Edisi 02-10-2019
Anggota DPR Dilantik, Intensitas Demo Mahasiswa Menurun


JAKARTA – Aksi unjuk rasa mahasiswa saat pelantikan anggota DPR/MPR 2019-2024 di Jakarta kemarin relatif sepi.

Tidak banyak mahasiswa yang turun ke jalan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Jumlah peserta aksi hanya berkisar ratusan orang. Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (1/10) siang, pukul 14.00 WIB para mahasiswa itu mulai melakukan longmarch di Jalan Gerbang Pemuda ke arah Jalan Gatot Subroto menuju depan Gedung DPR/MPR RI.

Mereka melakukan pembacaan tuntutan dan aksi tea trikal untuk mengingatkan para anggota dewan yang baru dilantik tersebut agar selalu memenuhi dan memegang jan ji serta sumpahnya sebagai wa kil rakyat. Mereka tampak me makai berbagai macam alma mater lantaran mereka berasal dari berbagai kampus yang ada di Indonesia.

Mereka berjalan membawa spanduk kampus dan sejumlah poster-poster tuntutan aksi mereka sambil menyanyikan yel-yel. Petugas kepolisian dan TNI pun ber siaga mengawal aksi demo ter sebut di sekitar Gedung DPR/ MPR RI.

Akibat aksi demo ini, arus lalu lintas di Jalan Gerbang Pemuda dari arah Jalan Asia Afrika ke arah Jalan Gatot Subroto arah Mampang pun cukup padat. Kendaraan ter tahan karena tak bisa melintas mengingat para mahasiswa itu melakukan long - march di Jalan Gerbang Pemuda.

Penurunan intensitas aksi mahasiswa ini tidak terlepas dari mundurnya beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di beberapa perguruan tinggi Jakarta akibat kerusuhan yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Mereka mengaku tidak ingin anggota mereka menjadi korban kerusuhan. Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan aksi pencegahan di beberapa titik pintu masuk Jakarta agar tidak ada massa aksi dari luar kota.

Kepolisian Resor (Polres) Me tropolitan Bekasi Kota misalnya bersiaga melakukan penjagaan di wilayah Kota Bekasi guna meng halau pergerakan massa aksi dari pelajar yang hendak ikut berunjuk rasa di Gedung DPR/ MPR, Jakarta. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja juga di li batkan untuk menghalau pe la jar menuju Jakarta.

Adapun wilayah titik penjagaan berada di sejumlah pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Pen jagaan juga dilakukan di Terminal Bekasi dan Stasiun Bekasi. Bukan hanya di situ, akses perbatasan menuju Jakarta misalnya di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) maupun di Jalan I Gusti Ngurah Rai.

”Anggota sudah disebar untuk menghalau pergerakan massa aksi dari pelajar yang hendak menuju Jakarta.” ujar Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari kemarin. Menurut dia, anggota su dah bergerak menjaga di titik yang sudah ditetapkan.

Tapi, hingga siang ini belum terlihat ada pelajar. Namun, penjagaan ketat juga dilakukan di se jumlah ruas jalan menuju perbatasan menuju Jakarta. Sejak aksi unjuk rasa yang menggerak kaum pelajar, massa gemar melakukan perjalanan menggunakan truk dengan cara menumpang.

”Kami tempatkan personel di titik angkutan umum seperti Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, dan Stasiun Bekasi Timur,” sebutnya. Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesalkan beberapa aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.

Hal itu memicu kerugian masyarakat khususnya pengguna kereta rel listrik (KRL) yang terpaksa harus memilih moda transportasi lain karena sejumlah stasiun yang terkena imbas kerusuhan terpaksa me nutup layanan. Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zamrides ikut menyesalkan ada kerumunan peserta demo masuk jalur kereta api dengan situasi yang tidak kon du sif.

”Kondisi ini mengganggu operasional perjalanan kereta dan mengancam keselamatan mas ya rakat yang berada di sekitar jalur dan stasiun sehingga le bih baik tidak ada layanan dulu. Kami mengimbau agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi karena mengganggu pelayanan kereta yang sangat dibutuhkan masyarakat ba nyak,” kata Za mrides di Jakarta kemarin. Zamrides juga mengimbau agar pengguna kereta untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dengan mengikuti aturan dan tata tertib yang ada.

abdulah surjaya/ rina anggaraini