Edisi 18-09-2019
Pemerintah Siapkan Ruang Belajar Bebas Asap


JAKARTA –Ruang belajar bebas asap akan dibangun di sekolah yang terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekolah yang terdampak dalam jangka waktu lama akan mendapat prioritas, terutama SMK yang siswanya mesti praktik di sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mu had jir Effendy mengatakan, jika memang kondisi kebakaran hutan ini berlangsung lama ma ka ruang belajar bebas asap akan dibangun di sekolah terdampak.

Mendikbud menjelaskan tentu tidak semua sekolah akan di bangun ruang kelas bebas asap. Salah satunya adalah SMK yang akan di bangun ruang be bas asap tersebut, sebab siswa SMK harus te - tap ke sekolah ka rena mereka ba nyak melakukan belajar prak tik di sekolah.

“Kita akan segera rapatkan untuk membangun atau me - nyia p kan ruang belajar bebas asap. Tapi nanti akan kita lihat. Sampai berapa waktu ini. Kalau hanya satu minggu saja enggak perlu. Tapi kalau mem butuhkan satu bulan misalnya,” katanya di kantor Kemendikbud.

Dia mengatakan, ruang belajar bebas asap ini sebetulnya sudah dipakai di sekolah un tuk mengatasi asap akibat kar hutla yang terjadi pada 2015 lalu. Ruangan ini di bangun atas kerja sama Kemendik bud de ngan ITB. Dia menjelaskan, ruang belajar bebas asap ini lalu ti dak dipakai lagi pada 2016 hing ga 2018 karena kondisi sekolah di daerah terdampak karhutla dinilai sudah aman.

“Jadi kalau nanti situasi semakin parah, tidak mungkin anak kita biarkan tidak masuk sekolah. Maka nanti akan kita minta sekolah membangun, men desain, atau merancang ruang belajarnya itu menjadi ruang belajar bebas asap. Teknologinya sederhana dan murah,” ungkap Mendikbud.

Mantan rektor Universitas Mu hammadiyah Malang ini menjelaskan, teknologi yang dipakai tidak membutuhkan dana banyak sebab sistem ruang belajar bebas asap yang diinovasikan ITB ini hanya membutuhkan beberapa peralatan sehingga ruang kelas bebas dari partikel berbahaya.

Pertama, jendela dipasang penyaring untuk menyaring partikel berbahaya dari asap. Selanjutnya, tutur Muhadjir, di dalam ruang kelas di pasang kipas angin untuk sirkulasi udara serta kipas untuk menyerap udara keluar kelas, sehingga se cara otomatis meski ada udara yang masuk dari luar, namun mereka akan cepat disedot lagi keluar ruangan agar ruang be la - jar tidak pengap.

“Kemudian di dalam di sa - rankan ada akuarium untuk men jaga kelembapan dan un - tuk menjaga agar pergantian produksi oksigen bisa berjalan dengan baik. Kalau tidak ada akuarium bisa timba ada ikan - nya, juga tanaman-tanaman in - terior yang bisa produksi ok - sigen ditaruh di ruang-ruang itu,” jelasnya.

Mendikbud menyampaikan, sampai saat ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah terdampak karhutla masih relatif aman. Kemendikbud memberikan kewenangan penuh pada masing-masing daerah untuk meliburkan sekolah, karena ada yang sudah libur sampai sembilan hari dan ada juga yang hanya tiga hari, karena bergantung pada tingkat keparahannya.

“Jadi, variasi (libur sekolah). Ini sudah ada koordinasi dinas dengan sekolah. Saya beri wewenang penuh. Misalnya hari ini dinas instruksikan libur, ya libur. Kalau aman, ya masuk. Flek sibel saja. Termasuk penanganannya ada proses belajar yang dikontrol sekolah, bahkan ada ujian yang dilaksanakan di rumah juga ada,” terangnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merekom en - dasikan agar sekolah me nyi ap - kan strategi pembelajaran ber - basis daring atau aplikasi di in - ternet, sehingga siswa yang ber - ada di wilayah bencana asap, te - tap bisa mengikuti pem be la - jaran tanpa harus keluar rumah.

“Yang sederhana, para wali kelas dan siswa dapat membentuk grup per kelas, tugas-tugas dari para guru bidang studi dapat dikirimkan melalui grup WA (WhatsApp). Bagi yang tidak paham tugas tersebut, mereka dapat berdiskusi de ngan gurunya langsung,” kata Komisioner KPAI Bidang Pen didikan Retno Listyarti.

Retno menjelaskan, tugastugas tersebut dapat dikumpulkan saat masuk sekolah kembali. Tugas juga bisa dikirim melalui email si guru sehingga para guru juga bisa tetap bekerja di rumahnya guna mengoreksi tugas para siswanya.

Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti. Selain itu, KPAI juga mendorong para orang tua untuk memfasilitasi paket internet anak-anaknya untuk keperluan pembelajaran secara daring. Para orang tua juga wajib mendampingi, membimbing, dan mengawasi anak-anaknya selama anak belajar di rumah.

neneng zubaidah