Edisi 02-10-2019
Belanda Luncurkan Peternakan Apung


ROTTERDAM - Pebisnis wanita asal Belanda Minkevan Wingerden melihat dengan bangga saat salah satu dari 32 ekor sapinya berhenti di stasiun pemerah susu otomatis di peternakannya.

Hal yang luar bia sa, peternakan itu terapung di atas laut di Pelabuhan Rotterdam. Van Wingerden menjadi salah satu pengembang “Peter nakan Apung” yang sedang menguji coba teknologi itu da lam skala kecil.

Cara ini pun menjadi bentuk peternakan sapi perah yang ber kelanjutan di jantung salah satu kota paling padat penduduknya di dunia. Lokasi peternakan itu pun berada di kawasan industri sangat jauh dari ladang rumput seperti pe - ternakan sapi pada umumnya.

“Ide ini muncul sejak 2012, mitra saya Peter terlibat dalam proyek di New York dan ke mu - di an Badai Sandy menerjang New York sangat keras meng - aki bat kan banjir dan setela dua hari di sana tak ada makanan segar di rak lagi karena pusat logistik ju ga banjir,” ungkap Van Winger den pada Reuters.

Dia menjelaskan, “Jadi ke - mu dian kami menyadari ‘meng apa tidak memproduksi ma kan an sehat segar di air dekat kota?’ dan dari sanalah ide itu muncul.” Beberapa sapi tampak tak terganggu dengan tempat pe - ter nakan futuristik di pela buh - an terbesar dan tersibuk di Ero - pa itu.

Sapi-sapi tersebut dapat beristirahat di lantai atas ba ngunan apung itu atau ber ge rak ke tempat makan untuk mendapatkan campuran rum put, jera mi dan sisa produksi bir. Fasilitas pemrosesan susu dan kotoran sapi berada di dek pa ling bawah yang menjadi pintu masuk pengunjung dan toko.

Padang rumput di der ma ga juga di sediakan agar sapi-sapi itu dapat berpindah ke lahan kering. Bagian atap bang unan itu dapat me ngum pulkan air hujan. Tenaga listrik untuk peternakan itu berasal dari panel surya yang terapung di dekatnya.

“Jumlah lahan berkurang dan populasi dunia ber tam bah, jadi bagaimana kita dapat mem - produksi makanan sehat yang cukup di masa depan? 70% du - nia adalah air, jadi me ngapa ti - dak menggunakan wilayah per - airan untuk mem pro duksi makanan sehat segar yang dekat dengan lokasi kon sumen,” ung - kap Van Winger den.

Dekat dengan kota Shie dam, peternakan itu berada di salah satu saluran “Mer we ha ven” yang menangani kapal-kapal kon tainer dari penjuru dunia. Peternakan itu pun dilengkapi teknologi terbaru seperti sistem pemberi makanan oto ma tis, robot pengambil ko tor an sapi, stasiun pembersih sapi man diri, dan aplikasi smart pho ne yang membuat peternak Albert Boersen memantau sapi-sa pi nya.

“Kami mencoba siklus berkelanjutan semaksimal mungkin di peternakan ini. Riset terus kami lakukan untuk dapat memaksimalkannya,” kata Van Wingerden. Agar peternakan itu bisa mandiri, fasilitas tersebut dilengkapi pemisah kotoran sapi untuk memisahkan bagian yang kering dengan bagian ba sah.

Bagian kering kotoran sapi bisa digunakan sebagai alas ti dur untuk sapi dan bagian ke ring diubah menjadi pupuk organik. Peternakan itu juga langsung menjual beberapa botol susu mentah segar untuk para pengunjung lokasi itu.

Adapun sisanya dikirim ke pabrik untuk parteurisasi dan dibuat menjadi yoghurt atau produk lain. Susu sapi itu juga dijual untuk para konsumen yang tinggal dekat lokasi itu melalui layanan online Picnic yang memiliki armada pengiriman dengan kendaraan bertenaga listrik.

syarifudin