Edisi 02-10-2019
Proyek Pelebaran JORR Barat Terhenti


JAKARTA - Pelebaran Jakarta Outer Ring Road (JORR) Barat terhenti. Kondisi tersebut sudah berlarut-larut hingga delapan tahun lamanya. Pemkot Jakarta Barat memilih angkat tangan.

Mangkraknya pelebaran jalan itu menyebabkan arus lalu lintas dari perempatan Cengkareng-Kapuk ataupun se baliknya kerap mengalami kemacetan. Volume kendaraan tak sebanding dengan luas jalan.

JORR Barat yang melintas dari perempatan Cengkareng hingga Kapuk sejauh 3,5 kilo - meter saat ini cukup meng kha - watirkan. Selain jalanan retak, bergelombang, dan pecah, sisi kanan jalan juga rusak dan dibiarkan terbengkalai. Jalanan selebar 5-6 meter dibiarkan tak beraspal.

Hanya tanah liat berwarna merah dibiarkan berdebu di lokasi te r - sebut. Ketika hujan, jalanan menjadi kotor karena tanah dan air bercampur di jalanan dari Cengkareng sampai Kapuk. Di pinggir JORR Barat hanya tersisa 5-6 meter jalan yang bisa dipakai untuk dua lajur.

Jalan itu tak kunjung diperbaiki, akibatnya banyak warga memanfaatkan untuk parkir liar hingga parkir truk sampah. ”Hampir de lapan tahun belum juga di - perbaiki. Padahal kalau diperbaiki, macet pasti berkurang,” kata Nanang, 47, warga Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin.

Warga sudah bosan dengan janji pemerintah yang bakal memperlebar jalan pada tahun depan. Sejak 2011 pelebaran tak kunjung dilakukan, bahkan warga menyesalkan tindakan pekerja proyek yang dulu menebang pepohonan saat pemba ngunan.

”Dulu jalan ini teduh. Pohonnya tinggi, rimbun, kemudian jalannya bagus,” ucap nya. Sekarang kondisi berbalik. Selain gersang, jalanan pinggir JORR Barat berdebu lantaran tanah merah mengering menjadi pasir. Saat hujan datang jalanan menjadi becek.

Akmal, 38, warga Cengkareng Timur, beranggapan mang kraknya pelebaran jalan di Cengkareng sepertinya tak ingin masyarakatnya maju. ”Co - ba mana ada jalan gede di Cengkareng selain Daan Mogot. Itu juga pemerintah pusat yang bangun,” katanya.

Dia berharap pembangunan infrastruktur, khususnya pele - baran jalan, segera dilakukan. Dengan jalan dilebarkan, per - ekonomian warga meningkat dan arus lalu lintas tak lagi tersendat. Kasudin Bina Marga Jakarta Barat Riswan Efendi memilih bungkam dalam menyikapi mangkraknya pelebaran jalan di Cengkareng-Kapuk itu.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Harri Nugroho yang belum berkomentar terkait pembangunan dan pelebaran jalan di pinggir JORR Barat.

yan yusuf