Edisi 02-10-2019
Rapuhnya Barca


BARCELONA–Sebelum mendapatkan dua kemenangan terakhir di Primera Liga, banyak yang mengatakan bahwa awal musim ini adalah periode terburuk Barcelona di bawah Ernesto Valverde.

Mereka bahkan sempat terlempar dari lima besar klasemen. Melihat Barca musim ini, yang tersaji adalah ketidakpastian dari penampilan mereka. Blaugrana bisa terlihat bisa menikmati pertandingan dengan mencetak lima gol dalam satu pertandingan seperti saat menghadapi Real Betis dan Valencia.

Tapi, mereka juga bisa sangat menderita untuk sekadar bagaimana bisa mendapatkan kemenangan. Bahkan, tak jarang harus menyerah kalah seperti saat ditundukkan Granada 0-2. Alhasil, yang terlihat di klasemen adalah dua wajah berbeda dari Barca: mereka menjadi tim terproduktif dengan 16 gol dari tujuh pertandingan, tapi pada saat bersamaan tim Katalan tersebut juga kebobolan 10 gol.

Angka itu menjadi yang terburuk di peringkat 7 besar klasemen sementara. Jika dibuat rata-rata, mereka sudah kebobolan 1,4 gol dalam satu pertandingan. Catatan yang entah kapan terakhir mereka menderita rata-rata kebobolan sebanyak itu.

Bahkan, saat gagal menjadi juara di musim 2013/2014 dan hanya berada di urutan kedua, rata-rata kebobolan Barca hanya ada di angka 0,8 per laga. Satu-satunya data dalam lima tahun terakhir yang mendekati catatan kebobolan terburuk Barca adalah musim 206/2017, di mana ada 1,07 gol dalam setiap pertandingan yang bersarang ke gawang.

Selebihnya, di lima musim terakhir lainnya selalu di bawah satu gol per pertandingan. Jadi, wajar jika Barca dikatakan sampai pekan ini adalah selemah-lemahnya Blaugrana . Situasi yang tentu saja tidak menguntungkan jelang pertandingan melawan Inter Milan di matchday kedua Grup F Liga Champions 2019/2020 di Stadion Camp Nou.

Tantangan Valverde semakin terasa berat karena harus diha - dap kan pada kondisi skuadnya yang beberapa di antaranya masih disaput tanda tanya. Ada Lionel Messi, Ousmane Dembele, dan Ansu Fati yang berada dalam situasi antara bisa bermain atau tidak.

Dembele dan Messi memang sudah berlatih bersama pemain lain, kemarin, tapi tetap belum ada kata pasti. Messi memang disebut cederanya tak parah. Tapi, melihat bagaimana dia sudah dua kali naik meja perawatan di awal musim, tentu butuh kalkulasi khusus untuk memaksa dia tampil.

Dembele pun sama. Pemain yang musim lalu dikritik karena minim kontribusi juga disebut sudah membaik saat laga melawan Getafe. Realitasnya, penyerang asal Prancis ini tetap tidak diturunkan sampai laga terakhir, kemarin.

Bahkan, saat ditanya jurnalis apakah Dembele akan bermain menghadapi Inter, Valverde memilih berteka-teki. Ketika ditekan jika Dembele akan tampil melawan Inter, Valverde dicadangkan. “Saya tidak tahu. Saya berharap bukan itu masalahnya (cedera).

Tapi, saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti,” katanya, dikutip Marca . Membayangkan Barca tanpa Messi, Dembele dan anak ajaib Fati jelas menjadi rumit untuk skenario lini depan Barca.

Sementara ketiadaan Umtiti dan Alba juga sudah terasa efeknya dengan barisan belakang yang rapuh semakin membuat Barca seperti dalam situasi terlemah mereka saat menghadapi Inter nanti. Barca memang memiliki rekor bagus melawan Inter. Dari delapan pertemuan, tuan rumah hanya sekali menelan kekalahan.

Sisanya, empat menang dan tiga kali imbang. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada matchday keempat musim lalu saat kedua tim bermain 1-1 di Giuseppe Meazza, setelah Inter menyerah 0-2 pada pertemuan pertama di Camp Nou melalui gol Rafinha (32) dan Jordi Alba (83) telah memberi Barca kemenangan 2-0 di Camp Nou.

Kemenangan yang sekaligus menjaga rekor Barca yang selalu menang di kandang dari empat pertandingan dengan delapan gol tanpa pernah kebobolan. Rekor itulah yang diharapkan bisa menjadi modal pertemuan melawan Inter dini hari nanti.

Di bawah asuhan Antonio Conte, I Nerazzurri sejauh ini terlihat istimewa. Inter untuk pertama kali setelah musim 1966/1967 memulai musim dengan enam kemenangan beruntun. Nerazzurri menundukkan Lecce, Cagliari, Udinese, Milan, Lazio, dan Sampdoria di bawah asuhan Conte.

Menggunakan formasi 3-5-2 atau 3-4-3, pemain buangan Manchester United (MU) seperti Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku bermain bagus. Mereka seperti tak merasa baru saja kehilangan Ivan Perisic atau Mauro Icardi.

Sanchez sampai menegaskan siap membantu Inter meraih sukses di Liga Champions, termasuk saat melawan Barca. Dia mengakui Barca sangat baik di kandang, tapi tak berarti tidak ada peluang. “Saya kira memiliki satu atau dua peluang, kami tidak boleh membuangnya.

Saya bermain di sana bersama MU dan kami menyia-nyiakan tiga atau empat peluang. Jika ingin mengalahkan Barcelona, Anda tidak bisa membuang peluang emas,” tandasnya.

ma’ruf