Edisi 02-10-2019
Keuntungan Persija


JAKARTA –Penundaan laga kontra Persela Lamongan menjadi keuntungan bagi Persija Jakarta.

Skuad Macan Kemayoranmemiliki waktu tambahan untuk beradaptasi dan memahami taktik yang akan diusung pelatih anyar Edson Tavares dalam mengarungi sisa musim Liga 1 2019. Persija Jakarta seharusnya melakoni laga pekan ke-22 melawan Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Rabu (2/10) besok.

Namun, pihak kepolisian enggan menerbitkan izin keramaian karena situasi keamanan yang dinilai kurang kondusif dengan maraknya aksi unjuk rasa di Jakarta. Panpel Persija kemudian memutuskan menunda laga dan menyerahkan sepenuhnya kewenangan penentuan jadwal baru ke operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Penundaan ini membuat Macan Kemayoran memiliki tabungan tiga laga dibandingkan dengan klub-klub lainnya. Sejauh ini Ismed Sofyan dkk baru melakoni 19 pertandingan.

Kabar baiknya, penundaan laga kontra Persela ini memberi kesempatan bagi Edson Tavares untuk lebih mengenal tim yang baru ditanganinya sejak akhir pekan lalu. Apalagi skema yang diusung pelatih asal Brasil ini jauh berbeda dibanding juru taktik yang sebelumnya menangani tim ibu kota.

Sebut saja Julio Banuelos, Ivan Kolev, atau Stefano ‘Teco’ Cugurra. Ketiga pelatih tersebut membuat Persija Jakarta terbiasa menggunakan skema empat pemain bertahan. Nama terakhir dengan pakem 4-3-3 bahkan mempersembahkan gelar juara Liga 1 bagi Macan Kemayoran musim lalu.

Namun, di tangan Edson Tavares, tim ibu kota dipastikan bertransformasi dengan strategi baru dan formasi tiga pemain bertahan. Skema ini tentu saja membutuhkan adaptasi pemain mengingat Persija terbiasa dengan empat bek. Sejatinya formasi baru ini akan diuji ketika Ismed Sofyan dkk menjamu Persela Lamongan, besok.

Namun, dengan penundaan itu, membuat suporter harus menunggu wajah baru Persija hingga laga kontra Borneo FC. Tavares sendiri memiliki waktu enam hari untuk membiasakan timnya dengan strategi baru terutama formasi 3-5-2 atau 3-4-2-1.

Saat ini Persija memiliki empat centre back, yakni Maman Abdurrahman, Ryuji Utomo, Fachruddin Aryanto, dan Alexandre Luiz Reame ‘Xandao’. Dua nama terakhir merupakan rekrutan anyar manajemen untuk memperkuat lini pertahanan yang selama putaran pertama Liga 1 dinilai keropos.

Xandao mengaku sudah tidak sabar bermain di bawah komando Edson Tavares. Dia menilai, penunjukan pelatih berusia 63 tahun itu sangat tepat untuk membangkitkan tim ibu kota yang kini tercecer di papan bawah. Menurut Xandao, dengan pengalaman yang dimiliki, Tavares akan membawa Persija kembali ke tradisi kemenangan.

“Ia adalah pelatih dengan pengalaman dan catatan yang baik di sepak bola. Saya percaya, ia dapat membawa Persija kembali ke jalur kemenangan,” ujar Xandao. Di sisi lain, Borneo FC yang akan menjadi lawan selanjutnya langsung mengalihkan fokus karena kedua tim sudah bentrok pekan lalu dan dimenangkan tim berjuluk Pesut Etamitu.

Aroma balas dendam pun diwaspadai tim yang bermarkas di Stadion Segiri Samarinda tersebut. Asisten Pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin, mengingatkan pemainnya untuk waspada. Kesiapan mesti dimaksimalkan agar ambisi Persija mampu diredam.

Apalagi pada laga sebelumnya, Macan Kemayoran tampil dominan namun buruk dalam penyelesaian akhir. “Persija punya banyak ambisi. Mereka pasti mau menang di kandang dan membalas kekalahan di pertemuan pekan lalu. Kami harus waspada karena pada laga selanjutnya Marko Simic mungkin sudah bermain,” katanya.

abriandi