makan kepentingan rakyatnya.

Kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat saat ini harus menjadi prioritas bagi pemerintah daerah dibandingkan kepentingan pengusaha. Dia mengaku imbauan terkait penanggulangan dampak karhutla tersebut telah disampai kan ke seluruh kepala daerah melalui dua radiogram yang dikeluarkan sejak sebulan lalu.

Dalam radiogram tersebut, Mendagri antara lain meng instruksikan kepada pemda untuk menganggarkan dana tidak terduga lewat APBD untuk mengatasi bencana asap tersebut.

Segala Upaya Dilakukan

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah mengerahkan segala upaya untuk menangani karhutla yang terjadi di Riau. Pagi ini Presiden Jokowi bersama dengan segenap elemen terkait akan meninjau langsung sejumlah titik untuk memastikan penanganan maksimal berjalan sebagaimana mestinya. “Segala usaha sudah dila ku - kan.

Yang di darat (pema dam an) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin da tang total nya 5.600 (pasukan),” ujarnya d iPangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekan baru. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan water bombing di lokasi karhutla.

Setidaknya, 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut. Dia pun sempat menin jau kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran. “Ini mau berangkat (pesawat penyemai) hujan buatan.

Jumat lalu juga sudah kita pe rintahkan, sudah diterbangkan dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam. Karena awannya ada, kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini,” imbuhnya.

Meski upaya maksimal telah dilakukan, Jokowi mengakui bahwa api sudah telanjur membesar dan meluas. Dia kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin memb esar. ”Segala upaya kita lakukan., tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian.

Ini api satu (terdeteksi) langsung padam kan, satu padam. Itu yang benar,” tuturnya. Sebelum melakukan peninjauan tersebut, Presiden sempat melaksanakan ibadah salat Istiska di Masjid Amrullah, KompleksPangkalanTNIAURoesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru. Salat ini dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah SWT.

Bertindak selaku imam adalah Dr Khairunnas Jamal MAg. Sementara ber tindak sebagai khatib ialah Dr H M Fakhri MA. Dalam doanya selepas ceramah, khatib me mimpin doa untuk memohon hujan agar kebakaran yang me landa lahan di Riau dan wilayah lainnya lekas padam. “Insyaallah, hujanakanturun.

Semoga dalam waktu yang singkat, Allah turunkan hujan. Hujan yang menghilangkan kabut asap ini. Hujan yang mendatangkan rahmat,” ucap khatib sebagaimana keterangan tertulis dari Biro Pers Istana, Selasa (17/9).

Turut melaksanakan salat Istiska tersebut di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menpupera Basuki Hadi muljono, Men sos Agus Gumi wang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ka polri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

dita angga/ abdul rochim/ant