Edisi 18-09-2019
Rugikan Rp4 Miliar, PT Damtour Digeledah


DEPOK – Setelah menangkap Direktur PT Doa Arafah Madinah (DAM) Tour Hambali Abbas, polisi langsung melakukan pendalaman.

Penyidik mendatangi ruko di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, kemarin yang digunakan sebagai kantor biro perjalanan umrah tersebut. Di kantor itu penyidik tidak menemukan satu orang pun. Kemudian polisi menggeledah hingga bagian bungker.

Dengan dikawal petugas, ter sang - ka Hambali menunjukkan sisa berkas dokumen, koper ja ma - ah yang gagal berangkat, ser ta spanduk. Penggeledahan ber - langsung selama satu jam. Barang bukti dibawa pe - nyidik ke Polresta Depok untuk selanjutnya dilakukan pen da la - man.

“Terutama barang be ru pa dokumen yang bisa mem buat terang adanya tindak pi dana,” kata Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah kemarin. Menurut dia, dokumen ter - sebut berkaitan dengan pen - daf taran, registrasi, termasuk kuitansi. Sejauh ini ada enam saksi yang diperiksa.

Sedangkan yang melapor 96 orang. Mengenai tersangka lain, polisi saat ini masih fokus me mak si - malkan pemeriksaan. “Kita da - lami dan tidak menutup ke - mungkinan apakah ada orang lain yang patut mem per - tanggungjawabkan perbuatan dan bisa kita sangkakan se - bagai tersangka berikutnya,” ungkapnya.

Tersangka Hambali diduga telah menipu 200 calon jamaah umrah. Tersangka men jan ji kan calon jamaah berangkat ke Ta - nah Suci, namun hingga kini me - re ka belum juga berangkat. “To - tal kerugian calon jamaah men - ca pai Rp4 miliar.

Korban tersebar di 15 daerah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Padang, Palem bang, Indramayu, Kuningan, Ke bumen, Ciamis, Brebes, Su ra baya, Lampung, serta Ma dura,” ucap Azis.

Pengungkapan kasus penipuan ini berawal saat PT Dam tour menawarkan kepada para korban melalui Agustin selaku marketing perusahaan yang mempresentasikan jasa perjalanan ibadah umrah dengan cara tunai atau mencicil, bahkan ada juga promo ber kisar Rp11 juta - Rp25 juta.

Kemudian pelapor tertarik memba yar biaya perjalanan umrah sebesar Rp47 juta untuk suami, istri, dan temannya. Total ada 33 orang senilai kurang lebih Rp600 juta. Setelah ditransfer ternyata korban dan temantemannya tidak diberangkatkan hingga 2018.

r ratna purnama