Edisi 02-10-2019
Fundamental Bisnis Membaik, Pefindo Naikkan Peringkat Utang APLN


JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan Obligasi Berkelanjutan I/2014-2015 menjadi idBBB+ dari idBBB.

Pefindo menaikkan peringkat tersebut, setelah APLN memperoleh persetujuan dana untuk pembayaran dan percepatan pelunasan beberapa utang perusahaan. Pefindo menilai, risiko pembiayaan kembali dan likuiditas APLN terkait pinjaman sindikasi sebesar Rp1,2 triliun serta obligasi I/2014–2015 fase III sebesar Rp451 miliar dan obligasi I/2014–2015 fase IV sebesar Rp99 miliar yang akan jatuh tempo masing-masing pada 30 September 2019, 19 Desember 2019, dan 25 Maret 2020, akan berkurang.

APLN telah mendapatkan dana dari SSG Capital Management Ltd senilai USD127 juta serta uang muka pemegang saham senilai Rp800 miliar yang akan digunakan untuk membayar kembali utang (refinancing) yang akan jatuh tempo tersebut.

Selain itu, APLN telah mendapatkan persetujuan percepatan pelunasan obligasi I/ 2014–2015 tahap III dan obligasi I/ 2014–2015 tahap IV dari para pemegang obligasi, di mana pembayarannya akan dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari kerja setelah tanggal persetujuan.

”Pefindo juga merevisi outlookutang APLN menjadi stabil,” tulis Yogie Perdana dan Christyanto Wijaya, dua analis Pefindo dalam risetnya. Dalam risetnya, Pefindo menegaskan dengan peringkat idBBB, APLN memiliki kemampuan yang memadai dibanding obligor Indonesia lain untuk memenuhi komitmen keuangannya.

Walau demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Tanda Plus di belakang rating juga memperlihatkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

Menurut Yogie, peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis APLN yang kuat di industri properti, kualitas aset yang baik, dan pendapatan berulang APLN yang terus bertumbuh yang dapat memberikan ketahanan finansial pada saat kondisi pasar properti yang sulit.

Adapun faktor-faktor yang membatasi peringkat adalah leveragekeuangan yang tinggi menyebabkan proteksi arus kas perusahaan menjadi lemah, risiko eksekusi terkait dengan proyek reklamasi, dan karakteristik industri properti yang sensitif terhadap perubahan keadaan makro ekonomi.

Pefindo berpotensi menaikkan kembali peringkat jika APLN mampu meningkatkan profil kredit secara konsisten dari pre-sales yang kuat dari penjualan properti serta peningkatan pendapatan berulang dari properti investasi dan aset hotel. Hal ini untuk mengompensasi volatilitas pendapatan dari penjualan properti.

Sejak awal tahun hingga Agustus 2019, APLN mencatatkanmarketing sales Rp1,32 triliun, termasuk pajak pertambahan nilai. Sekretaris Perusahaan APLN Justini Omas menjelaskan, strategi menyasar sejumlah kota dengan perekonomian bagus terbukti ampuh mendongkrak penjualan.

Contohnya proyek Superblok Borneo Bay City di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kawasan yang didesain meng hadap Selat Sulawesi ini menyediakan 1.200 unit apartemen dan didukung tiga mal yang sudah beroperasi. Sebagian unit mal Borneo Bay sudah diserahkan kepada konsumen tahun lalu.

Di Bandung, penjualan proyek Podomoro Park Bandung juga sangat positif. Lokasinya yang strategis, dekat jalan tol Buah Batu, Bandung, dan desain yang memikat, menjadi daya tarik Podomoro Park.

Segera beroperasinya tol elevated Jakarta-Cikampek pada akhir tahun ini, diperkirakan akan ikut mendorong minat konsumen, khususnya dari Jakarta untuk berinvestasi di Bandung. Proyek APLN di wilayah Jabodetabek, yaitu Podomoro Golf View di Cimanggis, Depok, juga menjadi salah satu kontributor utama penjualan APLN tahun ini.

Dengan hampir rampungnya berbagai proyek transportasi, baik jalan tol maupun LRT menuju kawasan Podomoro Golf View, menjadikan lokasi hunian ini target konsumen. Justini mengatakan, APLN akan terus mengoptimalkan sum ber-sumber pendapatan baru agar kinerja tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Selain penjualan proyek properti, sejumlah pusat perbelanjaan selama ini juga telah memberikan kontribusi yang positif. ”Recurring income dari pusat perbelanjaan dan mal sangat baik. Kami juga akan segera mengoperasikan mal baru di Medan akhir tahun ini,” jelasnya.

rakhmat baihaqi