Edisi 02-10-2019
Pengembangan Wirausaha Properti Dongkrak Bisnis Perumahan BTN


SURABAYA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan, pengembangan kewirausahaan bidang properti telah mendorong pertumbuhan bisnis perumahan perseroan.

Untuk itu, BTN akan terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti. “Dari berbagai upaya pengembangan wirausaha properti melalui School of Property dan Mini MBA of Property, ha silnya sangat efektif.

Kalau dari hasil survei setidaknya 70% su dah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang men di rikan perusa ha - an,” ujar Di rek tur Legal, Risk, and Compliance BTN R Ma he - lan Prabantarikso saat mem - beri kuliah umum di Institut Teknologi Sepuluh No vember (ITS) Surabaya kemarin.

Mahelan mengatakan, dari perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyum bang bisnis perumahan BTN sekitar 40%, terutama rumah subsidi. Dari kontribusi yang cukup signifikan tersebut membuat BTN antusias untuk memperluas program edukasi wirausaha properti ke daerahdaerah.

“Jadi, kebutuhan rumah itu tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi daerah-daerah lain juga mem butuhkan. Makanya, kami do rong anak muda generasi milenial di luar Jawa bisa menjadi pengusaha properti,” kata Mahelan.

Menurut Mahelan, masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand, tetapi ekosistem pe rumahan juga perlu menciptakan suplai. Untuk itu, BTN secara aktif menjadi integrator, baik dari sisi pembiayaan, mencip takan demand, maupun menyediakan suplai.

“Dari sisi suplai jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap tahunnya, maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih kurang. Jadi, perlu di ciptakan pengembang-pengem bang baru, khususnya dari generasi muda,” tam bahnya.

Dari prospek yang ada, lanjut dia, maka potensi untuk pengembangan wirausaha di bidang properti masih cukup besar. Apalagi jumlah pengusaha baru 2,8% dari jumlah penduduk. Jadi, perlu didorong banyak anak muda untuk berminat menjadi pengusaha.

Sejak 2016, Bank BTN sangat concern menciptakan wirausaha muda di sektor properti. Hal ini diawali dengan program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) Bank BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Menurut Mahelan, dengan ber bagai pelatihan yang telah di lakukan HFC, hingga akhir De sember 2018, HFC BTN telah mencetak 3.500 calon wirausaha muda di bidang properti. Sementara dari jumlah tersebut yang berhasil mendapatkan kredit dari Bank BTN sekitar 20-30%. “Target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1.000 calon developer (pengembang),” ungkapnya.

rakhmat baihaqi