Edisi 26-09-2019
Peretas China Targetkan Warga Tibet dan Uighur


SAN FRANCISCO - Para peretas China yang sebelumnya meng gunakan celah keamanan iPhone untuk menargetkan etnik Uighur juga menyerang warga Tibet di pengasingan.

Laporan terbaru itu dirilis ke marin oleh para pakar keamanan siber di Citizen Lab. Ini pertama kali deteksi penggunaan software jahat terha dap warga Tibet di pengasingan. “Software jahat itu hanya me merlukan sekali klik diperangkat seluler untuk dapat bekerja,” ungkap para pakar Citizen Lab dilansir Reuters .

Kelompok nonprofit itu men jelaskan, jaringan peretas tersebut tampaknya bekerja sa - ma dengan pemerintah Chi na. Menurut Citizen Lab, para pe re - tas telah memperbaiki upa ya pengintaian terhadap sejumlah kelompok minoritas secara lebih luas.

Citizen Lab yang berbasis di Uni versitas Toronto itu me nya - takan, pihaknya telah be ker ja sa ma dengan Tibetan CERT untuk memantau ber ba gai se - rangan siber yang ter ja di antara November 2018 dan Mei 2019. “Dalam sejum lah serangan itu, pelaku yang berpura-pura se ba - gai pekerja hak asasi manusia (HAM) atau jurnalis meng hu - bungi para tokoh senior Tibet melalui la yan an pesan Whats - App,” ung kap laporan Citizen Lab yang disertai foto layar telepon seluler.

Dengan cerita yang disu sun rapi, para pelaku mencoba mem buat target mengklik link ke sejumlah laman (website) yang akan meng-install spy ware di perangkat Apple atau An - droid. Warga Tibet yang sadar telah mengklik link itu, kini telah dilindungi dan mem per - baiki keamanan telepon seluler mereka.

Spyware yang menar get kan perangkat iPhone juga te lah menyerang warga Uighur ber - dasarkan temuan yang di - umum kan para peneliti ke - aman an Google bulan ini. Juru bicara Apple menje las - kan, spyware itu sudah tidak bisa bekerja pada warga Tibet yang telah memperbarui ke - amanan iPhone mereka.

“Ka mi selalu mendorong para kon - sumen mengunduh versi ter - baru iOS untuk keamanan ter - baik dan terbaru,” kata juru bi - cara Apple Tood Wilder di lansir Reuters . China terus menghadapi kritik internasional terkait per - lakuannya pada etnik Uighur di Xinjiang.

Sejumlah warga Uighur menjadi target penahanan massal di sejumlah kamp. China menyebut kamp itu sebagai pusat pelatihan kejuruan. Bei - jing juga mening kat kan pe ngin - taian di penjuru wilayah Xinjiang. Laman yang memiliki se - jum lah aplikasi Android juga mengandung malware yang menargetkan telepon seluler Android milik etnik Uighur.

Penemuan ini diumumkan perusahaan keamanan siber Volexity yang mengamati sejumlah laman yang banyak dikunjungi etnik Uighur. “Dua upaya mata-itu telah disimpulkan saling terkait, termasuk peretasan pada warga Tibet.

Ini tampaknya satu operator atau sejumlah kecil operator yang bekerja sama,” kata kepala riset Citizen Lab, Bill Marczak. Dia menambahkan, “Ada hubungan sangat jelas dengan China. Ini tidak otomatis berarti bahwa ini pemerintah, ini jenis yang secara langsung di katakan dari sudut pandang teknis.

Mungkin sepertinya.” Peretasan terhadap Uighur menggunakan berbagai teknik, salah satunya pen de katan “lu bang berair”, yakni mencemari tempat berkumpul para target di internet. Karena itulah Citi zen Lab juga terus me mantau sejumlah laman yang sering dikunjungi ko munitas Tibet.

syarifud