Edisi 02-10-2019
Antam Raih Laba Bersih Rp365,75 M di Semester I


JAKARTA - PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam menorehkan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini.

Perusahaan plat me rah di sektor pertambangan tersebut berhasil mencetak laba ber sih pada semester I/2019 se be sar Rp365,75 miliar atau me ningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp344,45 miliar. “Laba bersih salah satunya ditopang dari pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan.

Penjualan bersih pada se mester I/2018 sebesar Rp14,43 triliun, tumbuh 22% di bandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp11,82 triliun,” ujar Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta kemarin. Komoditas emas menjadi komponen terbesar pendapatan perusahaan, yakni berkontribusi sebesar Rp9,61 triliun atau 67% dari total penjualan bersih.

Selain itu, kinerja keuangan yang solid juga terefleksikan dari pertumbuhan earning before interest , taxes, dan EBITDA. Tercatat pada se mester I/2019 tercatat EBITDA perusahaan mencapai Rp1,46 triliun tumbuh 6% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp1,38 triliun.

Tidak hanya itu, lanjut Arie, pertumbuhan kinerja keuangan juga didukung oleh meningkatkan produksi feronikel mencapai 13.017 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik 2% dibandingkan capaian produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 12.811 TNi.

Dari sisi penjualan, fero ni kel pada semester ini tercatat sebesar 13.157 TNi atau naik sebesar 5% dibandingkan pe rio de lalu sebesar 12.579 TNi. “Penjualan feronikel di semes ter I/2019 me ru pakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam,” katanya.

Untuk komoditas emas, pada semester I/2019 total volume pro duksi emas dari tambang Pong kor dan Cibaliung mencapai 979 kg (31.476 troy oz). Tingkat vo lume penjualan emas Antam ter ca tat sebesar 15.741 kg (506.084 troy oz) tumbuh se besar 14% diban dingkan 1H18 yang mencapai 13.760 kg (442.394 troy oz).

“Peningkatan penjualan tersebut seiring dengan upaya Antam meningkatkan utilitas pengolahan pa brik pemurnian serta pengembangan pasar emas Antam baik domestik maupun ekspor yang didukung pengembangan inovasi produk logam mulia,” tutur Arie.

Sementara itu, Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito menambahkan, hing ga akhir Agustus 2019 jum lah investor yang meng inves tasikan sahamnya di ANTM tercatat mencapai 47.080 investor. Harga penutupan saham ANTM pada delapan bulan di 2019 mencapai Rp1.070 per saham, menguat 40% dibandingkan harga penutupan pada akhir Desember 2018 sebesar Rp765 per saham.

“Kinerja positif saham ANTM sepanjang periode ini tercermin pula dari per tum buhan rata-rata volume per dagangan saham harian yang mencapai 107,79 juta saham, tumbuh 32% di bandingkan rata-rata volume perdagangan harian periode yang sama tahun 2018,” jelas dia.

Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang Agustus 2019 mencapai Rp101,23 miliar, tumbuh 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, saham ANTM tetap menjadi bagian dari Indeks IDX LQ45 dan Indeks IDX30 yang merupakan kelompok saham dengan tingkat likuiditas tertinggi di IDX.

nanang wijayanto