Edisi 02-10-2019
Garuda-Sriwijaya Air Kembali Rujuk


JAKARTA – Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group sepakat kembali melanjutkan kerja sama manajemen setelah sempat terhenti akibat perbedaan pendapat di kedua pihak.

Dengan demikian, operasional maskapai Sriwijaya Air akan ditangani oleh Garuda Indonesia melalui anak usahanya, Citilink. Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, momentum kembalinya kerja sama tersebut diharapkan bisa menjadi turning point komitmen dalam mengedepankan kepentingan bersama mendukung daya saing industri pnerbangan nasional.

Selain itu, kerja sama manajemen juga ditujukan untuk menyelamatkan aset nasional, yakni Sriwijaya Air, sebagai penyedia jasa transportasi udara di Indonesia. “Kami percaya ekosistem industri penerbangan yang sehat merupakan kunci penting dalam peningkatan daya saing industri penerbangan nasional yang saat ini tengah mengalami masa-masa sulit,” ujar Juliandra di Cengkareng, Tangerang, Banten, kemarin.

Seperti diberitakan sebe - lum nya, pada tahun lalu mas - kapai Sriwijaya Air mengalami kesulitan keuangan akibat be - ban utang kepada sejumlah mi - tra kerjanya. Maskapai ter sebut kemudian menghadap ke pada menteri badan usaha milik ne - ga ra karena utang Sri wijaya ma - yoritas kepada peru sahaan-per - usahaan pelat m e rah.

Pada November 2018, di sepakati adanya kerja sama ope - rasional antara Sriwijaya dan Citilink yang kemudian ber ubah skema menjadi kerja sama ma - na jemen (KSM). Namun, sete - lah beberapa bulan bekerja sa - ma, dan Sriwijaya mulai meng - hasilkan keuntungan, maka ter - jadi kisruh dualisme ke pe mim - pinan di maskapai tersebut.

Garuda pun bersikap tegas. Maskapai pelat merah itu memutuskan untuk mengakhiri kerja sama karena Sriwijaya di duga melakukan wanprestasi dalam perombakan pengurus perusahaan tanpa sepengetahuan Garuda selaku mitra KSM.

Diketahui, Garuda menempat kan sejumlah direksi dan komi saris yang kemudian mendapat so rot - an dari Komisi Pengawas Per - saingan Usaha karena di anggap melakukan praktik kartel. Direktur Utama GMF Aero - Asia Tazar Marta Kurniawan mengatakan, selaku pihak yang berkepentingan dalam melaku - kan perawatan pesawat Sriwi - jaya, GMF AeroAsia yang juga anak usaha Garuda Indonesia akan terus mendukung layanan operasional penerbangan Sriwi jaya Group.

Sementara itu, perwakilan pemegang saham Sriwijaya Air Group Jefferson Jauwena mengatakan pihaknya me nyam but baik komitmen dan komu nikasi yang telah terjalin baik bersama Garuda Indonesia Group.

“Kami harapkan ke depan - nya Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group akan terus bersinergi untuk te - rus membangun jaringan trans - portasi udara nasional, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemba ngun - an bangsa dan negara secara merata,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Per hubungan Udara Kemen te - ri an Perhubungan Polana Ba - nguningsih Pramesti meng - apre siasi terjalinnya kembali KSM antara Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group. Me nurut dia, kerja sama ter se - but diharapkan mampu memu - lihkan kondisi operasional mas - kapai Sriwijaya.

Polana menambahkan, Dit - jen Perhubungan Udara akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada selu ruh ba - dan usaha angkutan udara sesuai dengan undang-un dang yang ber laku untuk menjamin kese la - matan, ke aman an, dan pela yan - an pener bangan, serta keber - langsungan dan peningkatan industri pe ner bangan nasional.

Dengan disepakati kembali KSM tersebut, Garuda Indonesia bersama anak usahanya yakni Citilink Indonesia, Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF AA), dan PT Gapura Angkasa kembali akan menyediakan fasilitas operasional serta manajemen.

Layanan yang dikerjasamakan antara lain ope - ra sional penerbangan, pera wat - an pesawat udara, penyediaan su ku panjang, dan jasa penun - jang operasi pesawat Sriwijaya. Pengamat penerbangan Ga - tot Rahardjo mengatakan su - dah seharusnya Sriwijaya Group ditolong pemerintah.

Namun begitu, sebenarnya ada skema pertolongan lain yang bisa diadopsi misalnya ber - lindung pada chapter 11, seperti yang lazim dilakukan per usaha - an yang kesulitan keuangan di Amerika Serikat. “Di Indonesia juga sudah punya mekanisme sebenarnya, tinggal penerapan dan political will dari pemerintah, dalam hal ini Kemenhub,” ujarnya.

Dia menambahkan, bantu - an yang dimaksud bukan hanya gelontoran dana dari peme rin - tah, melainkan juga pengon - disian agar maskapai itu sehat. “Misalnya dengan proteksi di rute gemuk pada periode tertentu, renegosiasi utang, ke - ringanan atau penghapusan bia ya-biaya navigasi, ke ban - darudaraan, pajak dalam waktu tertentu,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi alasan bahwa Sriwijaya Air patut diselamatkan, imbuh dia, karena pangsa pasarnya sekitar 10% atau mencapai 10 juta penumpang pertahun. Dari sisi efek ekonomi, juga perlu diperhatikan karena sektor ini sangat mem berikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi.

ichsan amin