Edisi 18-09-2019
Pantang Anggap Remeh


MUENCHEN– Prediksi yang menyebut Bayern Muenchen bakal meraih poin penuh pada pertandingan pembuka penyisihan Grup B Liga Champions tidak menurunkan konsentrasi para pemain.

FC Hollywoodakan tetap mewaspadai Red Star Belgrade yang akan bertandang ke Allianz Arena, dini hari nanti. Pertemuan ini bisa dibilang pertarungan raksasa melawan kurcaci. Pasalnya, Muenchen di atas kertas lebih kompeten dan mendapat sejumlah keuntungan.

Tim asuhan Nico Kovac itu merupakan jawara Bundesliga dan masuk empat besar peringkat UEFA dengan 104.000 poin. Sementara Red Star, walau memenangkan SuperLiga Belgia pada musim lalu, hanyalah tim kecil. Terbukti, armada Vladan Milojevic menempati peringkat 62 dan baru mengoleksi 20.750 poin.

Pengalaman keduanya di Eropa, khususnya Liga Champions, juga jauh berbeda. Muenchen sudah lima kali merajai Benua Biru dan sejak 2008/2009 selalu melaju ke babak gugur. Sementara Red Star baru sekali ikut serta selama era Liga Champions.

Musim lalu mereka melakukan debut di penyisihan grup yang sayangnya menjadi juru kunci. Tapi, semua itu tidak membuat Muenchen besar kepala. Itu dibenarkan salah satu gelandang serangnya, yakni Philippe Coutinho.

Pemain yang dipinjam dari Barcelona itu menyebut tidak ada jaminan tim anyarnya bakal mudah meraih kemenangan. “Selalu ada ekspek tasi besar terhadap Muenchen dan Liga Champions tentu saja menjadi salah satu tuju an utama,” ucap Coutin ho, dilansir Skysport.

Dasar kewaspadaan Muenchen adalah catatan di Bundesliga musim ini. Mereka gagal mencatat rekor sempurna karena dua kali ditahan imbang dari empat laga awal. Hasil minim itu terjadi saat bersua tim yang kualitasnya dianggap lebih rendah, yakni Hertha Berlin (1-1) dan RB Leipzig (1- 1).

Apalagi, Red Star sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah memenangkan dua laga awal di kompetisi domestik. Artinya, tidak menutup kemungkinan tim tamu bisa mencuri poin di Jerman. “Kami belakangan ini seperti kehilangan identitas ketika bertanding.

Kami tidak lagi terlihat percaya diri. Karena itu, kami harus memanfaatkan semua aspek bagus dan memperbaiki semua hal buruk di tim ini,” kata kiper Muenchen Manuel Neuer. Skuad Muenchen memang berbeda dari sebelumnya karena perginya sejumlah amunisi macam Franck Ribery, Arjen Robben, James Roriguez, Mats Hummels, dan Renato Sanches.

Meski Muenchen berusaha menutupnya dengan merekrut Lucas Hernandez, Benjamin Pavard, Mickael Cuisance, Ivan Perisic, dan Coutinho, kualitas permainan tidak lagi sama. Itu dipercaya karena pemain anyar masih belum padu.

Tapi, bukan berarti kekuatan Muenchen menurun drastis seperti perkiraan sejumlah orang. Itu disampaikan Corentin Tolisso. Gelandang asal Prancis itu mengakui Muenchen saat ini masih dalam tahap reformasi. Tapi, dia percaya, cepat atau lambat, Muenchen akan kembali kuat seperti sedia kala.

Tolisso pun menyebut hadirnya Coutinho dan Perisic akan sangat penting bagi Muenchen. “Sebelum keduanya datang, kami belum memiliki tim yang mampu mencatat treble winner. Sekarang, dengan tim ini, kami bisa melangkah jauh di Liga Champions. Menurut saya, menjadi juara cukup memungkinkan,” tandasnya.

m mirza