Edisi 02-10-2019
Sejarah Asal Usul Nama Merek Ternama Dunia


Perusahaan besar memang selalu menjaga nama baik brand. Pasalnya, sebuah merek tidak bisa dibangun dalam waktu singkat.

Selain dibutuhkan kerja keras serta ketekunan berkelanjutan untuk membuat nama merek mereka dikenal masyarakat, sejarah penamaan merek juga memegang peranan penting. Penemuan nama brand terkenal ternyata muncul dari beragam ide.

Ada yang secara sengaja dan ada yang berawal dari ketidaksengajaan.

Nama Pepsi diambil dari istilah medis untuk gangguan pencernaan

Penemu Pepsi, Caleb Davis Bradham, awalnya ingin menjadi dokter. Namun karena keluarganya mengalami kesulitan ekonomi ia memutuskan berhenti dari sekolah kedokteran dan menjadi seorang apoteker. Pepsi yang aslinya dikenal sebagai "Minuman Brad," dibuat dari campuran gula, air, karamel, minyak lemon, dan pala. Tiga tahun kemudian, Bradham mengganti minuman ciptaanya itu yang diyakini membantu pencernaan menjadi "Pepsi-Cola," diambil dari kata dyspepsia, yang berarti gangguan pencernaan.

Google tercipta karena salah ketik

Nama Google muncul dari sesi curah pendapat di Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS). Saat itu pendiri Larry Page yang menjadi mahasiswa Universitas Stanford memiliki ide membuat situs web indeks data besar-besaran dengan mahasiswa pascasarjana lain. Salah satu gagasannya adalah nama "googolplex" salah satu angka yang paling mudah dijelaskan. Nama "Google" muncul setelah salah satu siswa tidak sengaja mengeja kata salah. Page kemudian mendaftarkan perusahaannya dengan nama ini.

Amazon dinamai dari sungai terbesar di dunia

Ketika Amazon pertama kali diluncurkan pada 1995, sang pendiri Jeff Bezos punya ide berbeda untuk nama mereknya. Bezos ingin menamai toko buku daringnya Cadabra. Tetapi pengacara pertama Amazon, Todd Tarbert, berhasil meyakinkannya bahwa nama itu terdengar terlalu mirip dengan "mayat." Bezos juga dikatakan menyukai nama Relentless, dan jika Anda mengunjungi Relentless.com hari ini, Anda akan dialihkan ke situs web Amazon. Hingga akhirnya Bezos setujui menamai usahanya dengan Amazon, terinspirasi dari nama sungai terbesar di dunia.

IKEA berasal dari inisial pendiri dan nama desa

Asal usul merek IKEA bukan berasal dari bahasa Swedia, negara tempat dimana pendiri merek yang menjual barang-barang perlengkapan rumah tangga ini berasal. Sang pendiri Ingvar Kamprad memilih nama merek dengan menggabungkan inisial namanya sendiri, IK, dengan huruf pertama dari pertanian dan desa, tempat dirinya tumbuh dan berkembang di Swedia selatan: Elmtaryd dan Agunnaryd.

McDonald dinamai dari dua saudara lelaki yang mengelola restoran burger

Raymond Kroc, pendiri McDonald, adalah seorang penjual mesin milkshake ketika ia pertama kali bertemu dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, yang mengelola sebuah restoran burger di San Bernardino, California pada 1940. McDonald bersaudara membeli beberapa Multimixer Kroc-dan dia sangat terkesan dengan restoran burger McDonald. Kesan tersebut membuat Kroc memutuskan menjadi agen mereka dan mendirikan waralaba di seluruh AS. Bertahun-tahun kemudian, Kroc membeli hak merek seharga USD2,7 juta atau setara sekitar Rp36 miliar yang kemudian dinamainya dengan McDonald.

Zara asli bernama Zorba

Pendiri merek fashion ternama Zara, Amancio Ortega awalnya menamai usahanya setelah terinspirasi film kesukaannya "Zorba the Greek tahun 1964." Tapi ini tidak bertahan lama. Toko pertama yang dibuka di La Coruña, Spanyol pada 1975, kebetulan berada dua blok dari sebuah bar bernama Zorba. Ortega sudah berniat mematenkan nama merek usahanya ketika pemilik bar mengeluh kepadanya karena bingung nantinya bakal dua usaha dengan merek yang sama. Pada akhirnya, Ortega merevisi nama usahanya dan secara diubahkan menjadi Zara.

Starbucks dinamai sesuai karakter dalam novel "Moby-Dick."

Pendiri Starbucks, Gordon Bowker menceritakan pada awalnya, mereka menginventarisir kata-kata yang dimulai dengan "st" untuk menamai usaha mereka. Ketika Bowker dan teman-temannya mencari-cari nama, seorang konsultan merek Heckler mengeluarkan peta gunung Rainer dan Cascade tahun 1800an. Dalam peta tersebut, terdapat salah satu kota pertambangan bernama Starbos yang menarik perhatian Bowker. Dirinya segera teringat pada salah satu awak kapal Pequod dalam kisah epik novel "Moby Dick" yakni "Starbuck". Lalu mereka menambahkan huruf "s" di belakang kata tersebut agar terdengar lebih "enak" saat diucapkan.

