Edisi 02-10-2019
JK Diminta Tengahi Konflik di Wamena


JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) diminta untuk turun tangan menengahi konflik antarmasyarakat yang terjadi di Wamena.

JK dinilai memiliki kemampuan untuk mendamaikan warga di sana. Sekjen Majelis Nasional (MN) KAHMI Asrul Kidam menilai JK merupakan sosok yang memiliki pengalaman menangani sejumlah konflik di Tanah Air. Bahkan, JK berhasil menenangkan dan meredamkan konflik-konflik horizontal tersebut.

“Wapres JK kan juru damai, berpengalaman menangani konflik, beliau harus terjun langsung ke Wamena mengatasi konflik tersebut,” ungkap Asrul di Jakarta kemarin. Menurut dia, sejak peristiwa kerusuhan Wamena meledak pada Senin (23/9), korban terus berjatuhan.

Pengungsi yang terus bertambah tidak tertangani dengan baik. Karena itu, MN KAHMI meminta agar JK agar segera kembali ke Tanah Air dan segera meneruskan perjalanan dari New York ke Wamena, Papua. Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bakal mempertebal keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dia pun menegaskan bahwa TNI dan Polri siap menjamin keamanan warga di Wamena. Paulus menyebutkan masih ada warga yang memilih bertahan atau tinggal di Wamena. “Kami menjamin keamanannya. Artinya, kekuatan akan kami pertebal, membuat senyaman mungkin saudara kita di Wamena dan sekitarnya.

Kami TNI-Polri siap menjamin keamanan itu,” kata Paulus di Sentani, Jayapura, Papua, kemarin. Menurut dia, Gubernur Papua Lucas Enembe dan Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab sudah melakukan peninjauan ke Wamena.

“Beliau sudah menjamin keamanan. Tapi namanya kejadian luar biasa, ya pasti ada trauma. Trauma ini yang kita sedang buat trauma healing untuk anak-anak dan ibu-ibu. Petugas sedang bekerja untuk memberikan ketenangan bagi mereka,” paparnya.

Paulus mengatakan, tercatat 4.656 orang mengungsi akibat kerusuhan di Wamena. Mereka mengungsi ke sejumlah tempat di Jayapura. Dia berharap warga yang mengungsi bisa kembali ke Wamena, menata lagi kehidupannya setelah sempat terpuruk akibat kerusuhan.

“Mudah-mudahan dalam waktu cepat mereka bisa menyadari tentang kejadian itu dan saudara yang akan kembali ke kampung halaman, kami harap sebentar saja, dan bisa kembali berusaha bekerja,” ujarnya. Paulus pun berjanji akan berupaya memulihkan keamanan di Wamena dengan meningkatkan komunikasi.

“Pemerintah Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat juga hadir, artinya ada komunikasi yang baik. Mudah-mudahan dengan Bapak Gubernur di sini, pemerintah di sini, menjalin komunikasi baik agar cepat memulihkan semua,” katanya.

sindonews/okezone