Edisi 22-09-2019
Menolak Kalah dengan Melakukan Inovasi


Masuknya Era Industri 4.0 membuat para pelaku industri terus melakukan inovasi. Satu di antaranya yakni melakukan digitalisasi agar dapat menyesuaikan diri.

Karena itu, berbagai sektor industri terus berlomba untuk terus meningkatkan layanan lewat beragam kemudahan berbasis aplikasi.Alfamart misalnya, perusahaan ritel yang kini lebih fokus untuk melakukan transformasi digital, terus melakukan inovasi agar kinerja bisnisnya terus melesat. Satu di antara yang dilakukan yakni menggandengfintech peer to peer (P2P) lendingTokomodal yang dikelola PT Toko Modal Mitra Usaha. Perusahaan itu merupakan satu dari tujuh fintech lending yang telah menyandang status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Co-founder Tokomodal Chris Antonius bilang setelah didirikan pada 2017, Tokomodal resmi menyandang status sebagai fintech P2P lendingberizin OJK sejak Mei tahun ini.

Dengan menyandang status ini, Tokomodal pun makin percaya diri untuk menjalankan bisnis pinjam-meminjam yang membantu pengusaha UMKM pemilik toko yang tergabung dalam Outlet Binaan Alfamart (OBA). Saat ini banyak OBA yang masih kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. “Tokomodal berhadap bisa membantu mengatasi masalah tersebut,” ujarnya. Soal peluang untuk melakukan penetrasi, ia pun menilai potensinya masih sangat besar. Jumlah OBA saat ini saja mencapai sekitar 40.000 warung. Dari jumlah ini, baru sekitar 10.000 OBA yang sudah menjadi peminjam di Tokomodal. “Sampai akhir tahun ini kami targetkan bisa melayani 20.000 OBA. Di sisi lain, kami yakin jumlah OBA juga akan terus bertambah,” kata Chris. Optimismenya pun terdorong berkat jumlah transaksi di Tokomodal yang kian ramai.

Di mana per kuartal rata-rata ada seratus ribu transaksi pinjaman OBA di platform Tokomodal. Sedangkan dari sisi nilai pinjaman, hingga kuartal kedua tahun ini dia bilang nilai pinjaman yang sudah dialirkan Tokomodal ke pemilik warung OBA menyentuh Rp150 miliar. Lalu, dari sisi bunga, ia menyebut besaran bunga yang diberikan kepada peminjam pun diklaimnya rendah. Untuk satu OBA, dia bilang bunga yang diberikan sebesar 0,5% per minggu. “Selama promosi, jika mereka bisa bayar di bawah tujuh hari, bunganya nol persen. Mereka juga tidak dikenakan biaya administrasi,” katanya. Menurut Chris, pihaknya pun berhasil mencetak tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (TKB 90) sempurna di angka 100%.

Hal ini didukung oleh mitigasi risiko yang ketat sedari awal sebuah OBA mengajukan pinjaman. “Kami juga bekerja sama dengan Alfamikro untuk melakukan survei ke warung tersebut untuk memastikan warung tersebut memang layak,” ungkapnya. Presiden Direktur Tokomodal Aidil Fathany menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih berfokus untuk menggarap kalangan OBA dalam menyalurkan pinjaman. “Kami fokus membantu OBA untuk menaikkan daya saing mereka,” katanya. Selain memberikan kemudahan untuk mendapatkan pendanaan, Aidil mengatakan, pihaknya pun bekerja sama dengan Alfamikro untuk meningkatkan kemampuan para pemilik warung ini seperti pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan stok barang.

Untuk bisa dimodali, pemilik warung harus terdaftar sebagai anggota OBA. Juga diwajibkan memiliki aplikasi Tokomodal di Androidnya. Lalu, mengisi data diri sebagai peminjam, menunggu verifikasi dari petugas MRO dari Alfamart. Setelah disurvei dan mengisi kembali form persetujuan menjadi anggota, pemilik warung akan diberikan platform atau batas minimal dan maksimal pembelan - jaan. Lalu, pemilik warung tinggal memilih barang belanjaan yang akan dibeli di Alfamart. Setelah ditotal dan di-input di aplikasi tersebut, tinggal menunggu pemodal menyetujui jumlah tagihan belanja.

Anton