Edisi 18-09-2019
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4,7 Kg Sabu lewat Jasa Ekspedisi


SURABAYA – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan 4,7 kg sabu.

Dalam kasus ini, Korps Bhayangkara tersebut mengamankan dua pelaku, yakni SN, 28, dan DI, 37. Kedua nya merupakan warga Sidoarjo. Guna mengelabui petugas, kedua pelaku memasukkan barang haram tersebut kedalam karung. Karung tersebut lantas dimasukkan ke dalam tas.

Tujuannya agar seolaholah ba rang tersebut meru pakan ba rang legal pada umum - nya. “Kita tidak main-main kalau soal narkoba. Kita harus mam pu menjamin bahwa war - ga Su ra baya terbebas dari ba ha - ya ba rang ini,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nu groho di Polrestabes Surabaya kemarin.

Dia mengungkapkan, penyelundupan sabu dalam jumlah besar ini terungkap setelah pihaknya mendapat informasi ada pengiriman sabu dari Ja - karta. Rencananya, bubuk kris - tal tersebut dikirim ke Surabaya. Barang tersebut dikirim de ngan menggunakan jalur darat.

“Kami dapat informasi, narkoba itu diambil pada Jumat (13/9) sekitar pukul 17.00 WIB di kantor ekspedisi PT PKS di Sidoarjo oleh DI. Tepatnya di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo,” ujar Sandi. Lalu pada Sabtu (14/9) sekitar pukul 04.00 WIB, anggota berhasil mengamankan DI di rumahnya di Sidoarjo.

Dari keterangan DI, paket sabu tersebut telah diserahkan kepada tersangka SN. Pada hari itu juga, petugas berhasil mengamankan SN. Dari tangan SN dite mu kan barang bukti berupa tas ransel hitam yang di dalamnya berisi 20 bungkus plastik berisi sabu seberat 4,7 kg.

“Hasil pe me riksaan SN, dia men da patkan sabu itu dari BR (DPO) dengan cara di kirim melalui ekspedisi,” urai Sandi. Menurutnya, peran SN hanya mengambil barang, menyimpan barang, dan mengantar barang kepada pemesannya, dengan menunggu perintah dari BR (DPO) melalui telepon.

Peran DI selaku kurir atau kaki tangan dari SN untuk meng ambil barang dan meng - an tarkan kepada para pemesan yang diperintah oleh BR. “Untuk sekali pengiriman, pelaku mendapat upah Rp15 juta. Kalau tidak Rp15 juta, pe - laku mendapat 1 gram sabu dan uang Rp5 juta,” tandas Sandi.

Tersangka SN sudah tiga kali menerima perintah dari BR se lama Agustus 2019. Pertama sebanyak 3 kg sabu, kedua 3 kg dan 20.000 butir ekstasi, dan ketiga 4,7 kg. Dalam perkara ini, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Kami akan dalami apakah pengiriman sabu ini merupakan jaringan lapas atau tidak. Kita akan menggandeng Ke - men kumham,” pungkas Sandi.

lukman hakim