Edisi 18-09-2019
Bekasi Minta Bantuan Keuangan DKI Rp1 T


BEKASI–Pemkot Bekasi meminta bantuan ke uangan ke Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp1 triliun pada 2020.

Anggaran tersebut untuk kompensasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik DKI dan dana kemitraan. Anggaran kompensasi TPST diusulkan Rp367 miliar. Dana itu sebagai pemberian uang bau sam pah kepada 18.000 kepala keluarga (KK) terdampak TPST Bantargebang yang dibagikan Rp900.000 per tiga bulan sekali dan pembangunan in fra struk tur di kawasan itu.

“Untuk dana ke mi - traan kami mengusulkan Rp400- 500 miliar,” kata Kepala Ba dan Perencanaan Daerah KotaBe kasi Dinar Faizal Badar, kemarin. Dana kemitraan juga me me - nuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di luar kawasan Ban targebang, seperti pem ba - ngunan jalan dan lainnya.

Pemkot Bekasi mengklaim DKI su - dah sepakat dengan bantuan itu. Permintaan bantuan ke uang an telah disampaikan ke Pemprov DKI melalui proposal di bagian kerja sama dan in vestasi (KSI) Kota Bekasi. “Belum dapat infor - masi nilai yang disetujui.

Kami masih me nunggu DKI, tapi saya yakin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meng alir - kan anggaran kemitraan ter se - but,” ujar Dinar. Berdasarkan data KUA-PPAS APBD DKI 2020, Kota Be kasi men dapatkan bantuan ke uang - an sebesar Rp406 miliar.

Nominal itu turun drastis di ban ding - kan dengan pemberian bantuan tahun ini sebesar Rp750 miliar. “Kami belum bisa menanggapi (turunnya nilai bantuan keuangan) karena be lum dapat angka pastinya,” ung kapnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menuturkan, usulan bantuan keuangan sudah diberikan ke Pemprov DKI beberapa wak tu lalu. Hingga saat ini Pemkot Be - kasi belum menerima fo to kopi bantuan keuangan untuk tahun 2020. “Saya belum dapat data kopian bantuan hibah dari DKI,” ucapnya.

Menurut dia, bantuan ang - gar an dari Pemprov DKI lebih be - sar dibandingkan dengan Pem - prov Jawa Barat. Bahkan, ban - tuan DKI hampir mencapai Rp1 triliun persisnya Rp986 miliar yang diberikan sejak 2016-2019. “Beda jauh kan? Jabar hanya Rp66 miliar dalam rentang wak - tu yang sama.

Bekasi itu men-dapatkan per ha tian lebih dari DKI, maka lebih baik Bekasi gabung ke Jakarta daripada Jabar,” ujar Rahmat. Padahal Jabar sebagai wi la yah induk Kota Bekasi se ha rus nya memberikan kontribusi le bih besar daripada DKI yang ha nya sebagai daerah mitra.

Jika bantuan DKI tersebut cair, banyak hal bisa dilakukan Pemkot Bekasi mu lai dari membangun jembatan atau flyover hingga pembangunan infrastruktur lainnya. DPRD Kota Bekasi men du kung penuh usulan bantuan ke uangan ke Pemprov DKI.

Daerah mitra memang sepatutnya dapat, apalagi sebagian ke pen tingan DKI berada di wilayah Kota Bekasi seperti TPST Ban tar gebang. “Usulan itu sangat wa jar, apalagi DKI selama ini berkomitmen membangun kota mitranya,” kata Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin.

Dia meminta Pemprov DKI mengevaluasi dana kemitraan untuk Pemkot Bekasi yang su dah masuk pembahasan di KUA-PPAS, karena dana yang akan di cairkan pada 2020 sebesar Rp406 miliar. Sejauh ini dana ke mitraan yang dikucurkan Pem prov DKI digunakan membangun flyover Cipendawa dan Rawa Panjang demi kebutuhan akses truk sampah DKI ke TPST Bantargebang.

Dana juga di pa kai untuk pembenahan atau pemeliharaan Bantar gebang sekaligus pemeliharaan infrastruktur jalan menuju TPST. “Mung kin sisa nya untuk pembangunan infrastruktur lain. Tentu kami men dukung apa yang telah di ajukan Pemkot Bekasi,” ucap nya.

Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lestari mengatakan, usulan bantuan ke uangan dari Pemkot Bekasi saat ini belum dibahas karena badan anggaran (banggar) belum jalan. Bantuan tersebut akan dilihat dari proposal usulannya.

Selama ini bantuan keuangan untuk kota-kota penyangga berjalan baik, misalnya Pemkot Bekasi yang sejak 2016-2019 terakumulasi hingga Rp1 triliun. Bahkan, Wali Kota Be kasi berterima kasih atas bantuan keuangan dari Pemprov DKI selama ini dan membandingkan dengan bantuan Pemprov Jabar yang hanya Rp66 miliar. “Salah satu bantuannya untuk Flyover Cipendawa yang kami harap diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tahun ini,” kata Premi.

abdullah m surjaya/ bima setiyadi