Edisi 02-10-2019
Pelajar Jangan Mau Dijadikan Tameng Perusuh


JAKARTA - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengimbau para siswa untuk tidak terbawa arus ikut berunjuk rasa yang disertai perusakan fasilitas umum.

IPNU mengingatkan para pelajar untuk menolak dijadikan tameng pihak-pihak yang menginginkan terjadinya kerusuhan di Jakarta. ”Melihat fenomena sekarang bahwa pelajar (SMA/ sederajat) bukan ranahnya mewakili aspirasi di lapangan dengan berdemo, apalagi merusak fasilitas umum.

Seharusnya pelajar itu menunjukkan prestasi dan kapabilitasnya untuk bangsa dan negara serta berani bersaing di dunia internasional,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat IPNU Muhamad Muhadzab kemarin. Muhadzab menyoroti fakta banyaknya pendemo diamankan penegak hukum yang ternyata hanya menggunakan seragam pelajar.

Hal itu menurutnya membuktikan bah wa ada pihak yang sengaja menginginkan atau me man faatkan demo untuk men cip takan kericuhan dengan menjadikan pelajar sebagai perisai.”

Sejumlah video yang beredar mem - buktikan bahwa sebagian pendemo ketika diamankan pihak kepolisian ternyata hanya berpura-pura sebagai pelajar. Mereka mengenakan seragam pelajar, menyusup untuk membuat kericuhan dan perusakan fasilitas dengan bayaran.

Pelajar jangan mau dijadikan kedok atau tameng pihak-pihak tertentu yang ingin membuat situasi di Indonesia semakin memanas,” pesannya. ”Kami mengingatkan para pelajar untuk lebih me ning - katkan kualitas pendidikan daripada ikut berdemo ke DPR.

Kedepan, pelajar banyak tantangan dan juga banyak persaingan; jikalau tidak meningkatkan kualitas dan kapabilitasnya maka pelajar tidak termasuk bonus demografi di negara kita tercinta ini,” sambung mantan Ketua IPNU DKI Jakarta ini.

Di sisi lain, Muhadzab ber - harap pihak sekolah mampu lebih serius dalam mengawasi siswanya baik dalam sekolah maupun ketika pulang sekolah.”Sekolah harus intens meng awasi, berikan sanksi serius yang ikut-ikutan demo di la pangan. Dalam demo ini ter - nyata banyak dimanfaatkan oleh oknum yang berpakaian sekolah dan dibayar.

Hal ini telah jelas demo bukan karena kepentingan masyarakat, tapi ada yang tidak suka Indonesia aman dan damai,” tegasnya. Terpisah, anggota DPR RI Ahmad Sahroni berpesan ter hadap kaum muda, khususnya para pelajar untuk berpikir rasional dan tidak mudah terhasut isu yang beredar di media sosial.

”Ini bangsa harus kita cintai seutuhnya. Ke depan, bangsa semakin modern dan teknologi semakin luar biasa. Jangan termakan isu di media sosial, belajar berpikir tentang rasional. Jangan terbawa hasutan isu yang sedang diramaikan,” pesan Ahmad Sahroni saat menjadi pembicara di Student Council Conference bertema”Berani Mulai Perubahan” yang diadakan Scorence di Conclave Simatupang, Jakarta, Minggu (29/9).

”Media sosial ini dalam hitungan detik, kalian semua bisa tahu. Tapi apakah informasi di media sosial itu benar adanya? Belum tentu. Belajar menyikapi yang ada secara rasional,” imbuh pria yang pada periode 2019-2024 ini tercatat sebagai anggota Komisi I DPR RI.

Terkait aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa dan pelajar beberapa hari lalu di Gedung DPR, Sahroni menga kui banyak yang mempertanyakan proses rencana pe nge sahan undang-undang mau pun isu krusial di dalamnya. Berbagai pertanyaan itu di sampaikan melalui direct mes sage (DM) di akun Instagram miliknya.

Meski banyak yang”menghajar” para wakil rakyat pada saat itu, termasuk dirinya, namun Sahroni menerangkan proses dilakukan anggota Par le men maupun kebenaran dari isu yang selama ini dijadikan viral.”Saya dihajar melalui DM, di per tanyakan semua prosesnya. Saya jelaskan. Kita jangan hanya me nerima informasi sesat saja,” Sahroni mengingatkan.

mula akmal