Adidas berasal dari julukan sang pendiri

Jika Anda, mengira nama Adidas berarti "Sepanjang Hari Saya Memimpikan Sepak Bola," Anda salah. Ternyata merek pakaian olahraga ini dinamai merujuk pada nama pendirinya yakni Adolf Dassles, yang mulai membuat sepatu olahraga ketika ia kembali dari melayani perbekalan Jerman di Perang Dunia I. Menurut LA Times, nama Adidas menggabungkan julukannya, Adi, dan tiga huruf pertama dari nama belakangnya Dassler.

Rolex berasal dari bisikan seseorang

Hans Wilsdorf, pendiri Rolex, awalnya menginginkan nama merek yang dapat dikatakan dalam bahasa apa pun. "Saya mencoba menggabungkan huruf-huruf alfabet dengan segala cara yang memungkinkan," kata Wilsdorf. "Ini memberiku beberapa ratusan nama, tapi tidak ada yang merasa benar. Hingga suatu pagi, saat naik di dek atas omnibus yang ditarik kuda di sepanjang Cheapside di Kota London, seseorang berbisik 'Rolex' di telingaku.

Nike adalah “dewi kemenangan" Yunani

Nike didirikan pada 1964 sebagai Blue Ribbon Sports, dan ia tidak menggunakan nama mereka seperti saat ini hingga 1971. Salah satu pendiri Bill Bowerman - pelatih trek dan lapangan - dan Phil Knight, pelari jarak menengah dari Portland, ingin menjadikan nama "Dimensi 6" pada awalnya. Justru nama Nike merupakan usulan karyawan pertama Nike yakni Jeff Johnson yang berarti dewi kemenangan Yunani.

Pendiri Merek Terkenal yang Bersahaja

ISAAC TIGRETT DAN PETER MORTON (pendiri Hard Rock Cafe)

Jaringan kafe terkenal di seluruh dunia ini memiliki sejarah menarik. Pada 1969, grup band The Doors sedang merekam album Morrison Hotel. Pada waktu hampir bersamaan, mereka secara tidak sengaja menemukan restoran bernama Hard Rock Cafe, dan album mereka persis dengan gaya musik pada nama restoran ini. Mereka kemudian membuat beberapa foto di kafe ini dan meletakkan foto itu di sisi belakang sampul album. Setahun kemudian, 2 orang Inggris Isaac Tigrett dan Peter Morton meminta izin The Doors untuk membiarkan mereka membuka kafe di London dengan nama Hard Rock Cafe.

PHIL KNIGHT (pendiri Nike)

Phil Knight muda dan pelatihnya, Bill Bowerman, sangat suka berlari. Kualitas sepatu lari yang dijual di AS tahun 1960-an tidak cukup baik menurut mereka. Dan begitulah cara Phil dan Bill menciptakan perusahaan Blue Ribbon Sports untuk menjual sepatu sneakers Jepang di AS. Perusahaan ini sekarang disebut Asics. Seiring waktu, karena semakin sulit untuk bekerja dengan pemasok, Phil dan Bill memutuskan membuat merek sepatu sneakers mereka sendiri lewat perusahaanya. Pada 1978, perusahaan ini mendapatkan nama resminya, Nike.

HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)

Pada awalnya, Starbucks dibuka pada 1971 sebagai toko yang menjual biji kopi dan peralatan kopi di Seattle. Dan baru pada 1987, ketika perusahaan itu dibeli oleh Howard Schultz (pemilik Il Giornale), tempat itu akhirnya berubah menjadi kedai kopi sungguhan. Howard terinspirasi oleh suasana bar espresso Italia dan dia adalah orang yang membuat minuman berbasis espresso populer di Amerika Serikat (AS).

RENÉ LACOSTE (pendiri Lacoste)

Merek pakaian terkenal di seluruh dunia ini tidak dibuat oleh perancang mode. Namun, merek ini dibuat oleh pemain tenis Prancis. Pada 1920-an, orang bermain tenis dengan kaos lengan panjang. Pada 1926, pemain tenis René Lacoste menjahit kemeja lengan pendek untuk salah satu turnamen saat itu. Dia benar-benar menjahitnya sendiri. Rene mendapat julukan "alligator" karena dia selalu mampu mengalahkan pesaingnya. Inilah mengapa ada gambar buaya kecil muncul di kaos Lacoste dan itu menjadi logo perusahaan.

LARRY PAGE & SERGEY BRIN (pendiri Google)

Perusahaan ini dibuat oleh dua mahasiswa dari Stanford University, yakni Larry Page dan Sergey Brin. Pada 1998, mereka mendirikan perusahaan dan mendaftarkan domain Google.com. Nama Google berasal dari kata bahasa Inggris 'googol', yang berarti angka dengan 100 nol.

KEVIN SYSTROM (pendiri Instagram)

Layanan terkenal di seluruh dunia ini dibuat oleh mahasiswa dari Standford University, yakni Kevin Systrom. Pria ini sangat suka fotografi dan bahkan pergi ke Florence untuk belajar lebih banyak tentang seni ini. Seorang guru menunjukkan padanya kamera Holga yang membuat foto persegi dalam gaya retro. Kemudian, Kevin menemukan investor. Dia dan Mike Krieger mulai mengembangkan layanan foto mereka sendiri. Systrom mengingat kamera murah dari Florence dan terinspirasi untuk membuat filter. Ini adalah bagaimana filter pertama X-Pro II dibuat. Dua tahun setelah peluncuran aplikasi ini, Facebook membelinya dengan harga USD1 miliar.

INFOGRAFIS: KORAN SINDO/BOBBY FIRMANSYAH