Edisi 02-10-2019
Rasio Efektivitas Belanja Pertanian Capai 254%


JAKARTA - Terobosan kebijakan pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti produktif.

Karena peningkatan belanja barang alat dan mesin pertanian serta input produksi di daerah sebesar 1% meningkatkan pertumbuhan ekonomi subsektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian di provinsi sebesar 0,33%.

Sedangkan peningkatan belanja barang kapal penangkap ikan sebesar 1% akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi subsektor perikanan daerah sebesar 0,13%. Rasio efektivitas belanja sektor pertanian dibandingkan dengan sektor perikanan mencapai 254%.

Hal ini tersemat dari hasil kajian Direktorat Keuangan Negara dan Analitis Moneter, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, bidang yang secara positif berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia adalah pertanian.

Menurut Eka, Indonesia masih tergantung pada komoditas sehingga pertanian menjadi faktor penting dalam perekonomian Indonesia. “Pertanian mengalami kenaikan 3,7% pertumbuhan ekonomi.

Pertanian dibutuhkan untuk bisa mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Eka saat menghadiri diskusi publik bertajuk ‘Potret Pembangunan Era Jokowi’ di Jakarta, kemarin. Berbagai terobosan kebijakan dalam pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan Kementan dinilai signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Lembaga Survei (Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik Indonesia) Kedai KOPI Kunto Adi Wibowo menjelaskan, efektivitas belanja negara di sektor pertanian terepresentasi dari persepsi positif para petani terhadap kondisi ekonomi saat ini dan program- program pemerintah.

Direktur Neraca Produksi Badan Pusat Statistik Setianto menambahkan, dengan penjelasan bahwa rumah tangga usaha pertanian Indonesia naik 5,92% pada 2018 dibandingkan dengan angka tahun 2013. Nilai tukar petani meningkat 0,58% pada Agustus 2019.

“Pertanian secara keseluruhan, mengalami pertumbuhan secara positif. Pertanian menyumbang 0,7% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% pada kuartal kedua tahun 2019. Mengalami kenaikan 0,23 dari kuartal pertama 2019,” ujarnya.

Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, dalam diskusi yang sama menjelaskan pertanian harus diarahkan sebagai kekuatan ekonomi. Sektor utama untuk mencapai hal itu dalam membangun sektor SDM dan membangun pusatpusat riset pertanian.

Pengamat ekonomi kawasan, Ichsanuddin Noorsy mengatakan, belanja sarana prasarana Kementerian Pertanian terus meningkat, ada keberpihakan Kementerian Pertanian kepada petani di perdesaan.

heru febrianto